Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mahasiswi Indonesia Diperkosa di Belanda, Polisi Kerahkan 20 Detektif

Redaksi oleh Redaksi
23 Juli 2018
A A
Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO

Ilustrasi - pekerja merenung (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang mahasiswi Indonesia diperkosa setelah sebelumnya diserang dengan rantai sepeda hingga tak sadarkan diri. Pelakunya adalah pria asing berkulit gelap di Belanda.

Berita mengejutkan dan tak mengenakkan datang dari generasi penerus Indonesia. Seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh studi di Rotterdam, Belanda, dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual oleh seseorang tak dikenal.

Terjadi Sabtu (21/7) lalu, korban diserang dan dicekik menggunakan rantai sepeda. Sebagaimana diberitakan media Belanda, mula-mula korban tengah bersepeda di pagi hari pukul 05.30 dari stasiun sentral Rotterdam ke tempat tinggalnya di Herman Bavinckstraat.

Sesampainya di rumah, korban merantai sepedanya. Naas, ia justru diserang mendadak oleh pelaku dan dicekik menggunakan rantai, sebelum akhirnya diperkosa. Diduga, pelaku biadab ini berusia 20-an dan berkulit gelap.

Pada saat kejadian, korban yang tidak berdaya melawan pelaku disebut sempat tak sadarkan diri. Warga sekitar langsung datang dan merujuk korban ke rumah sakit setelah ditemukan dengan luka serius.

Hingga kini, korban masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun demikian, pihak KBRI Den Haag menyebut bahwa korban belum bisa mereka temui langsung.

Dikutip dari Detik.com, pernyataan ini dibenarkan oleh Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, “Benar adanya peristiwa tersebut. Mahasiswi tersebut masih dalam perawatan. Pihak RS belum mengizinkan untuk dijenguk.”

Disebutkan, korban merupakan mahasiswi 20 tahunan asal Indonesia yang sedang menjalani program pertukaran di salah satu universitas di Rotterdam. Menurut media Belanda RTV Rijnmond, korban kini tengah berkuliah di Erasmus University.

Menindaklanjuti kasus di mana mahasiswi Indonesia diperkosa dan diserang secara biadab ini, polisi di Rotterdam tidak tinggal diam. Masih menurut RTV Rijnmond, mereka telah berkomitmen untuk melakukan investigasi terhadap kasus yang berlangsung. Total, 20 detektif telah dikerahkan untuk menyelesaikan kasus ini, per Senin (23/7).

Polisi Rotterdam juga melakukan langkah sigap lainnya. Mereka telah melakukan pemeriksaan TKP, memetakan rute pelaku, serta mengecek kamera pengawas. Diharapkan, langkah-langkah ini bisa membantu polisi menemukan pelaku tindakan tak berkeprimanusiaan tersebut.

Meski belum bisa menjenguk, I Gusti Agung Wesaka Puja kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim polisi Rotterdam terkait kasus mahasiwi Indonesia diperkosa dan diserang oknum tak bertanggung jawab. Hal ini didukung sepenuhnya oleh Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan, pendampingan ini tetap dilakukan dalam koridor SOP Kemlu yang berlaku. Pihaknya menghargai permintaan keluarga korban yang tidak ingin identitasnya diketahui. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2018 oleh

Tags: belandaErasmusKekerasanKuliah luar negeriMahasiswamahasiswi Indonesiapelecehan seksualpemerkosaanperkosaRotterdam
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO
Tajuk

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Cuci baju di laundry konvensional bikin kapok MOJOK.CO

Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu

15 April 2026
Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.