Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Obrolan Prabowo dan Jokowi yang Semakin Hari Semakin Menyebalkan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
17 November 2018
A A
Skor Seri: Jokowi Salah Sebut Al-Fatihah, Prabowo Salah Sebut Gelar Kanjeng Nabi

Skor Seri: Jokowi Salah Sebut Al-Fatihah, Prabowo Salah Sebut Gelar Kanjeng Nabi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah anda punya pikiran yang sama dengan saya atau tidak, namun saya berpikir kalau masyarakat kita sekarang ini rasanya terlalu jauh ngurusi soal politik, utamanya soal presiden, lebih utamanya lagi, soal Prabowo dan Jokowi.

Ini jelas punya hubungan yang besar dengan perkembangan dunia media sosial yang membuat orang-orang bisa dengan mudah mengakses informasi, dan bahkan ikut menjadi bagian dari informasi itu sendiri.

Sosial media membuat banyak orang mampu mengemukakan argumennya tentang banyak tema, dari tema keseharian, pendidikan, fashion, agama, sampai yang kerap menjadi masalah bagi banyak orang: politik.

Nah, pembahasan politik di sosial media ini menjadi hal yang kelihatannya cukup krusial. Politik dulu menjadi hal yang tampak sangat mewah, tinggi, sangat langit. Dan itu buruk, sebab ia menjadi terasa sangat eksklusif.

Namun, ketika politik menjadi hal yang konsumtif, mudah ditemukan, mudah dibicarakan, egaliter, dan sangat bumi, rasanya ia tak jauh beda buruknya.

Rasanya menyenangkan melihat banyak orang paham dengan politik, paham soal partai, paham soal kubu, paham soal calon presiden, paham soal pilpres, dan paham akan hal-hal yang menyertainya. Namun yang tak bisa dipisahkan dari itu, orang-orang juga menjadi tampak menyebalkan, sebab kemudian justru hal-hal yang berkaitan dengan politik itulah yang ia bicarakan terus-menerus.

Hampir semua hal besar di media yang saya baca selalu saja punya sangkut yang erat dengan perhelatan kontestasi politik elektoral. Dan itu menyebalkan.

Bicara soal kecelakaan pesawat, dikaitkan dengan kondisi transportasi, kemudian dihubung-hubungkan dengan infrastruktur, dan ujung-ujungnya Jokowi.

Bicara perang, kemudian disangkutpautkan dengan kehebatan TNI, kemudian dihubungkan dengan Kopasus, eh ujung-ujungnya ke Prabowo juga.

Nonton film Hanum Rangga, ujung-ujungnya sampai Prabowo, nonton film A Man Called Ahok, ujungnya-ujungnya soal Jokowi.

Pokoknya semua tema selalu saja bisa ditarik menjadi Prabowo-Jokowi.

Dan jujur, itu bikin muak.

Di grup whatsapp, saya berkali-kali menemukan postingan yang isinya saling menyerang satu sama lain antara kubu pendukung Jokowi dan kubu pendukung Prabowo. Padahal saya paham betul, si pendukung Jokowi dan si pendukung Prabowo ini adalah dua orang yang saling kenal baik dan cukup akrab. Entah kenapa, ketika membicarakan soal calon presiden, keduanya bisa tampak saling membenci.

Kehidupan memisahkan banyak, sosial media menyatukannya, dan politik memisahkannya kembali.

Iklan

Tentu saya suka banyak orang melek politik, namun saya merasa jauh lebih suka kalau orang-orang nggak melek-melek amat soal politik.

Ini sama seperti saya menganggap bahwa warga negara yang paham hukum itu bagus, tapi kalau setelah paham hukum kemudian dikit-dikit lapor polisi, dikit-dikit lapor polisi, bahkan hanya karena urusan yang sepele, rasanya kok ya esensi paham hukum itu jadi nggak bagus lagi.

Saya suka orang-orang paham soal Jokowi dan Prabowo, tapi kalau kemudian hal tersebut membuat semua sendi kehidupan menjadi melulu soal Jokowi dan Prabowo, tentu rasanya muak juga.

Dan sayangnya, itu sekarang sedang terjadi, entah sampai kapan.

Agaknya benar apa kata orang: Di negara lain, presiden itu mikir rakyatnya, di Indonesia sebaliknya, rakyatnya yang mikir presiden.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2018 oleh

Tags: jokowiprabowopresiden
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.