Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menilai Penilaian

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
25 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak yang mengatakan bahwa urusan good looking itu adalah urusan relatif. Ini tentu saja benar, sebab good looking, atau katakanlah, cakep, menarik, atau apalah, memang tidak ada parameternya.

Kita semua punya parameter tersendiri untuk menilai faktor menarik atau tidak seseorang. Tidak ada parameter yang baku. 

Dalam sebuah wawancara bersama Soleh Solihun, drummer SID, Jerinx –yang doyan minta alamat email sama banyak orang itu– mengatakan bahwa perempuan yang terlalu kurus menjadi tampak tidak menarik di matanya.

Saya pikir, itu penilaian yang lumrah. Banyak lelaki yang juga punya penilaian seperti itu. Termasuk saya. Saya menganggap perempuan yang terlalu kurus memang tampak tidak menarik. Cantik tapi kalau langsing banget serasa ada yang kurang.

Perempuan saya kira juga begitu. Untuk urusan fisik, mereka punya penilaian yang boleh jadi unik untuk menilai lelaki.

Ada perempuan, misalnya, yang sangat suka dengan lelaki yang bertato karena terkesan sangat bad boy dan pemberani. Pun ada juga perempuan yang sangat benci dengan lelaki bertato karena memunculkan kesan urakan.

Kali lain, ada perempuan yang suka pria dengan cambang, pun ada yang tidak. Ada perempuan yang suka lelaki berdada bidang dan berperut six pack ala model susu L-Men, pun ada pula yang justru lebih suka berperut dad bod dan njembling alias ala model susu Prenagen.

Penilaian ini tentu tak bisa dibenturkan dan tak bisa dibantah. Kita hanya bisa mempercayainya sebagai sebuah bentuk keanekaragaman perspektif.

Tadi sore, saya bertanya pada Prima, si perempuan bertampang Yayuk Basuki yang sebentar lagi menggantikan saya sebagai pemimpin redaksi di Mojok, tentang siapa yang paling cakep di antara seluruh personel Club Eighties. Ia menjawab dengan thas-thes tanpa tedeng aling-aling.

“Ya Lembu, lah,” kata Prima.

“Kok bisa Lembu?”

“Iya, Lembu. Coba aja kamu buka video klik ‘Gejolak kawula muda’, itu Lembu cakep banget.”

“Bukan Desta atau Vincent?”

“Enggak, Desta biasa, kalau Vincent itu tampangnya kayak blo’on-blo’on, gitu.”

Iklan

Saya tentu saja tertawa dengan jawabannya sembari membayangkan tampang blo’on itu kayak gimana.

“Kalau Keanu Reeves sama Tom Hardy, lebih cakep mana?” tanya saya lagi.

Prima tampak diam sejenak. Agaknya ia sedang berpikir keras. Dua pilihan yang saya tawarkan memang sepintas lalu terasa cukup imbang.

“Tom Hardy!” Jawab Prima setelah berpikir sejenak.

Saya melirik Dafi yang ada di sebelah saya, “Kalau menurutmu, lebih cakep siapa, Daf?”

“Yo jelas Keanu Reeves,” jawabnya.

“Iya, aku juga begitu, jelas cakepan Keanu Reeves. Kok Prima bisa jawab Tom Hardy, ya?”

Saya kemudian beralih kembali pada Prima.

“Apa yang membuatmu menganggap Tom Hardy lebih cakep ketimbang Keanu Reeves?”

“Ya gimana ya, Tom Hardy itu kelihatan lebih lakik, kelihatannya lebih sedap dipandang, lebih enak dipeluk gitu.”

Lebih lakik. Itulah jawaban yang keluar dari mulut Prima.

“Tapi, Prim,” kata saya, “Kalau soal lakik, sebenarnya ada yang lebih lakik dari Tom Hardy.”

“Siapa?”

“Luhut Panjaitan!”

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2019 oleh

Tags: lelakipenilaianperempuan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO
Kabar

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.