Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

M Taufik Kekeuh Nyaleg Walau Pernah Jadi Napi Korupsi

Redaksi oleh Redaksi
9 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – M Taufik, wakil KPUD DKI yang pernah tersangkut kasus korupsi, memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ia kekeuh maju, walau aturan KPU yang baru melarang eks koruptor untuk nyaleg di Pemilu 2019.

Masalah Pemilu 2019 ini memang tidak ada habis-habisnya memberikan cerita. Setelah terus-terusan dibanjiri berita polemik pemasangan calon presiden dan wakil presiden, kali ini cerita tentang tokoh yang siap mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tidak mau ketinggalan.

Muhammad Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sejak tahun 2014, rencananya akan kembali mendaftar sebagai calon anggota legislatif di DPRD DKI 2019. Kali ini, ia bahkan sangat percaya diri untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi di DPRD DKI itu.

Sikapnya yang sangat optimis tersebut justru dipertanyakan oleh banyak pihak. Pasalnya, Taufik yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua KPUD DKI ini pernah divonis 18 bulan penjara pada April 2004 karena tersangkut kasus korupsi. Saat itu, Taufik terbukti merugikan negara sebesar Rp488 juta dalam pengadaan barang dan alat peraga Pemilihan Umum 2004.

M Taufik yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini justru mengaku tidak terpengaruh. Ia tetap yakin berhasil lolos dalam Pileg 2019 mendatang, walaupun dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 telah diatur tentang larangan eks koruptor untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di Pemilu 2019.

Sejak aturan tersebut muncul, M Taufik memang tidak menyetujui adanya aturan tentang pelarangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg. Hal ini disebabkan ia menganggap KPU hanya sebagai pelaksana undang-undang dan bukan pembuat undang-undang tersebut. Alhasil baginya, KPU nggak berhak membuat aturan-aturan semacam itu.

Aturan KPU tersebut memang sempat mengundang kontroversi. Komisi II DPR berpendapat agar narapidana eks korupsi diberi hak politik. DPR, Bawaslu, dan Kemendagri menilai akan lebih baik jika KPU kembali ke UU Pemilu yang lama. Di aturan sebelumnya, mantan narapidana memang dapat mencalonkan diri sebagai caleg jika ia mau mengakuinya. Jadi masih dibolehkan lah, walau pernah melakukan ‘kesalahan’.

Mungkin karena merasa banyak pihak yang sependapat dengannya, ia jadi kekeuh untuk tetap mencalonkan diri menjadi Ketua DPRD DKI dari salah satu dapil di Jakarta Utara nanti.

Ya sudah, yang penting tetap semangat, ya, Pak M Taufik. Jarang-jarang loh, ada tokoh yang seoptimis Bapak. Namun, kalau memang yang terjadi tidak sesuai keinginan, misalnya KPU langsung nyoret nama Bapak, nggak boleh marah-marah loh, ya. Kan berkontribusi untuk negeri bisa lewat jalan mana saja, bukan cuma dengan jadi ‘wakil rakyat’. Bukan begitu, Pak? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2018 oleh

Tags: DPRD DKIeks koruptoreks napi korupsiM. TaufikPartai GerindraPKPU Nomor 20
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

4 Kader Baru Gerindra Selepas Sandi Hengkang, dari Iwan Bule hingga Anak Ahmad Dhani. MOJOK.CO
Kilas

4 Kader Baru Gerindra Selepas Sandi Hengkang, dari Iwan Bule hingga Anak Ahmad Dhani

28 April 2023
romahurmuziy mojok.co
Kotak Suara

Romahurmuziy Gabung PPP Lagi, Apa Pertimbangan Partai Meminang Eks Napi KPK?

3 Januari 2023
Kilas

Sohibul Iman Sentil Gerindra, Cawagub DKI dari PKS Perlu Diuji Kalau dari Gerindra Tak Perlu

30 Januari 2020
eks napi koruptor maju pilkada pileg 2020 kpu mendagri komisi II dpr ri tito karnavian mojok.co
Kilas

Diserang Banyak Pihak, KPU Akhirnya Bolehkan Eks Napi Koruptor Maju Pilkada 2020

7 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.