Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Penyidik yang Hampir OTT Harun Masiku Dikeluarkan dari KPK, Firli Bahuri: Hal Biasa

Redaksi oleh Redaksi
6 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kompol Rossa dan Kompol Indra, dua penyidik KPK yang tangani kasus Harun Masiku mendadak dikeluarkan Firli Bahuri dari KPK dan tak terima gaji.

Lika-liku kasus Harun Masiku semakin ngeri-ngeri sedap. Sebabnya, dua penyidik KPK yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan dan mengejar Harun Masiku resmi dikeluarkan dari KPK.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua KPK, Firli Bahuri. Meski begitu Firli menegaskan bahwa status keduanya sebenarnya hanya dikembalikan saja ke institusi Polri.

“Adapun untuk penyidik Rosa (Kompol Rossa Purbo Bekti) sudah dikembalikan tanggal 22 Januari 2020 sesuai dengan surat keputusan pemberhentian pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK, sesuai keputusan pimpinan KPK,” kata Firli Bahuri.

Selain Rosa, Firli juga “mengembalikan” Kompol Indra ke Kepolisian.

“Rossa sudah diberhentikan dari penyidik KPK bersama saudara Indra, sesuai dengan surat keputusan komisi terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020 dan sudah dihadapkan ke Mabes Polri pada tanggal 24 Januari 2020,” tambah Firli.

Mengenai alasan dikeluarkannya kedua penyidik KPK tersebut, Pimpinan KPK belum menjelaskan secara terang. Menurut Firli, pengembalian penyidik KPK ke institusi lamanya adalah hal biasa.

“Sesungguhnya pengembalian penyidik Polri yang berstatus pegawai negeri yang dipekerjakan adalah hal biasa,” terang Firli.

Uniknya, dilansir dari laporan Tempo, meski Firli mengatakan “pengembalian” itu sudah resmi, pihak Mabes Polri menyatakan tidak menarik Kompol Rossa Purbo Bekti ke kesatuannya. Alasannya, karena masa tugas Rossa di KPK masih berlaku.

“Dia tetap di KPK karena masa penugasannya masih sampai September tahun ini,” kata Kabiro Humas Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono pada 31 Januari 2020.

Tarik ulur antara KPK dengan Mabes Polri ini tak pelak bikin status Rossa jadi terkantung-kantung. Dibuang oleh KPK, tapi tidak diterima kembali oleh kepolisian.

Bahkan Rossa disebut tidak pernah menerima surat pemberhentiannya dari KPK. Tahu-tahu statusnya sudah bukan penyidik KPK saja.

“Mas Rossa tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK ataupun diantarkan pihak KPK ke Mabes Polri untuk dikembalikan,” kata Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo Harahap.

Dengan status yang tak jelas ini, maka wajar jika Rossa Purbo Bekti disebut tidak menerima gaji untuk awal Februari 2020. Ya iya, namanya juga sudah resmi dikeluarkan dari KPK dan tidak diterima Mabes Polri.

Iklan

“Karena gaji Mas Rossa di KPK bulan Februari 2020 tidak dibayarkan, sehingga tidak bisa untuk menafkahi keluarga, kami sudah menyampaikan kepada Mas Rossa, pegawai KPK siap urunan membantu untuk biaya sekolah anak, biaya berobat, transportasi, dan biaya lainnya yang mendesak,” kata Yudi lagi.

Menurut WP KPK, dikeluarkannya Rossa dan Indra ini sangat ganjil. Sebab, keduanya adalah penyidik yang berhasil meringkus Wahyu Setiawan dan—hampir menangkap—Harun Masiku, sebelum akhirnya nama terakhir itu kabur dan buron sampai sekarang.

Bukannya dapat penghargaan karena menangkap penerima suap dan mengejar pemberi suap, keduanya malah dikeluarkan dari KPK. Benar-benar drama yang luwar biyasa gampang ketebak.

Peristiwa ini seolah menggenapi beberapa hal unik di negeri ini. Helmy Yahya kerja betulan di TVRI kena pecat, Basuki Tjahaja Purnama kerja serius di Komisaris Pertamina malah kena tegur, sekarang dua penyidik KPK nangkap penyuap malah dikeluarkan.

Makanya, Mas Rossa, kalau kerja untuk instansi pemerintah itu nggak usah serius-serius. Kayak situ dibayar aja. Eh. (DAF)

 

BACA JUGA Yasonna Laoly Copot Pejabat Imigrasi yang Beberkan Harun Masiku Masih di Indonesia atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2020 oleh

Tags: Firli BahuriHarun MasikuKPKpenyidik KPK
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih. MOJOK.CO
Kilas

Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih

17 Juni 2023
Siapkan Gugatan PTUN, PP Muhammadiyah Tolak Perpanjangan Jabatan KPK. MOJOK.CO
Kilas

Siapkan Gugatan PTUN, PP Muhammadiyah Tolak Perpanjangan Jabatan KPK

14 Juni 2023
Resto Bilik Kayu Rafael Tutup, Karyawan Belum Jelas Pesangonnya. MOJOK.CO
Kilas

Resto Bilik Kayu Rafael Tutup, Karyawan Belum Jelas Pesangonnya 

9 Juni 2023
Masa Jabatan Pimpinan KPK Diperpanjang, Pukat UGM Sebut Logika MK Lemah. MOJOK.CO
Kilas

Masa Jabatan Pimpinan KPK Diperpanjang, Pukat UGM Sebut Logika MK Lemah

27 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.