Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

PAN Tafsirkan The New Prabowo Layaknya The New Umar dan Sunan Kalijaga

Redaksi oleh Redaksi
24 Agustus 2018
A A
the new prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PKB sindir slogan terbaru The New Prabowo. PAN segera bereaksi bahwa transformasi personal adalah hal baik layaknya kisah Umar bin Khattab dan Sunan Kalijaga.

Tagline baru untuk Prabowo Subianto dikomentari oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Baru-baru ini Sandiaga Uno mengutarakan bahwa Prabowo yang sekarang sudah berubah jadi pribadi yang lebih asyik.

Iklan

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati, Pak Prabowo sudah melewati dinamika politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandi.

Mendengar hal itu, Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid mengomentari bahwa masyarakat sudah paham rekam jejak Prabowo, jadi mau dipoles seperti apa pun citranya hal itu tidak akan berpengaruh. “Ibarat ngasih bungkus baru pada barang yang sudah kadaluwarsa,” kata Jazilul seperti diberitakan detik.com.

Komentar yang agresif tersebut tentu langsung memancing balasan komentar dari koalisi pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga. Partai Demokrat segera bereaksi terhadap komentar dari PKB ini. Menurut Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, justru Jokowilah yang lebih pantas disebut kadaluwarsa.

“Janji kampanye yang tidak tuntas mau dibungkus janji baru. Itu artinya, barang kadaluawarsa dibungkus pembungkus baru yang juga akan busuk,” kata Ferdinand.

Selain itu, komentar susulan juga muncul dari Drajad Wibowo, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN. Menurut Drajad, perubahan personal pada tokoh-tokoh sejarah banyak sekali terjadi. Bahkan perubahan ini malah membuat yang bersangkutan jadi lebih besar. Drajad mencontohkan bagaimana Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad, yang sebelumnya merupakan sosok pembenci nomor satu Nabi dan jadi musuh paling berbahaya.

“Setelah mendengar adiknya membaca ayat Al-Quran, beliau bertransformasi menjadi The New Umar, masuk Islam, lalu menjadi salah satu pembela Nabi dan agama Islam,” terang Drajad.

Bahkan Drajad juga menunjuk juga bagaimana Sunan Kalijaga juga mengalami transformasi serupa. “Kita mengenal Raden Said yang sebelumnya penjahat. Setelah beliau bertobat dan belajar Islam, beliau menjadi Sunan Kalijaga,” jelasnya.

Selain itu ada banyak nama-nama lain yang punya perubahan besar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal ini yang menurut Drajad juga dialami oleh sosok seperti Prabowo.

“Jika Prabowo juga bertransformasi personal, kenapa pimpinan parpol lain, dalam hal ini PKB harus nyinyir?” Apalagi dengan kenyinyirannya yang justru membuka kedangkalan wawasan dia sendiri,” ujar Drajad.

Persoalannya, jika yang diberi gambaran adalah yang dulunya berbuat buruk lalu berubah jadi baik seperti Umar bin Khattab dan Sunan Kalijaga? Memangnya Prabowo sudah melakukan hal buruk apa menurut Pak Drajad pada masa lalu? Wah, Pak Drajad emang pintar bikin kita jadi penasaran nih~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2018 oleh

Tags: panpkbprabowoSandiaga Unosunan kalijagathe new prabowoumar bin khattab
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak.MOJOK.CO

Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak

2 Maret 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.