Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna, Unpad: Harus Berdampak!

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Agustus 2026
A A
Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Ilustrasi - riset kampus dari mahasiswa hanya jadi debu. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jutaan penelitian dari kampus terbit setiap tahun, tapi dampaknya seolah tak terlihat. Bukan tak mungkin, riset kampus di Indonesia kini cuma jadi sampah ilmiah. Hal ini pun mendorong rektor Universitas Padjajaran (Unpad) untuk menciptakan ekosistem riset yang berorientasi pada pemecahan masalah. 

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencatat Indonesia meluluskan sekitar 1,3 juta mahasiswa program sarjana setiap tahun. Sebelum mendapat gelar tersebut, hampir seluruh lulusannya setidaknya wajib menghasilkan satu naskah skripsi atau penelitian sebagai syarat kelulusan.

Iklan

Secara tidak langsung, jutaan karya ilmiah pun dicetak, disimpan di rak-rak perpustakaan hingga berdebu, atau dimasukkan repositori kampus dengan akses yang dibatasi.

Angka itu, belum termasuk jurnal-jurnal ilmiah yang diwajibkan kampus kepada profesor atau para pengajar dengan harapan bisa menaikkan rangking kampus.

Alih-alih mengejar kuantitas, Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Arief Sjamsulaksan Kartasasmita berharap mahasiswanya dapat memperkuat substansi riset mereka agar berdampak di kehidupan.

Riset kampus harus berdampak

“Penelitian tidak boleh hanya untuk lulus saja, tapi bagaimana penelitian (riset kampus) itu bisa memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat,” tegas Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dikutip dari laman resmi Unpad, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya di acara “Rektor Menyapa: Dari Tugas Akhir ke Dampak” itu, dia menegaskan Unpad harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjunjung tinggi etika akademik.

“Ini terlihat mudah, tapi bukan sesuatu yang sederhana untuk dilakukan,” ucapnya kepada mahasiswa baru pascasarjana di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung pada Selasa (11/8/2026).

Lebih dari sekadar berfokus pada teori atau menerapkan metode deep learning, Arief berharap riset kampus dapat memenuhi unsur etis dan berdampak. 

Dua prinsip tersebut, kata dia, harus menjadi fokus pengembangan ekosistem riset di Unpad. Dengan begitu, lahirnya riset kampus tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nyata di masyarakat. 

Tantangan dalam menghasilkan riset kampus berdampak

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti kecerdasan buatan (AI), Arief tak menampik akan muncul godaan kepada mahasiswa untuk mengabaikan etika penelitian. 

Sebab dengan teknologi tersebut, mahasiswa dapat lebih mudah mengakses informasi maupun data. Belum lagi tuntutan waktu yang relatif singkat, membuat mahasiswa menghasilkan skripsi atau riset kampus yang ala kadarnya. 

Oleh karena itu, Arief mengembangkan ekosistem riset di Unpad yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan masyarakat, agar penelitian yang dihasilkan tetap berdampak dan beretika. 

“Ekosistem ini didukung oleh kebijakan dan regulasi, sistem pendanaan, sistem pembimbingan dan mentoring, serta sistem publikasi bertanggung jawab yang mengedepankan etik,” ujar Arief. 

Iklan

Fasilitas penunjang di Unpad

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Rizky Abdulah mengatakan mahasiswa berperan penting dalam pengembangan riset kampus di Unpad.

Setiap tahun Unpad menghasilkan sekitar 2.500 publikasi terindeks Scopus, dengan sekitar setengahnya terbit pada jurnal kuartil pertama (Q1). Pada tahun lalu, sebanyak 936 publikasi di antaranya menempatkan mahasiswa sebagai penulis pertama. 

“Unpad ingin menciptakan ekosistem di mana mahasiswa hanya berfokus pada risetnya. Untuk itu kami menyiapkan fasilitas sebagai privilege yang dapat dimanfaatkan, tapi privilege ini datang dengan kewajiban untuk bertanggung jawab,” kata Rizky. 

Rizky menjelaskan bahwa Unpad menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan riset kampus mahasiswa, mulai dari akses jurnal dan basis data penelitian berbayar, layanan pengurusan ethical clearance, pelatihan dan lokakarya nasional maupun internasional, hibah riset, beasiswa, hingga kerja sama penelitian. 

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses ke platform pemeriksa plagiarisme, bantuan article processing charge (APC), layanan proofreading dan penerjemahan, serta pendampingan pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) dan paten. 

Kunci menghasilkan riset kampus berdampak

Peraih beasiswa Habibie Award, Rovina Ruslami berujar membuat penelitian yang berkualitas, berintegritas, dan berdampak sejatinya memang tidak mudah. Namun, sebagai sivitas akademika, mahasiswa harus melakukan yang terbaik.

“Butuh komitmen untuk melaksanakannya,” ucap Guru Besar Farmakologi Unpad sekaligus Kepala Unit Riset Klinis (Clinical Research Unit atau CRU) Unpad tersebut. 

Mahasiswa Magister Manajemen Unpad, M. Rezky Achyana turut menyarankan agar mahasiswa lebih peka terhadap berbagai persoalan di lapangan. Dengan begitu, ide dan solusi bagi masyarakat akan muncul. 

“Riset kampus yang berkelanjutan jangan sampai hanya selesai di tulisan saja, tetapi bagaimana bisa menghasilkan dampak,” kata Founder dan CEO Parakerja itu yang namanya sempat masuk ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia itu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Riset Kampus di Indonesia Cuma Jadi Sampah Ilmiah, Alarm Serius buat Binus hingga Unair yang Masuk Daftar Red Flag atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2026 oleh

Tags: ekosistem riset kampuskualitas skripsipenelitian mahasiswapublikasi ilmiahriset berdampakriset kampusriset perguruan tinggiuniversitas padjajaranunpad
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO
Sosok

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Liputan

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

28 Januari 2026
Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO
Kampus

Universitas di Indonesia Ada 4.000 Lebih tapi Cuma 5% Berorientasi Riset, Pengabdian Masyarakat Mandek di Laporan

18 Desember 2025
Jatinangor Town Square Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Unpad, WiFi Gratisnya Bantu Rampungkan Skripsi yang Mandek.MOJOK.CO
Catatan

Jatinangor Town Square Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Unpad, WiFi Gratisnya Bantu Rampungkan Skripsi yang Mandek

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna, Unpad: Harus Berdampak!

13 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.