Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Salah Paham Goblok di WC Kereta Api

Ilustrator Mojok versus tokai yang belum disentor!

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
28 November 2021
A A
Kereta-Api-Refleksi-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – WC Kereta api kerap meninggal cerita-cerita unik. Dalam beberapa hal atau peristiwa khusus, kadang yang terjadi adalah cerita goblok.

WC adalah salah satu tempat paling intim di dunia. Seperti portal dimensi bikinannya Doctor Strange yang bisa membawa ke alam lain, WC pun kerap jadi tempat kontemplasi yang menjanjikan untuk bisa pergi (baca: pikirannya doang ya) ke alam lain.

Persoalannya, hal-hal menawan itu baru bisa terjadi kalau kita berada dalam keadaan yang stabil. Maksudnya kondisi WC cukup stabil. Tidak seperti WC kereta api yang penuh ancaman mawut di sana-sini. Terutama guncangan demi guncangan yang kerap mengancam harga diri.

Ini belum dengan memasukkan persoalan umum yang kerap terjadi di WC umum, yakni perkara macet, air berhenti, gayung tidak ada (ini serem sumpah), bahkan sampai sebuah kejadian yang diderita oleh teman saya, sebut saja Ega Fansuri (emang namanya itu sih).

Sebuah cerita goblok di kereta api. Dan ini cerita beneran.

Ceritanya, Ega sedang mau boker di WC kereta api. Perutnya tidak begitu nyaman karena (mungkin) habis makan makanan haram. Sesampainya di dalam WC kereta api, yang penuh dengan ancaman getaran-getaran gempa Nepal itu, Ega mendapati sesuatu yang di luar ekspetasinya.

“Anjirt, Bangsat, ini siapa yang habis pakai nih!” Ega ngomel-ngomel karena dalam lubang kloset WC kereta api itu masih ada yang kemambang alias ada tokai yang belum disentor.

Dalam keadaan berguncang hebat di dalam kereta api yang lagi jalan. Perut Ega yang tadinya sudah kepengin boker tak terasa kebelet lagi. Semua gerak peristaltik kebalik terjadi di usus Ega. Entah kenapa, hasratnya boker hilang seketika.

Fokus waktu dan tenaga Ega pun dihabiskan untuk menghilangkan tokai orang lain yang masih mengawasi Ega di dalam WC kereta api itu. Disentorlah berkali-kali itu lubang kloset.

Sial, meski menggunakan cara paling halus sampai yang paling kasar, sentoran air dari Ega itu tak membuahkan hasil. Tokai itu masih aja nantangin dan tak masuk-masuk ke lokasi yang seharusnya.

Hampir 10-an menit Ega harus bertarung dengan tokai orang lain itu dan dia sebentar lagi sudah dalam mode frustasi. Akhirnya, karena sayang nggak ngeluarin apa-apa padahal udah kerja sekeras itu, akhirnya Ega tetap kencing juga di lubang WC itu.

Sampai kemudian…

Tok! Tok! Tok!

Ada suara orang yang mengetuk pintu dari luar.

Iklan

Mendengar ada yang sedang antre WC kereta api di luar, Ega semakin panik. Dia masih tetap berusaha mencari cara agar itu tokai bisa masuk dan tidak mengganggu pemandangan seperti itu.

Namun apa daya, setelah mencoba sekuat tenaga menyentor terus-terusan, akhirnya Ega pasrah juga.

“Ah, paling yang antre bapak-bapak,” kata Ega dalam hati, “Tinggal aku jelasin, paling juga blio ngerti.”

Modyar-nya, begitu pintu WC kereta api dibuka, orang berikutnya yang akan masuk adalah seorang mbak-mbak perempuan cantik yang wangi. Ega yang awalnya ingin menjelaskan soal problem rumit di dalam tadi, malah kelupaan karena malah refleks senyam-senyum goblok tidak jelas.

Si mbak-mbak yang antre ini pun tak peduli dan masuk begitu saja, meninggalkan Ega yang masih berusaha bersikap ramah dan semanis mungkin.

Pintu WC kemudian ditutup. Seketika itu juga, Ega baru sadar. Hipnotis keramahannya menghilang. Ia baru saja alpa menjelaskan perkara urgensi ke mbak-mbak tadi.

Namun sayang sekali, pintu WC kereta api yang berat itu sudah ditutup, Ega sudah tidak lagi berpeluang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di alam WC kereta api itu. Mau pakai sumpah pocong kek, mau sumpah apapun, posisi Ega bakal disalahpahami sebagai orang yang boker tanpa mau nyentor kembali.

Tak sampai dua detik, dari dalam WC kereta api itu, terdengar teriakan kencang sekali…

“Anjirt, Bangsat, ini siapa yang habis pakai nih!”

BACA JUGA Hal-hal Menyeramkan yang Bisa Terjadi Ketika Kamu Sedang Boker dan tulisan ESAI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2021 oleh

Tags: belum disentorkereta apiwc kereta api
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO
Sehari-hari

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO
Urban

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.