Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sandiaga Uno Bilang Politisi Shut Up Untuk Redakan Tensi Politik Karena Rupiah Melemah

Redaksi oleh Redaksi
5 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Para politisi itu shut up! Seperti kata Sandiaga Uno, mari redakan tensi dan bersama-sama mengatasi pelemahan rupiah terjadap kurs dolar.

Gencarnya pergerakan kurs dolar akhir-akhir ini menekan rupiah secara telak. Saat ini, per satu dolar sudah tembus ke angka Rp15.029 atau menjadi kenaikan paling buruk semenjak revormasi. Sebuah situasi yang sontak dijadikan amunisi untuk menyerang pemerintah atau dengan kata lain menyerang sosok Jokowi.

Iklan

Panas, melemahnya rupiah dijadikan indikasi kegagalan Jokowi mengawal perekonomian negara. Dikhawatirkan, krisis 1998 akan kembali terulang meskipun sudah dibantah secara langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution. Menurut Darmin, melemahnya rupiah saat ini sangat berbeda dengan kondisi 20 tahun yang lalu.

Namun, yang namanya gejolak, yang dipandang sebagai kelemahan, akan langsung dicecar oleh lawan politik. Langsung sambar tanpa memedulikan dampaknya di tengah masyarakat. Demi hasrat berkuasa, demi hasrat mencongkel Presiden Jokowi, semua komentar tanpa dasar dilempar lewat berbagai media.

Misalnya, Ferdinand Hutaean, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, marah-marah lewat akun Twitter peribadinya. Pada intinya, ia menyebut bahwa melihat rupiah yang terus melemah, Jokowi sebaiknya mundur saja. “Jika pemerintah sudah tidak punya kebijakan lagi untuk menahan laju dolar, sebaiknya sebelum negara ini mangkrak, kami minta Jokowi umumkan pengunduran diri. Bangsa ini ada 260 juta lebih manusia, saya yakin mereka tidak mau jadi korban hanya karena pemerintah salah urusa negara.”

Tidak mau ketinggalan, Ratna Sarumpaet menimpali juga. Sang aktivis mempertanyakan nalar dua periode ketika situasi sudah sedemikian buruk. “Masih mau dua periode?” Tanya Ratna Sarumpaet memanaskan lantai dansa.

Merasa sudah terlalu panas, Sandiaga Uno, yang akan mendampingi Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2019 menegaskan bahwa sebaiknya politisi (atau mereka yang ikut-ikutan) untuk diam dulu barang dua minggi ke depan. Tegas, Sandiaga Uno bilang: shut up!

“Politisi kita minta, politisi shut up dululah. For the next two weeks, jangan dulu termasuk dari pihak kita. Saya bilang tunggu, kita turunkan tensi dulu,” tegas Sandiaga Uno kepada wartawan di Bulungan, Kemayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dikutip oleh detik.com.

Sandiaga Uno sendiri melihat masalah melemahnya rupiah terjadap kurs dolar ini dari kaca mata pengusaha. Ia berpendapat bahwa pengusaha juga tidak nyaman, bahkan takut apabila situasi menjadi tidak kondusif.

“Pengusaha sebenarnya takut sama siklus politik ini. ini tahun politik gitu, apalagi kalau dari masing-masing pihak “gitu”, ya saya enggak menyalahkan satu pihak, tapi dari kedua belah pihak itu saling serang, itu pengusaha takut itu,” terang Sandiaga Uno.

Ketika tidak ada kepastian, pengusaha pasti akan mengeluh dan dampak pelemahan rupiah semakin meluas. Nah, seperti kata Sandiaga Uno soal pelemahan rupiah, shut up! Mari bersama-sama memikirkan yang terbaik dulu untuk memperbaiki situasi.

Kalau kondisi Indonesia semakin kacau, yang merasakan bukan hanya pendukung Jokowi saja. Emang kalau Indonesia krisis, para pendukung Prabowo bakal pindah ke bulan dan senang-senang di sana? Mbok ya shut up! (yms)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2018 oleh

Tags: dolar menguatjokowikurs dolarprabowoRupiahRupiah MelemahSandiaga Unosandiaga uno shut upshut up
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co
Kabar

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026
Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.