Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menguak Makna Kata “Lucu” yang Misterius dan Sering Diucapkan Cewek

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
30 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya bertemu seorang teman yang protes soal pacarnya gara-gara keseringan ngomong kata “lucu” tanpa ada kejelasan makna kata “lucu” itu sendiri.

Teman saya, seorang laki-laki, bertanya sambil kebingungan saat saya mengomentari sesuatu secara refleks. Katanya, “Tunggu sebentar—kamu tadi bilang ‘lucu’ itu maksudnya apa?”

Iklan

Jadi, konteksnya begini: saya bermaksud mendaftar kursus gitar selama satu bulan. Saat akan submit secara online, si teman—sebut saja namanya Yadi—memberi tahu bahwa sahabatnya bisa mengajari saya gitar dengan biaya yang lebih murah. Sistemnya pun mudah: kami bisa janjian di mana saja yang bisa dipakai untuk latihan, jadi tidak lebih merepotkan. Waktu latihannya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal bermalas-malasan yang saya punya.

Demi mendengar penjelasan Yadi, saya langsung berseru, “Ih, lucu banget, sih, temenmu buka jasa les privat, gitu!”

“Maksudku,” tuntut Yadi yang sekarang dahinya berkerut-kerut, “’lucu’ itu kan memerlukan interaksi. Kamu merasa sesuatu lucu karena kamu mendengar lelucon, misalnya. Lantas, kamu ketawa. Tapi soal les gitar? Apa yang lucu dari temanku yang buka les gitar—yang bahkan belum kamu kenal sama sekali?”

Saya nggak tahu Yadi lagi PMS atau gimana, tapi siang itu dia menuntut penjelasan soal makna kata “lucu” yang kerap ia dengar dari kaum saya—para perempuan. Ia heran setengah mati karena pacarnya pernah bilang, “Ih, bajunya lucu banget, deh, Sayang!” atau, “Gila, itu cowok lucu banget, Sayang! Tapi lebih lucu kamu, sih. Hehe.”

Bahkan, menurut Yadi, kalau ada bantal dibungkus kresek hitam saja kayaknya tetap bakal dibilang lucu, deh, sama pacarnya!

Saya berdeham—memikirkan baik-baik apakah tulisan ini seharusnya saya tulis di rubrik Versus atau di Pojokan hari ini saja. Tapi, yah, karena saya merasa topik ini cukup lucu (nah, saya pakai kata itu lagi!), saya pun memutuskan menulis hari ini—supaya Yadi lebih bisa memahami pacarnya kelak.

Jadi, sebenarnya, apa sih makna kata “lucu” itu??? Hmm???

Menurut KBBI yang sekarang sudah bisa diakses pakai aplikasi mobile, “lucu” adalah “menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka”. Jelas, makna di KBBI ini adalah makna literal. Kalau ada lelucon yang lucu, kita ketawa. Kocak. Konyol. As simple as that~

Yang jadi pertanyaan Yadi—dan kira-kira 250 juta orang lainnya—kenapa hampir semua hal dianggap lucu oleh cewek-cewek? Cowok mana yang lewat di depan mata yang kemudian pantas disebut lucu? Apakah itu berarti si cowok tadi mukanya muka pelawak dan diyakini kalau ngomong bakal mengeluarkan punchline-punchline terbaik kayak redaktur-redaktur Mojok komika-komika temennya Raditya Dika???

Jawabannya: bisa iya, bisa nggak.

Tenang, kamu nggak perlu menge-judge kami bakal menyebut cowok dengan gelar “lucu” hanya karena penampilan fisiknya yang rupawan kayak Nicholas Saputra. Nyatanya, kami bisa aja bilang “Ih, masnya lucu” karena dua hal: si cowok memang ganteng parah kelewatan, atau si cowok imut banget dan mukanya adalah tipe-tipe muka pelawak yang kalau dilihat aja udah bisa bikin pengin ketawa—atau minimal, ya, senyum-senyum, lah!

Oh, tapi jangan lupa: selalu ada kemungkinan yang lain. Bisa aja kami menyebut mas-mas tadi lucu karena kami melihat mas-mas ini memeluk kekasihnya yang sedang cemberut, atau membantu ibunya membawa belanjaan, atau mas-mas ini melempar candaan garing yang tak sengaja kita curi dengar.

