Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Mei 2026
A A
burung migrasi.MOJOK.CO

burung migrasi.MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hari Burung Migran Sedunia yang jatuh pada 9 Mei menjadi momen penting untuk melihat kondisi bumi. Organisasi pelestarian alam global, BirdLife International, menyampaikan peringatan keras: perjalanan migrasi burung di dunia saat ini menunjukkan adanya tekanan besar pada sistem alam.

Migrasi burung berperang penting bagi keseimbangan lingkungan

Peringatan ini didasarkan pada data di lapangan yang menemukan bahwa lebih dari 40 persen spesies burung di seluruh dunia sedang mengalami penurunan jumlah populasi. CEO BirdLife International, Martin Harper, menyatakan bahwa sinyal bahaya dari jalur-jalur migrasi ini sudah sangat sulit diabaikan.

Harper menjelaskan, burung-burung bermigrasi bukan sekadar terbang tanpa tujuan. Mereka membawa peran yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan yang menopang kehidupan kita.

“Burung migran bertugas membawa berbagai nutrisi melintasi samudra luas, membantu penyerbukan tanaman, dan menyebarkan benih. Mereka juga menjaga agar tanaman pertanian bisa terus tumbuh dengan baik, serta membantu mengendalikan penyebaran penyakit mematikan di alam liar,” jelas Harper, dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok, Sabtu (9/5/2026).

Jalur terbang global yang mulai “terganggu”

Dalam perjalanannya, burung-burung ini melintasi batas negara, benua, dan arus laut melalui rute alami yang disebut jalur terbang global. Secara keseluruhan, burung di seluruh dunia mengikuti empat jalur darat utama: jalur Afrika-Eurasia, Asia Timur-Australasia, Amerika, dan Asia Tengah.

Selain rute darat, mereka juga menggunakan enam jalur terbang di wilayah lautan. Rute-rute ini membentang sangat jauh, menghubungkan aneka ekosistem dan habitat alam yang letaknya terpisah hingga ribuan kilometer.

Sayangnya, lintasan jalur ini rentan terputus. Jika satu titik singgah saja rusak, seperti lahan basah yang sengaja dikeringkan atau garis pantai yang tercemar limbah, dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan burung.

“Kerusakan di satu lokasi persinggahan bisa menyebabkan populasi spesies burung menurun drastis, bahkan hilang selamanya,” tegas Harper. Kepunahan burung Slender-billed Curlew yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti nyata sekaligus pengingat pahit bahwa ancaman tersebut benar adanya.

burung migran.MOJOK.CO
Burung-burung migran melintasi batas negara, benua, dan arus laut melalui rute alami yang disebut jalur terbang global. (dok. Birdlife International)

Migrasi burung juga menguntungkan manusia

Salah satu jalur migrasi paling krusial di dunia adalah Jalur Asia Timur-Australasia, yang menghubungkan pesisir Pasifik Asia hingga ke Australia dan Selandia Baru. Setiap bagian perjalanan di jalur ini sangat bergantung pada keberadaan lahan basah, garis pantai, dan muara sungai yang sehat.

Burung Bar-tailed Godwit yang terkenal karena mampu terbang jarak jauh tanpa henti, butuh tempat persinggahan ini untuk beristirahat. Begitu pula dengan burung mungil Spoon-billed Sandpiper, yang pergerakannya menjadi penanda pasti apakah sistem lahan basah di suatu wilayah masih sehat atau tidak.

Menjaga jalur terbang ini pada akhirnya sangat menguntungkan manusia. Harper menegaskan, melindungi jalur migrasi memberikan keuntungan yang sangat nyata bagi umat manusia.

“Ketika rute penerbangan burung terjaga, manusia akan mendapatkan jaminan ketersediaan air yang lebih bersih, ketahanan pasokan pangan yang terjaga, pelindung alami dari bencana banjir, serta daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global,” jelasnya.

burung migran.MOJOK.CO
burung-burung bermigrasi bukan sekadar terbang tanpa tujuan. Mereka membawa peran yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan yang menopang kehidupan kita. (dok. Birdlife International)

KTT Jalur Terbang Global

Mengingat lintasannya melewati banyak negara, tantangan ini tentu membutuhkan kerja sama tingkat internasional.

Terkait kerja sama internasional ini, benua Afrika memegang peran yang sangat sentral. Direktur Eksekutif Nature Kenya, Paul Matiku, menjelaskan bahwa Afrika berada tepat di jantung beberapa jalur penerbangan burung terbesar di dunia.

Iklan

“Kesehatan lahan basah, padang rumput, dan garis pantai kami dampaknya terasa hingga melampaui batas negara kami. Saat kita melindungi tempat-tempat ini, kita juga menjaga kelestarian burung dan perlindungan bagi masyarakat yang hidup bergantung pada alam tersebut,” tegasnya.

Untuk mencari solusi nyata, KTT Jalur Terbang Global (Global Flyways Summit) pertama akan diselenggarakan di kota Nairobi, Kenya, pada September mendatang. Acara yang digelar bersama oleh BirdLife International dan Nature Kenya ini akan mempertemukan para ahli, pembuat kebijakan, penyandang dana, hingga pelaku bisnis dari seluruh dunia. Tujuannya adalah menyepakati langkah konkret pelestarian burung migran beserta ekosistemnya.

Pada pertemuan penting tersebut, para ilmuwan juga berencana meluncurkan edisi terbaru dari laporan State of the World’s Birds. Laporan ini akan fokus menyoroti masalah jalur terbang global, menyajikan data populasi burung terbaru, serta mengungkap apa makna di balik data tersebut bagi kondisi kesehatan lingkungan kita saat ini.

Lalu, bagaimana masyarakat awam bisa ikut membantu? Publik diundang untuk merayakan Hari Burung Migran Sedunia dengan cara yang mudah. Masyarakat cukup pergi ke luar rumah, mengamati burung yang ada di sekitar, dan mencatatnya. Sekecil apa pun catatan warga akan sangat berarti karena menjadi kumpulan data penting bagi upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan oleh para ahli di lapangan.

“Anda tidak perlu menjadi seorang pakar untuk mulai peduli pada burung,” ucap Harper. 

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kala Sang Garuda Diburu, Dimasukkan Paralon, Dijual Demi Investasi dan Klenik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: birdlife internationalburungburung indonesiaburung migranjalur terbang globalrute terbang burung
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO
Ragam

Balada Berburu Si Elang Jawa, Predator Udara Terganas dan Terlangka

19 Desember 2025
elang jawa.MOJOK.CO
Ragam

Mempertaruhkan Nasib Sang Garuda di Sisa Hutan Purba

18 Desember 2025
Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat. MOJOK.CO
Kilas

Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat

13 Agustus 2023
merpati balap brahma mojok.co
Kilas

Pencarian Merpati Balap Brahma Berlanjut, Hadiah Dinaikkan Jadi Rp20 Juta

19 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
Orang tua lebih rela jual tanah dan keluarkan biaya puluhan juta untuk anak LPK kerja di Jepang daripada lanjut kuliah di perguruan tinggi MOJOK.CO

Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

6 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Penumpang KRL Jakarta lebih manusiawi dibanding penumpang KRL/Commuter Line Jogja

KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja

4 Mei 2026
Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu Krisis Ekonomi di Depan Mata? MOJOK.CO

Rupiah Anjlok, Pakar UGM Wanti-wanti Kenaikan Harga Sembako 

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.