Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

OTT KPK Kalapas Sukamiskin, Kok Inneke Koesherawati Turut Diamankan?

Redaksi oleh Redaksi
21 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen tertangkap OTT KPK dalam kasus suap dugaan pengadaan ‘fasilitas’ khusus para napi. Dalam OTT tersebut, Inneke Koesherawati pun turut diamanakan. Ada apa?

KPK melakukan OTT pada Sabtu (21/7) dini hari di Lapas Sukamiskin. Dalam OTT tersebut, KPK menangkap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen. Selain itu, KPK juga menyegel ruang tahanan mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin serta sel milik Tugabus Chaeri Wardana alias Wawan adik kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut.

Karena Fuad Amin dan Wawan tidak sedang berada di ruang tahanan, maka kedua ruang tahanan tersebut digembok dan ditempeli stiker “Disegel”, serta terdapat logo KPK dengan tulisan “Untuk Keadilan” di stikernya.

Selain itu, KPK juga menyegel sejumlah lemari dokumen di Lapas Sukamiskin dan melakukan penggeledahan di kamar suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawangsa.

Penangkapan Wahid Husen diduga terkait dengan sejumlah izin keluar lapas napi-napi Sukamiskin. Fuad Amin beberapa waktu lalu diketahui sempat membuat heboh karena ketahuan transit di sebuah rumah mewah di Bandung saat izin ke luar lapas karena sakit.

Fuad Amin, terpidana kasus suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan Madura, memang diduga sering keluar dari selnya dengan izin berobat dan kontrol kesehatan.

Menurut info dari Kalapas Sukamiskin sebelumnya, Dedi Handoko (15/2), Fuad yang dihukum 13 tahun penjara ini memang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan sudah berlangsung lama. Fuad Amin yang berusia 70 tahun ini disebut menderita vertigo, keluhan sakit jantung serta komplikasi penyakit.

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta, OTT KPK ini dilakukan karena adanya dugaan penerimaan suap Kalapas Sukamiskin terkait ‘fasilitas’ napi dan izin ke luar lapas. Ia menambahkan, modusnya selain izin keluar untuk berobat, mereka juga mendapatkan tempat lebih baik dan fasilitas lebih di ruang selnya.

Dalam penangkapan tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti terkait penangkapan. Info dari Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, ada sejumlah uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan yang diamankan sebagai barang bukti awal.

Dalam OTT tersebut, ada 6 orang yang diamankan. Keenam orang tersebut sudah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan. Selain Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, lima orang yang lain adalah Fahmi Darmawansyah (terpidana korupsi proyek satelit monitoring di Bakamla), Hendri (driver), Andri (Napi Tindak Pidana Umum), Dian Anggraini, dan Inneke Koesherawati (istri Fahmi Darmawansyah). Mereka diamankan karena diduga turut serta dan mengetahui ihwal adanya perkara dugaan suap menyuap tersebut.

Seperti ketentuan di dalam KUHP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut. Oke kita tunggu saja kabar terbaru dari KPK ya…

…apakah brand ambassador kosmetika halal ini melakukan suap yang tidak halal atau tidak? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2018 oleh

Tags: Fuad AminhukumInneke KoesherawatiKalapas SukamiskinkorupsiKPKLapas SukamiskinnarapidanaOTT KPK
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Tajuk

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.