Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

The New Jokowi Dimunculkan Bamsoet Ketika Tanggapi Ramainya The New Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
23 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kemarin ada The New Prabowo, kini ada The New Jokowi. Lantas, perubahan citra siapa yang akan ampuh mendulang suara di Pilpres 2019 tahun depan?

Branding “The New Prabowo” sedang ramai di media sosial. Merek dagang tersebut diungkapkan oleh Sandiaga Uno dalam sebuah wawancara. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI tersebut, merek The New Prabowo adalah wujud perubahan sosok Prabowo. Ketum Partai Gerindra itu kini lebih cair dan mau mendengar, seperti penuturan Sandiaga Uno.

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati. Pak Prabowo sudah melewati dinamikan politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandiaga Uno di depan Masjid At-Taqwa, Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru (22/8).

Sebetulnya diri ini menjadi bertanya-tanya. Jika sekarang Prabowo lebih cair dan mau mendengar, lantas bagaimana sosok eks Danjen Kopassus dahulu? Sungguh menarik membaca pernyataan Sandiaga tersebut. Kalau ada “new”, berarti ada “old”. Jadi, apakah dulu Prabowo itu sangat kaku, tidak mau mendengar, dan tidak menghormati? Ini sesuai logika Sandiaga Uno, lho.

Sementara itu, ketika ditanyai perihal ramainya rebranding The New Prabowo, Bambang Soesatyo atau yang lebih mesra disapa Bamsoet itu enggan berkomentar. Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto tersebut justru lebih ingin fokus dengan sosok Joko Widodo atau Jokowi. Oleh Bamsoet, saat ini lebih enak kalau membicarakan The New Jokowi saja.

Masih menurut Bamsoet, selama empat tahun kepemimpinan Jokowi sebagai presiden, Jokowi sukses menunjukkan citra diri yang berbeda, tentu dalam kaidah citra yang positif. Sayangnya, Bamsoet enggan menjelaskan lebih lanjut perihal perubahan-perubahan citra dalam diri Jokowi selama empat tahun memimpin Indonesia. Hmm…mau mengarang bebas ya Pak Bamsoet?

“Saya lebih senang mengomentari The New Jokowi itu adalah calon kita. Saya enggak mau nanggapi calon lain. (Citra baru) sudah berjalan kok. Apa yang dilakukan hari-hari ini ya itulah,” tegas Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, seperti dikutip oleh detik.com.

Sementara itu, beberapa parti pendukung Jokowi melontarkan kritik terkait kalimat Sandiaga Uno yang menyebut bahwa saat ini ada The New Prabowo. Para pendukung Jokowi memandang perubahan diri Prabowo akan sulit terjadi. Bahkan apabila berubah pun, usaha tersebut tidak akan ampuh untuk menjaring lebih banyak suara.

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut ada jejak digital yang akan memberatkan usaha Prabowo mengucah citra dirinya. Semua orang udah kadung mengenal karakter asli Prabowo. “Kalau maksudnya mau rebranding soal Prabowo, ya, sulit. Semua orang juga tahu karakter personal beliau. Ada jejak digital yang tidak mudah untuk dihapus.” (yms)

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2018 oleh

Tags: bamsoetGolkarjokowikopassusPilpres 2019prabowothe new jokowithe new prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.