Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
19 September 2025
A A
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)

Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya tidak tahu hukum, khususnya hukum dalam pemerintahan. Secara spesifik, hukum yang mengatur keuangan antara pemerintahan daerah dan pusat. Namun, melihat Sleman mengalihkan duit MBG untuk 27 program lainnya, saya merasa agak lega. Semoga ini memang bentuk kepedulian pemda untuk rakyatnya.

Kita sama-sama melihat kalau MBG menjadi musuh bersama. Sudah banyak orang yang memandang program ini penuh masalah. Mulai dari anggaran yang terlalu besar, banyaknya kasus keracunan, makanan yang tidak layak untuk anak yang sedang berkembang, hingga ribuan dapur fiktif.

Iklan

pic.twitter.com/pyE9ezNLjI

— Info Jateng (@Jateng_Twit) September 19, 2025

Maka, bagi saya, ketika ada yang mengalihkan duit MBG ke bentuk program lain, ada kelegaan yang saya rasakan. Meskipun entah, apakah niat Sleman ini memang ingin menggunakan uang secara tepat: dari rakyat untuk rakyat.

MBG dan ego yang terlalu tinggi dari orang tua

Kalau tidak salah mengingat, MBG adalah salah satu program andalan Prabowo. Dia membawa program ini ketika kampanye. Salah satu tujuannya, kembali kalau ingatan saya tidak berkhianat, adalah untuk menjaga gizi para siswa. Sebuah tujuan, yang tentu saja, sangat mulia.

Namun, layaknya kenyataan yang biasa terjadi. Antara janji dan wujudnya, sangat berbeda. Namanya saja pemerintah, sudah terbiasa untuk “main-main” sama rakyat. Saya pikir itu penyakit yang tidak akan sembuh sebelum dunia ini kiamat. Penguasa yang tidak mau membuka hati, pasti akan menjaga sesuatu yang sebetulnya jahat.

Mari kita melihat berbagai kasus yang terjadi di seputar MBG. Saya tidak perlu lagi merinci kasus yang terjadi. Kamu bisa dengan mudah menemukannya di media sosial. Dan, saya pikir, semuanya berasal dari ego orang tua.

Maklum, orang tua, khususnya Gen X dan sebelumnya, sangat susah untuk mengekspresikan cinta. Cinta saja susah, apalagi minta maaf. Maka, tidak mungkin pemerintah minta maaf kalau MBG jadi chaos begini. Yang ada, tahun depan, malah menambah budget untuk program aneh ini.

Sleman dan 27 program yang melegakan

“Pergeseran tersebut ditetapkan dalam APBD Perubahan 2025. Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Ibnu Pujarta, mengatakan angka tersebut digunakan untuk menjalankan program kebutuhan pelayanan publik hingga menutup defisit APBD Sleman.” Begitu tulis Kumparan.

Sleman menggunakan duit MBG untuk 27 program yang, bagi saya, cukup melegakan. Yaitu:

  1. Menutup Defisit APBD (Rp 32 miliar)
  2. Pengadaan Mebel Sekolah Dasar (Rp 1 miliar)
  3. Rehab Sekolah SD/SMP (Rp 3 miliar)
  4. Belanja Premi Asuransi Kesehatan sebesar (Rp 5,2 miliar)
  5. Stik kolesterol lansia sebesar (Rp 1,3 miliar)
  6. Konstruksi dan pengawasan Pembangunan RSUD Prambanan (Rp 1 miliar)
  7. Perbaikan Jembatan Mbawukan dan Tobongsari (Rp 1,8 miliar)
  8. Rehab Gedung Eks Dinas Pencatatan Sipil untuk Gedung BNNK (Rp 400 juta)
  9. Perbaikan Jalan (Rp 3 miliar)
  10. Pemeliharaan Masjid Agung (Rp 100 juta)
  11. Fasilitasi kepada Paguyuban Kebudayaan (Rp 651 juta)
  12. Pemeliharaan Jalan (Rp 1 miliar)
  13. Rehabilitasi Jembatan (Rp 500 juta)
  14. Rehabilitasi Embung dan Penampungan Air Lainnya (Rp 150 juta)
  15. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan (Rp 1,0 miliar)
  16. Penggantian Jembatan (Rp 300 juta)
  17. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan (Rp 300 juta)
  18. Listrik TPST (Rp 668 juta)
  19. Belanja Rekening Penerangan Jalan Umum (Rp 9,2 miliar)
  20. Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kabupaten/Kota (Rp 187,5 juta)
  21. Mediasi Penyelesaian Kasus Pertanahan dalam 1 (Satu) Daerah Kabupaten/Kota (Rp 98,3 juta)
  22. Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Teknis Umum, Inti, dan Pilihan bagi Jabatan Administrasi Penyelenggara Urusan Pemerintahan Konkuren, Perangkat Daerah Penunjang, dan Urusan Pemerintahan Umum (Rp 250 juta)
  23. Hibah kepada Masyarakat (Hibah Keagamaan) (Rp 1,6 miliar)
  24. Hibah KONI (Penghargaan Atlet) (Rp 8,5 miliar)
  25. Hibah NPC Sleman (Rp 1,6 miliar)
  26. Hibah Pramuka (Rp 500 juta)
  27. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kalurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, Limas, Karang Taruna), Lembaga Adat Desa/Kalurahan dan Masyarakat Hukum Adat (Rp 503,6 juta).

Harapan

Sebagai orang yang membayar pajak, harapan saya itu sederhana. Pertama, perbaikan total MBG. Kamu bisa melihat sendiri betapa kacaunya program ini. Jangan pertahankan ego dan minta maaf. Minta maaf itu mulia, kok.

Kedua, hentikan saja MBG. Sudah menyebabkan kegaduhan, bahkan sampai ada dapur fiktif, berarti ini program yang jahat. Hentikan saja, alihkan uangnya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Utamanya: untuk rakyat, kembali ke rakyat. Itu.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Surat Pernyataan MBG di Brebes Bikin Kesan Pemerintah Ngejalanin Program kayak Tukang Parkir Liar dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 19 September 2025 oleh

Tags: makan bergizi gratisMBGMBG Slemanprabowosleman
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.