Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Di Hari Tani Nasional 2018, Mahasiswa Pingsan Saat Unjuk Rasa

Redaksi oleh Redaksi
24 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua DPRD NTB meminta Kapolda NTB melakukan penyelidikan terkait aparat polisi yang terlibat aksi baku hantam dengan mahasiswa.

Hari Tani Nasional 2018 jatuh pada hari Senin (24/9) dan menjadi momen aksi bagi beberapa pihak, termasuk ratusan mahasiswa. Aksi unjuk rasa ini terjadi pula di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Barat oleh kelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Raya NTB. Pada tuntutannya, para mahasiswa berharap pimpinan DPRD dapat hadir menemui mereka.

Sayangnya, aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Tani Nasional 2018 ini justru berakhir ricuh. Pasalnya, tak ada satu pun anggota dewan yang keluar dari gedung dan menemui mahasiswa. Usut punya usut, di dalam Gedung DPRD NTB, para anggota dewan tengah mengikuti acara penyampaian visi dan misi Gubernur.

Kehabisan kesabaran, mahasiswa yang berunjuk rasa langsung melompati tembok demi dapat memasuki halaman DPRD. Dihadang oleh polisi dan satpam, mahasiswa yang lain justru nekat mencoba kembali menerobos masuk sehingga aksi baku hantam tak terelakkan terjadi.

Akibat aksi kekerasan ini, seorang mahasiswa jatuh pingsan. Tak hanya dari pihak pengunjuk rasa, seorang polisi pun harus terkena bogem mentah mahasiswa yang merasa marah karena dihalau masuk menembus keamanan.

Adapun tuntutan kelompok BEM Raya NTB ini memang berfokus pada sektor pertanian, seperti:

1. mendesak pemerintah meningkatkan produktivitas dan daya saing produk pertanian lokal,

2. meminimalisasi impor bahan pangan, serta

3. mendesak pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternatif ekspor dan mengurangi impor.

Dalam aksi yang berujung ricuh tersebut, Ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda akhirnya menemui para mahasiswa dan menjanjikan diri akan menyampaikan tuntutan tadi kepada pemerintah pusat. Tak lupa, ia juga meminta Kapolda NTB melakukan penyelidikan terkait aparat polisi yang terlibat aksi baku hantam dengan mahasiswa.

Tak berbeda jauh, aksi unjuk rasa menyambut Hari Tani Nasional 2018 juga digelar di depan kantor Gubernuran Kaltim oleh aliansi mahasiswa Universitas Mulawarman. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik-konflik agraria.

Mahasiswa yang beraksi juga menyayangkan adanya impor beras oleh pemerintah padahal Indonesia memiliki kemampuan produksi beras mencapai 2,9 juta ton, sebagaimana dilansir dari data Bulog. Dengan ketersediaan sebesar itu, kebutuhan nasional semestinya dapat tercukupi untuk 3-4 bulan ke depan.

Adapun tuntutan mahasiswa Universitas Mulawarman di Hari Tani Nasional 2018 secara umum adalah:

1. mendesak pemerintah mengeluarkan data yang valid terkait ketersediaan pangan dari tingkat regional maupun nasional,

Iklan

2. mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang ada di Kaltim,

3. mendesak pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk lokal pertanian serta meminimalisir impor bahan pangan,

4. mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar petani di Kaltim,

5. mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah perhutanan sosial yang ada di Kaltim, dan

6. mendesak pemerintah untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa dan petani. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 24 September 2018 oleh

Tags: DPRD NTBHari AgrariaHari Tani Nasional 2018MahasiswapertanianpetaniUniversitas Mulawarmanunjuk rasa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong

Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan

12 Februari 2026
Jadi LO sertifikasi kerja rawan bujukan wanita simpanan

Jadi LO Sertifikasi Kerja di Jogja, Kena Modus “Eksplor Jogja” Berujung Bujukan Jadi Wanita Simpanan

12 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026

Video Terbaru

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.