Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Idrus Marham Menteri Sosial dan Sejumlah Catatan dari Reshuffle Kabinet Jilid 3

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
17 Januari 2018
A A
Reshuffle-Kabinet-Jokowi-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Idrus Marham, Moeldoko, dan Teten Masduki adalah nama-nama yang muncul di reshuffle jilid 3.”

Siang ini (17/1/2018) Presiden Jokowi melantik sejumlah orang baru untuk mengisi Kabinet Kerja. Ini adalah reshuffle Kabinet Kerja yang ketiga.

Wajah baru yang nggak baru-baru amat itu adalah Sekjen Golkar Idrus Marham yang kini menjabat menteri sosial menggantikan Bu Khofifah yang resign karena maju di pilkada Jawa Timur.

Kemudian Jenderal Moeldoko, panglima TNI 2013-2015 dan wakil ketua umum DPP Partai Hanura, yang dilantik sebagai kepala staf presiden.

Selanjutnya ada Agum Gumelar yang masuk ke Dewan Pertimbangan Presiden, serta Teten Masduki, kepala staf presiden sebelumnya yang kini digeser menjadi komandan staf khusus presiden.

Selain itu, Jokowi juga melantik Kepala Staf Angkatan Udara baru, Marsekal Madya Yuyu Sutisna. Yuyu Sutisna mengisi jabatan yang ditinggalkan Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjadi panglima TNI.

Beberapa catatan yang bisa disarikan dari reshuffle kabinet ketiga yang tumben-tumbennya tidak didahului dengan gosip dan kehebohan ini antara lain:

Pertama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang Desember kemarin dipilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar tidak dicopot. Dugaan Airlangga akan diganti karena publik mengingat Jokowi pernah mengatakan tidak ingin menterinya merangkap jabatan. Alasan Jokowi tidak mengganti Airlangga karena dengan masa jabatan tinggal setahun, tidak efektif bila sampai harus mengganti menteri dengan urusan sevital perindustrian.

Kedua, hal sebaliknya terjadi pada Idrus Marham. Ia akan mundur dari posisi Sekjen Partai Golkar agar tidak merangkap jabatan.

Ketiga, haters Teten Masduki kecewa karena meskipun ia dicopot dari posisi kepala staf presiden, posisi barunya sebagai komandan staf khusus presiden (entah ini jabatan aslinya emang ada apa nggak sih?) membuatnya makin dekat dengan Jokowi.

Keempat, lover Menteri Susi menghela napas lega karena Menteri Susi masih aman. Juli tahun lalu, menjelang reshuffle jilid 2, nama Menteri Susi sempat digosipkan masuk dalam daftar menteri yang diganti, walau kemudian tidak terjadi.

Kelima, rekor pejabat dengan rekam jejak posisi terbanyak di kabinet Jokowi masih dipegang Luhut Binsar Pandjaitan. Kalau Anda lupa, beliau ini pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Menkopolhukam, Menko Bidang Kemaritiman, dan pelaksana tugas Menteri ESDM. Semoga sopir Pak Luhut nggak bingung hari ini dia harus nyetir ke kantor yang mana, amin.

Keenam, dengan masuknya Idrus Marham ke kabinet, komposisi orang partai di kabinet tidak banyak berubah. Selain orang Golkar dan Hanura yang dulunya satu kini jadi dua, sisanya masih tetap. Kompisisi asal partai dari pejabat di Kabinet Kerja saat ini, yakni:

  1. PDIP (4 menteri, 1 sekretaris kabinet),
  2. Nasdem (2 menteri, 1 jaksa agung),
  3. PKB (3 menteri),
  4. Golkar (2 menteri),
  5. Hanura (1 menteri, 1 kepala staf kepresidenan),
  6. PPP (1 menteri),
  7. PKPI (kepala BIN), dan
  8. PAN (1 menteri).

Terakhir diperbarui pada 6 April 2018 oleh

Tags: idrus marhamjilid 3kabinetMoeldokoreshuffleteten masduki
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

jokowi king maker mojok.co
Kotak Suara

Pakar Politik UGM: Angkat Relawan Jadi Menteri, Siasat Jokowi Buat Tetap Jadi ‘King Maker’

23 Juli 2023
pk demokrat mojok.co
Kotak Suara

Babak Baru AHY vs Moeldoko: Ingin Jegal Pencalonan Anies?

4 April 2023
reshuffle kabinet mojok.co
Kotak Suara

Wacana Reshuffle Kabinet Memanas, Bikin PDIP-NasDem Adu Mulut

27 Desember 2022
Politisi diangkat Jokowi jadi menteri
Politik

Perbanyak Politisi di Kabinet, Jokowi Dianggap Ingin Lebarkan Pengaruh Politik

17 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

14 April 2026
Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Cuci baju di laundry konvensional bikin kapok MOJOK.CO

Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu

15 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.