Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Pengacara Roy Suryo Sebut Hotman Kurang Terkenal Makanya Sindir Kliennya

Redaksi oleh Redaksi
9 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Disindir oleh Hotman Paris soal barang inventaris negara yang belum dikembalikan, Pengacara Roy Suryo balik menyerang.

Pengacara Hotman Paris baru-baru ini menyindir perilaku Roy Suryo karena belum mengembalikan barang-barang milik negara. Melalui akun instagramnya, Hotman menyayangkan kelalaian Roy Suryo ini karena jadi rekam jejak yang buruk tidak hanya secara pribadi, melainkan juga citra partai secara keseluruhan.

Iklan

Bahkan Hotman mewanti-wanti agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan agar tidak memengaruhi citra Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Halo Bapak SBY, Bapak SBY, nonton TV nggak? Katanya ada diduga anak buah bapak, kata BPK loh atau kata siapa itu nggak jelas, katanya ada perabot-perabot yang belum dikembalikan ke negara,” kata Hotman Paris melalui akun instagramnya.

“Tapi ini kan menyangkut nama baik Bapak SBY, tolong diusut bener nggak? Masa kita tiap hari lihat kalian politisi di TV bukan main idealnya tapi yang gini-gini kok bisa raib?” tanya Hotman lagi.

Awalnya, sindiran atau permintaan dari Hotman ini direspons cukup adem oleh politisi Demokrat. Bahkan Ferdinand Hutahaean yang biasanya lantang kali ini menanggapi dengan cukup kalem dan adem.

“Kami menghormati sebagai suara masyarakat melihat fenomena terhadap Roy Suryo sebagai sesuatu yang tidak patut. Itulah cara-cara masyarakat mengekspresikan protesnya, kami anggap sebagai kritik pada kami,” kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat ini.

Berbeda dengan Ferdinand, Tigor Simatupang sebagai pengacara Roy Suryo, malah balik menyerang Hotman Paris. Menurut Tigor, apa yang dilakukan Hotman sudah masuk pada kategori mengurusi urusan orang lain. Pernyataan Hotman juga dianggap sebagai usaha agar lebih terkenal saja.

“Itu kan cuma campur urusan orang dia, kan suka gitu kan? Karena merasa kurang terkenal. Yang bukan urusan dia pun dia campur-campurin, biar seolah-olah dia tokoh masyarakat, padahal kan bukan,” kata Tigor seperti diberitakan detik.com.

Menurut Tigor, sampai sekarang pihak Roy Suryo sedang mengusahakan mediasi mengenai barnag-barang negara yang diduga sedang dibawa kliennya. Oleh karena itu, Tigor mewanti-wanti agar Hotman tidak sembarangan bicara soal kasus ini.

“Ini kan kita dari Kemenpora sudah terbuka kapan kita mau bertemu untuk penyelesaian, itu kan asetnya banyak, harus ditanya, kalau dibilang Hotman Paris, dia kan nggak mikir. Diperiksa dulu dong satu-satu, barangnya apa,” tambah Tigor.

Baiklah Bang Tigor, semoga proses mediasinya segera diberesin ya sama Kemenpora. Tapi emang kalau mengritik perilaku pejabat itu harus terkenal dulu ya? Cuma nanya ini, jangan baper yha~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 9 September 2018 oleh

Tags: demokratFerdinand Hutaheanhotman parisKemenporapengacarasbyterkenal
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO
Tajuk

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati MOJOK.CO
Kilas

Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati

19 September 2023
Demokrat Dukung Prabowo, Berikut Ini Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024. MOJOK.CO
Kilas

Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024 Setelah Demokrat Dukung Prabowo

18 September 2023
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.