Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Muntilan Menang Soal Kuliner dari Magelang karena Punya Sop Empal Bu Haryoko

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
7 Agustus 2025
A A
Muntilan Menang Soal Kuliner dari Magelang karena Punya Sop Empal Bu Haryoko

Muntilan Menang Soal Kuliner dari Magelang karena Punya Sop Empal Bu Haryoko (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selain dikenal karena Candi Borobudur dan alamnya, Magelang juga terkenal karena kulinernya yang enak-enak. Tetapi di balik itu semua, hanya ada satu kecamatan kecil yang berhasil mencuri perhatian penikmat kuliner. Kecamatan yang saya maksud adalah Muntilan dengan kelezatan kuliner legendarisnya, Sop Empal Bu Haryoko.

Sop Empal Bu Haryoko berbeda dari kebanyakan sop daging. Jika biasanya sop daging penuh aneka sayuran dan menggunakan bumbu rempah kuat, sop empal Muntilan satu ini tampil minimalis. Seporsinya hanya berisikan empal daging, bihun, kol, dan kuah bening yang rasanya segar. Tetapi justru kesederhanaan ini melahirkan kekuatan rasa yang khas, yang membuat siapa pun ketagihan. 

Warung kecil yang jadi incaran wisatawan

Kalau kalian datang ke Muntilan, tepatnya ke Jalan Veteran No. 9, Sayangan, kalian bakal menemukan warung kecil berwarna hijau di sebelah kanan jalan. Di sanalah sop empal kebanggaan Muntilan diracik.

Meski jauh dari kata mewah, tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan tempat ini juga disambangi orang-orang terkenal seperti Dian Sastro hingga food vlogger Nex Carlos. Hal ini menunjukkan betapa masyhurnya nama Sop Empal Bu Haryoko.

Beberapa kali saya makan di sana dan selalu saja merasa takjub dengan rasanya. Katanya, empal yang digunakan direbus selama berjam-jam bersama bumbu-bumbu. Hal inilah yang membuat empal menjadi empuk dan menciptakan kuah kaldu alami yang kaya rasa. Kuah kaldu itu kemudian dimasak bersama bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, garam, gula, dan lada. 

Saat pertama mencicipi sop empal legendaris Muntilan ini, saya terkejut. Jujur saja penampilannya agak aneh. Sepiring nasi, kuah sop, bihun, dan kol disajikan dengan potongan empal di piring terpisah. Kayak nggak meyakinkan gitu. Batin saya bertanya-tanya, sop macam apa ini?

Tetapi begitu mencicipi suapan pertama, rasanya saya pengin nangis karena terharu. Soalnya daging empalnya empuk. Rasanya juga legit. Kuah yang kelihatan bening itu ternyata kaya rasa. Meski isiannya sederhana, rasanya nggak sederhana. 

Dalam hal ini, Muntilan berhasil mengungguli kota induknya, Magelang, dari sisi kuliner. Kehadiran Sop Empal Bu Haryoko bikin warga Muntilan bangga. Soalnya kuliner lokal mereka ini nggak hanya dikenal, tapi juga dicari banyak orang.

Harga Sop Empal Bu Haryoko Muntilan sebanding dengan kenikmatan yang ditawarkan

Selain rasanya yang enak, satu lagi keunggulan Sop Empal Bu Haryoko Muntilan adalah harganya yang cukup bersahabat. Seporsi nasi sop empal dihargai Rp30 ribuan. Bisa pilih mau pakai empal, paru, atau campur. Harga segitu belum sama minum dan tambahan lain seperti kerupuk, ya.

Saya pikir harga segitu worth it lah. Pembeli bisa menikmati seporsi makanan yang tak hanya lezat tapi juga bernilai sejarah. Soalnya Sop Empal Bu Haryoko Muntilan ini menggunakan resep turun temurun dan sudah ada sejak tahun 1970-an. Jadi sudah legendaris. Bandingkan dengan restoran di kota-kota besar yang kerap memasang harga tinggi tapi rasa masakannya nggak sebanding.

Selain itu, sop empal ini tetap mempertahankan cara masak tradisional dan nggak buka cabang sembarangan. Setahu saya, hanya ada satu cabangnya di Jogja, itu pun baru buka beberapa waktu lalu. Hal ini tentu demi menjaga orisinalitas rasa dan pengalaman makan yang autentik.

Muntilan, “raja kecil” kuliner sedap

Seperti yang saya tuliskan di judul, soal kuliner, bolehlah Muntilan berbangga diri. Soalnya kecamatan kecil ini ternyata menang soal kuliner ketimbang Magelang berkat kehadiran Sop Empal Bu Haryoko. Warung legendaris ini mampu mendobrak dominasi kuliner dari kota besar di sekitarnya. Sop empal kebanggaan Muntilan ini menjadi simbol keberhasilan kuliner tradisional yang tak hanya bertahan, tapi juga menang soal rasa dan popularitas.

Kalau kalian masih penasaran kenapa Muntilan layak disebut raja kecil kuliner sedap, datang saja ke sini dan cicipi sop empal legendarisnya. Saya yakin pulang dari sini kalian bakal setuju kenapa Muntilan menang soal kuliner dari Magelang.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

Iklan

BACA JUGA 5 Kuliner Magelang yang Jarang Disantap dan Dihindari Warga Lokal dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Tags: kuliner magelangkuliner muntilanmagelangMuntilanSop EmpalSop Empal Bu Haryokosop empal muntilan
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO
Kilas

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.