Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Korupsi Berjamaah, Gedung DPRD Malang Dikhawatirkan Kosong Karena Banyak yang Diperiksa KPK

Redaksi oleh Redaksi
1 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Plt Kota Malang bingung melihat banyak Anggota DPRD diciduk oleh KPK karena diduga sudah melakukan tindak korupsi berjamaah. Gedung DPRD Malang bisa kosong kalau begini ceritanya.

Melakukan kegiatan gotong-royong memang imbauan yang baik kalau dilakukan untuk hal-hal kebaikan, tapi kalau perkara kejahatan namanya sudah bukan gotong-royong lagi, tapi persengkongkolan. Hal inilah yang terjadi dengan sebagian besar Anggota DPRD Malang, Jawa Timur, setelah 22 orang diperiksa KPK terkait dugaan suap.

Sebelumnya KPK menggeledah beberapa rumah anggota DPRD Kota Malang karena diduga ada tindak kejahatan korupsi berjamaah yang dilakukan oleh para pejabat. Bahkan anggota yang tersisa pun tak luput diperiksa oleh KPK sebagai saksi.

Banyaknya Anggota DPRD Malang ini jadi keresahan tersendiri bagi Wali Kota Malang (Plt) Sutiaji ketika diperiksa oleh KPK.

“Banyak, Mas, 22 orang, dikelompokkan jadi 5 berkas. Sama persis dengan yang kemarin cuma jumlahnya banyak, harus banyak yang ditandatangani,” kata Sutiaji.

Dari 22 nama yang diperiksa KPK, tidak semuanya ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa masih berupa jadi saksi. Untuk sementara ada 18 nama Anggota DPRD malang yang sudah positif sebagai tersangka yang sedang dalam proses persidangan.

Beberapa nama Anggota DPRD Malang tersebut diduga telah menerima suap dari Wali Kota Malang non-aktif, Moch. Anton mengenai pembahasan APBD-P pada 2015. Kisaran uang suap itu diduga sebesar Rp600 juta. Uang haram ini sebelumnya sudah digunakan sebagai bukti untuk diproses oleh KPK.

Penyidik KPK masih memeriksa sejumlah pejabat di Kota Malang untuk kasus yang sudah diproses sejak Maret 2018 ini. KPK sudah menetapkan Moch. Anton dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PU-PPB) Kota Malang, Jarot Sulistyono sebagai terdakwa.

Menyadari bahwa bisa saja Gedung DPRD Malang bakal “kosong” karena sebagian besar anggotanya diperiksa KPK, Sutiaji mengaku bingung dengan kinerja ke depan Pemerintahan Kota Malang.

“Saya nyinggung gini di luar pemeriksaan. Ini nanti ceritanya Kota Malang gimana? Kalau sudah tidak ada DPR-nya? Saya kan wajar bertanya, karena yang jabat Plt kan saya,” ujarnya seperti diberitakan merdeka.com.

“Ke depan ini saya dilantik, terus kerjanya model seperti apa? Sudah nggak ada orang, berarti APBD-nya 2018, berarti banyak hal yang harus dipikirkan,” kata Sutiaji yang baru resmi menjabat pada 20 September 2018.

Perlu diketahui, jumlah total Anggota DPRD Malang ada 45 orang. Bila dihitung karena 22 diperiksa KPK, maka hanya tersisa 13 orang saja. Dengan jumlah segitu, tentu Sutiaji merasa bingung menjalankan pemerintahan karena “diwarisi” perangkat yang sudah compang-camping begini.

Uniknya, ada kisah lucu dari 15 Anggota DPRD Malang yang mengembalikan duit korupsi begitu diperiksa oleh KPK dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Barangkali ingin mendapat keringanan hukum, ke-15 pejabat ini buru-buru kasih uang ke KPK sebagai bagian dari pengembalian barang kejahatan.

“Hingga saat ini ada 15 tersangka yang mengembalikan uang dengan total pengembalian Rp187 juta,” kata Febri Diansya, Kabiro Humas KPK.

Iklan

Ealah, enak betul duit korupsi dibalikin begitu kalau sudah tersangka? Mau meniru caranya La Nyalla Mattalitti dan Idham Samawi ya? Yang balikin duit korupsi lalu bisa bebas dari tuduhan dan melenggang bebas keluar dari penjara? (K/A)

Terakhir diperbarui pada 1 September 2018 oleh

Tags: DPRD MalangFebri DiansyaIdham SamawikorupsiKPKla nyalla matalittiMalangpltsuaptersangkawakil wali kotawali kota
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.