Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

PKB: Prabowo Sudah Kedaluwarsa, Bungkus Pencitraan Baru Itu Nggak Akan Ngaruh

Redaksi oleh Redaksi
24 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua DPP PKB menyebut bahwa usaha pencitraan Prabowo dengan istilah The New Prabowo enggak akan ngaruh karena “barang itu sudah kedaluwarsa”.

Istilah The New Prabowo dan The New Jokowi masih sangat ramai diperbincangkan. Saling sindir, saling kritik kedua kubu capres dan cawapres mewarnai ramainya istilah tersebut. keduanya seperti berusaha terlalu keras untuk membungkus diri, menciptakan citra baru yang sebetulnya belum tentu berpengaruh di kontestasi Pilpres 2019. Kenapa? Karena pemilih nanti sudah tahu betul karakter dan sifat asli Jokowi dan Prabowo.

Iklan

Mengubah sifat manusia itu bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Ini kalau betul-betul mau mengubah, bukan sekadar membungkus diri dengan “citra baru”. Sandiaga Uno seperti susah payah ingin membungkus rekan duetnya di Pilpres 2019 dengan kalimat-kalimat yang indah. Misalnya dengan menyebut Prabowo itu asik untuk milenial. “Sekarang Prabowo sudah lebih cair dan mau mendengar,” ungkap Sandiaga Uno.

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati. Pak Prabowo sudah melewati dinamikan politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandiaga Uno di depan Masjid At-Taqwa, Jalan Swiwijaya Raya, Kebayoran Baru (22/8).

Lebih lanjut, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Prabowo akan sangat disukai oleh milenial di Pilpres 2019. Ketua Umum Partai Gerindra itu akan menonjolkan sisi autentik yang disebut Sandi sangat disukai oleh milenial. Sisi autentik itulah yang akan menjadi konten utama ketika kampanye nanti.

“Harus tetap autentik. Kita jangan dibuat-buat, milenial enggak suka yang dibuat-buat. Harus relevan yang dirasakan oleh mereka yang nyambung sama mereka. Dan harus seru, harus bisa diviralkan. Dan kita punya banyak sekali konten yang nanti akan menarik,” ungkap Sandiaga Uno seperi diberitakan oleh detik.com.

Nada yang berbeda disampaikan oleh kubu PKB, partai pendukung Jokowi. Sebagai lawan yang baik, sudah barang tentu sebuah serangan harus dilepaskan ketika kubu lawan tengah menggelar strategi. Dalam hal ini menegaskan bahwa Ketum Partai Gerindra tersebut sudah berubah, menjadi lebih semanak dan bakal disukai milenial.

“Nggak ngaruh. Meski dibedakin dan dipoles pakai topeng apa pun, masyarakat sudah paham rekam jejaknya. Ibarat ngasih bungkus baru pada barang yang sudah kedaluwarsa,” tegas Jazilul Fawaid, Ketua DPP PKB kepada detik.com.

Sang Ketua DPP PKB tersebut menambahkan bahwa rakyat sudah semakin cerdas. Perubahan sifat (atau citra) tidak akan banyak berpengaruh. Citra itu seperti dipaksakan menjelang Pilpres 2019 karena rakyat sudah paham betul karakter asli Prabowo (dan juga Jokowi). Justru, dengan mempertahankan orisinalitas diri, rakyat lebih hormat.

Mengapa? Karena yang dipertarungkan bukan citra diri, melainkan program. Kejelasan program adalah jualan yang bakal diminati calon pemilih. Ingat, rakyat sudah muak dengan pencitraan. Lha wong yang bikin iklan “Katakan Tidak Pada Korupsi” semua talent-nya kena kasus korupsi. Seharusnya kejadian ini menjadi pelajaran. Keaslian diri yang paling utama. (yms)

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2018 oleh

Tags: gerindrajokowiPilpres 2019pkbprabowoprabowo kedaluwarsaSandiaga Unothe new jokowithe new prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.