Iklan

Jadi, apa intinya?

Dari satu kata “lucu”, maknanya memang banyak banget, Kak, bagi kami. Dengan kata lain…

…ya bodo amat, lah, situ bingung maksudnya “lucu” itu apa, lah wong kita aja bingung ngejelasinnya!!!!!!1!1!!!!

Tapi, lagi-lagi, demi membantu Yadi—dan kira-kira 250 juta orang lainnya—saya akan teruskan tulisan ini dengan sebaik-baiknya.

Kata “lucu” bisa kami lempar sebagai pujian—itu pasti. Sungguh, kami tidak bermaksud menertawakan seseorang lewat kata ini sampai membuatnya merasa rendah diri.

Jadi, kalau kamu kami bilang lucu, bersyukurlah, Mas, bersyukurlah!!! Meskipun kamu nggak lucu secara literal alias garing kebangetan sekalipun, kalau kami memang merasa kamulah orang yang mampu membuat kami terpana, ya kami bakal bilang kamu lucu. Gitu. Titik.

Kata “lucu” juga bisa kami jadikan semacam kode bagi ekspresi yang berbunyi “Ih, aku juga pengin!!!” secara halus. Kalau melihat baju yang bagus di saat kondisi dompet sedang tidak bagus, misalnya, kami akan refleks nyeletuk, “Astagfirullah, bajunya lucu banget, ya, Gusti, tapi kenapa harus sekarang, ya Allah, kenapa???!!!”

Apakah ini berarti kami ingin minta dibelikan barang oleh pacar? O, tunggu dulu~

Banyak orang percaya bahwa ungkapan, “Ih, sayang, bajunya/sepatunya/kalungnya lucu, deh” yang kami ucapkan di depan kekasih selalu bermakna sama dengan “Sayang, beliin aku baju/sepatu/kalung itu, dong!”. Duh, please ya, memangnya kami se-desperate itu apa sampai minta-minta lewat sistem kode-kodean???

Padahal, maksud kami bilang “lucu” itu ya sebatas karena ada perasaan ingin memiliki saja. Perkara nanti pacar bakal ambil barangnya dan bayar di kasir adalah hal yang lain—syukur alhamdulillah kalau dikasih, tapi nggak masalah sama sekali kalau nggak dilakukan. Toh, awal bulan nanti udah masuk tanggal gajian. Ya kan, Ladies-ladies yang mandiri dan inspiratif???

Hal yang sama berlaku pula saat kami melihat drama romantis dan menemukan adegan pasangan yang saling memperjuangkan satu sama lain sampai bisa bersama dan berbahagia selamanya. Seruan, “Ih, lucu banget, ya Allah” bagi kami adalah serupa doa yang bunyinya “Gusti, kapan aku bisa kayak gitu???”

Pada intinya, dear Yadi dan jutaan orang lainnya, makna kata “lucu” memang banyak sekali, tapi percayalah: ia selalu bersifat positif dan penuh harapan optimis.

“Terus,” kata Yadi, “kamu belum jawab yang tadi: apa yang lucu dari temanku yang buka les gitar—yang bahkan belum kamu kenal sama sekali?”

Saya memandang Yadi tak percaya.

“Harus banget dijawab?”

“Ya iya, lah.”

“Ya aku nggak tahu, lucu aja gitu.”

“Ya lucu kenapa?”

“Ya lucu aja, ngadain les gitar. Fleksibel pula. Kan jarang-jarang.”

“Nggak ah, banyak kok guru les gitar. Kamunya aja yang nggak update. Dan itu nggak lucu, Li.”

“Ya udah, sih, buat aku itu lucu.”

“Ya lucu kenapa?”

“Ya lucu aja, ngadain les gitar. Fleksibel pula. Kan jarang-jarang.”

“Nggak ah, banyak kok guru les gitar. Kamunya aja yang nggak update. Dan itu nggak lucu, Li.”

“Ya udah, sih, buat aku itu lucu.”

“Ya lucu kena—UDAH AH, BODO AMAT.”

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: cewekles gitarmakna kata lucupacaranperempuanraditya dika
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO
Kabar

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.