MOJOK.COBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok disentil Gerindra karena terlalu aktif di Pertamina. Bahkan mantan Gubernur DKI ini disebut komisaris rasa direktur utama.

Susah bener jadi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam mengemban tugas barunya sebagai Komisaris Pertamina. Sejak awal-awal namanya muncul sebagai calon komisaris, Ahok sudah diremehkan oleh sahabat-sahabatnya dari Partai Gerindra.

Seperti ketika Fadli Zon mengetahui Ahok bakal jadi Komisaris Pertamina, Wakil Ketua Gerindra ini langsung agresif menyerang.

“Kalau saya menilai, kayak nggak ada orang lain aja gitu, apa sih hebatnya? Menurut saya sih biasa-biasa saja. Kan harusnya mencari orang profesional, memangnya dia (Ahok) ahli minyak? Dia kan bukan ahli minyak. Hebatnya apa dia di Pertamina?” kata Fadli Zon cukup sengak November 2019 silam.

Belum juga habis sentilan untuk Ahok ketika diremehkan, ketika saat ini Ahok berusaha membuktikan diri pun tetap aja kena serangan. Bukan karena kerjaan nggak beres atau ada target yang terbelangkai, alasannya sederhana: karena Ahok terlalu aktif.

Adalah politisi Gerindra lain, Andre Rosiade, yang menyentil Ahok karena sering tampil di depan. Padahal posisi Ahok ini “hanya” sebagai komisaris, bukan sebagai direktur utama.

“Agak menarik tadi, saya kira ada Pak Ahok tadi, karena biasanya yang tampil mewakili Pertamina Pak Ahok. Wakil Presiden acara Pertamina, mungkin ada komisaris rasa dirut,” kata Andre Rosiade dalam rapat Komisi IV DPR RI.

Baca juga:  Muak Karena Kekasih Ketagihan Ngobrol Soal Politik

“Mungkin itu perlu disampaikan, jangan sampai ada komisaris rasa dirut,” tambah Andre Rosade.

Menurut Andre Rosiade, peranan Ahok yang terlalu menonjol ini malah mirip seperti juru bicara Pimpinan Pertamina. Oleh sebab itu, Andre secara terbuka meminta Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi, agar Ahok dinasihati tak terlalu sering tampil.

“Bahwa dirut perannya tetap tampil sebagai juru bicara pimpinan Pertamina. Berharap ke depan itu disampaikan Pak Wamen. Jangan terlalu maju lah, jangan sampai orang bicara ada komisaris rasa dirut,” tambah Andre.

Uniknya, ketika Andre Rosiade menyentil Ahok ini, yang disentil tidak berada di lokasi rapat alias tidak “tampil” seperti yang sedang dituduhkan.

Di sisi lain, ada baiknya Ahok tak meremehkan nasihat dari Andre Rosiade ini. Barangkali blio bisa belajar dari kasus Helmy Yahya dengan TVRI. Tak bekerja dianggap tak becus, giat bekerja malah bisa kena pecat lho. (DAF)

 

 

BACA JUGA Pecat Helmy Yahya, Dewas TVRI Nilai Liga Inggris Tak Selaras dengan Jati Diri Bangsa atau tulisan rubrik KILAS lainnya.