Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sidang MK Hari Ini Akhirnya Membuat Jokowi Menangis

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
21 Juni 2019
A A
Sidang MK Hari Ini Akhirnya Membuat Jokowi Menangis
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sidang sengketa Pilpres di MK hari ini boleh jadi adalah sidang yang akan sangat diingat oleh capres Jokowi. Pasalnya, pagi ini, sembilan hakim agung MK memutuskan bahwa semua kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematif, dan masif oleh kubu Jokowi yang dituduhkan oleh kubu Prabowo ternyata terbukti.

Upaya tim hukum Jokowi-Ma’ruf yang menghadirkan Candra Irawan dan Anas Nashikin sebagai saksi serta Prof Edward Omar Syarief Hiariej dan Dr Heru Widodo sebagai ahli dalam sidang hari ini ternyata tak banyak membantu.

“Hakim memutuskan bahwa memang terdapat kecurangan yang terstruktur, sistematif, dan masif, dengan pembuktian berupa NIK tidak terdaftar sejumlah lebih dari tujuh juta, atau lebih dari sepertiga selisih suara antara Jokowi dan Prabowo,” terang hakim MK.

Ruang sidang langsung bergemuruh. Pendukung kedua kubu sama-sama berteriak. Pendukung kubu Jokowi berteriak protes, sedangkan pendukung kubu Prabowo berteriak menunjukkan dukungannya terhadap putusan hakim. “Hidup hakim, hidup konstitusi, hidup rakyat!!!” teriak mereka.

Anggota tim hukum Jokowi-Ma’ruf, Luhut Pangaribuan pun langsung menghubungi Jokowi agar segera merapat ke gedung MK tempat sidang berlangsung.

Jokowi, dengan ditemani beberapa staf kepresidenan, termasuk juga Mensesneg Pratikno dan komandan Paspampres Maruli Simanjuntak, langsung bertolak ke gedung MK. Padahal sedianya, sore ini, Jokowi harus rapat mendadak dengan Mendikbud membahas polemik sistem zonasi sekolah yang sempat menjadi isu nasional.

Sesampainya di gedung MK, Jokowi buru-buru masuk. Ia tak menghiraukan para wartawan yang langsung mengerubungi dan berusaha menghalangi jalannya. Di pintu masuk gedung MK, Luhut tampak sudah menunggu. Para Hakim berdiri menyambut sang Presiden yang dalam sidang sengketa tersebut statusnya merupakan calon presiden, bukan presiden.

Luhut langsung memeluk Jokowi.

“Maaf, Pak. Ternyata memang ada kecurangan dalam proses pemilu kemarin. Hakim memutuskan Prabowolah yang kelak berhak dilantik jadi presiden.” kata Luhut.

Jokowi dengan mata berkaca-kaca tampak tegar. Sembari mengokohkan pundak Luhut, ia berkata “Nggak papa, Pak Luhut, memang sudah begitu jalannya. Kita harus menghormati putusan Hakim.”

Walau terlihat tegar dan menerima putusan hakim, namun Jokowi tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia terlihat nangis mimbik-mimbik.

Saat Jokowi menangis mimbik-mimbik itulah, dari belakang, muncul Ketua MK Anwar Usman. “Selamat Ulang tahuuuuuun!!!” katanya sembari membawa nampan dengan kue tart di atasnya lengkap dengan lilin angka 58.

Lagu ‘Selamat Ulang Tahun’-nya Jamrud langsung berkumandang.

Seluruh peserta sidang termasuk para saksi langsung berteriak kompak, “Yeeeeee, selamat ulang tahun, Pak Jokowi!”

Iklan

Jokowi langsung tertawa. “Ah, kalian ini…” katanya pada para hadirin.

Jokowi lantas berbisik pada Luhut. “Hut, Luhut. Kamu itu mbok ya inget, aku ini presiden, bukan Reza Arap atau Atta Halilintar.”

Ah, andai saja kisah di atas benar-benar terjadi.

Selamat ulang tahun, Jokowi. 

Terakhir diperbarui pada 19 November 2019 oleh

Tags: jokowiLuhut Panjaitan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.