Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Yasonna Laoly Copot Pejabat Imigrasi yang Beberkan Harun Masiku Masih di Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
29 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ronny F. Sompie dicopot oleh Yasonna Laoly. Ronny adalah sosok yang meralat informasi soal keberadaan tersangka korupsi Harun Masiku.

Gonjang-ganjing kasus Harun Masiku merembet pada dua pejabat imigrasi, yakni Ronny F. Sompie selaku Dirjen Imigrasi dan Alif Suaidi selaku Direktur Sistem dan Teknologi Keimigrasian. Dua pejabat ini harus dicopot dari jabatannya oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly.

“Difungsionalkan,” terang Yasonna Laoly.

Menurut Yasonna Laoly, hal ini perlu dilakukan agar Tim Pencari Fakta (TPF) bisa segera melacak kenapa Ditjen Imigrasi bisa kecolongan. Artinya, Ronny dicopot karena diduga meralat informasi soal Harun Masiku saat ini.

“Supaya nanti tim independen bisa bekerja dengan baik, karena saya mau betul-betul terbuka dan tim nanti bisa melacak mengapa terjadi delay,” kata Yasonna.

Sebelumnya Yasonna Laoly sempat memaparkan ke publik kalau tersangka korupsi Harun Masiku sudah kabur ke luar negeri dan belum kembali ke Indonesia. Usut punya usut, ternyata Harun Masiku sempat balik ke Indonesia—bahkan—sebelum penangkapan Komisoner KPU, Wahyu Setiawan.

Informasi keberadaan Harun Masiku yang masih di Indonesia ketika ada OTT KPK disampaikan secara tak langsung oleh Ronny Sompie selaku Pejabat Imigrasi yang meralat pernyataan sebelumnya.

Ronny mengabarkan ke publik bahwa Harun telah kembali ke Indonesia, setelah sebelumnya imigrasi belum menerima data soal kembalinya Harun karena persoalan delay data di pusat server keimigrasian.

“Dari hasil pendalaman, tim (kami) berhasil menemukan data perlintasan Harun Masiku telah tercatat pada Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian melintas pada 7 Januari 2020. Pukul 17.34 WIB melalui kedatangan 2F dengan pesawat Batik Air ID 7156,” kata Ronny pada 19 Januari 2020.

Diduga karena pernyataan yang menguatkan temuan Tempo soal Harun Masiku yang masih di Indonesia, Ronny akhirnya malah dicopot oleh Yasonna.

Mengenai pencopotan ini, Muhammad Isnur selaku Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), merasa bahwa seharusnya yang dicopot bukan hanya pejabat di Bagian Imigrasi, namun juga Yasonna.

“Padahal yang masyarakat sipil lihat, lebih banyak konflik kepentingan dan dugaan menghalangi adalah Menkumham,” kata Isnur.

Bahkan Isnur dan beberapa pegiat antikorupsi sudah melaporkan adanya dugaan penghalangan pengungkapan kasus korupsi dengan dugaan yang mengarah ke Yasonna Laoly. Laporan ini pun sudah diserahkan ke KPK.

“Biar terungkap semua, siapa yang melindungi Harun dan calon-calon tersangka lainnya. Siapa yang membantu, menyembunyikan, melarikan, dan lain-lain,” kata Isnur.

Iklan

Uniknya, Yasonna sempat menyebut kalau pencopotan ini bermaksud agar tidak ada conflict of interest. Jadi tidak ada kepentingan politik di dalam penyelidikan Harun Masiku.

“Supaya terjadi betul hal independen dalam penelitian, supaya tak ada conflict of interest, saya sudah memfungsionalkan Dirjen Imigrasi,” kata Yasonna politisi PDIP, partai yang sama dengan partainya Harun Masiku.

Apa, apa? Biar tak ada conflict of interest? Hm. Okefaiyn. (DAF)

BACA JUGA Harun Masiku dan “Kenyataan” Bahwa Tempo Lebih Jago Ketimbang Negara atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: Harun MasikuYasonna Laoly
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ternyata Hanya Indomie yang Bisa Memahami Politik Rebus Bu Megawati
Esai

Ternyata Hanya Indomie yang Bisa Memahami Politik Rebus Bu Megawati

28 Maret 2022
Mendukung Langkah KPK Menggandeng Napi Koruptor dalam Program Penyuluhan Antikorupsi
Pojokan

Harun Masiku Fans Club dan Sahabat Juliari Bersatu Tak Bisa Dikalahkan

4 September 2021
pimpinan kpk
Pojokan

Febri Diansyah Bikin Satire Napi Koruptor Jadi Pimpinan KPK, Kira-kira Siapa Kandidatnya?

24 Agustus 2021
harun masiku meninggal nurhadi apartemen KPK boyamin saiman haris azhar aiman firli bahuri 6 undergroundfilm kriminal koruptor indonesia teori konspirasi hitler meninggal di magetan mojok.co
Pojokan

Kabar Harun Masiku Meninggal Bakal Melahirkan Teori Konspirasi Baru

13 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.