Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
22 Mei 2026
A A
Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram (Pixabay)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Melihat dolar yang merangkak naik—dan tak ada tanda-tanda menurun—bikin saya pusing. Betul saya tak terpapar dolar, tapi masalah utamanya adalah, saya mau mengajukan KPR rumah lagi.

Saya berencana menjual rumah (biadab) saya dan pindah ke rumah yang beberapa minggu lalu saya temukan. Enaknya, calon rumah saya ini bisa bebas memilih desain, dengan harga yang, menurut saya oke. Ketika harga rumah di Wonogiri sudah menyentuh 400 jutaan padahal biasa saja, saya mendapati developer yang jual rumah di angka 300, dengan luas tanah yang amat oke, dengan kualitas bangunan yang sama okenya juga.

Kebetulan juga, saya pengin cabut dari rumah sialan itu. Akhirnya saya bayar booking fee dan sudah mencicil DP. Sembari menunggu rumah saya terjual, saya mulai mempelajari skema KPR rumah yang lain. Saya mempelajari skema pembayaran berjenjang, kekurangan flat 10 tahun yang sedang saya jalani ini, serta mulai masukin beberapa barang di keranjang Shopee.

Saya juga mulai liat-liat referensi kamar mandi dan teras estetik. Pokoknya, saya jadi sibuk scrolling yang bermanfaat, serta mengutuk fakta bahwa bangun teras estetik itu butuh 40 juta. Bajingan memang.

Tapi segala mimpi saya runtuh ketika dolar mulai masuk 17 ribu, dan segala-segala kemungkinan buruk tentang ekonomi Indonesia mulai berseliweran di medsos. Dan kini, saya mulai takut pindah rumah, dan KPR rumah mungkin akan jadi keputusan terbodoh dalam hidup.

BACA JUGA: Siasat Pekerja Punya Rumah Lewat KPR, Gaji UMR Jogja Bisa Punya Hunian?

Bisanya cuma KPR rumah, mau gimana lagi

Saya yakin betul akan ada pembaca yang bilang, ngapain KPR, kenapa nggak ngontrak aja, gengsi kok digedein. Jawaban saya sih sederhana, yo ben, koe meh ngopo?

Saya punya satu pegangan, sekalipun saya tau KPR rumah, apalagi KPR tenor panjang, itu rugi, tapi setidaknya saya punya aset. Dan mungkin hanya inilah satu-satunya cara punya aset. Suatu saat jika titik hidup saya lebih baik, bisa saya lunasi. Kalian anggap itu hanyalah mimpi, ya bisa jadi. Tapi setidaknya, saya punya titik yang berusaha saya kejar dalam hidup.

Masalahnya, ketidakpastian ekonomi di negara ini bikin semua itu jadi amat kabur. Saya sudah tidak betah di rumah ini, dan saya menemukan rumah impian saya. Tapi bisa jadi hal tersebut tak akan terwujud karena hidup hari ini begitu berat. Rumah lama saya juga bisa jadi tak akan pernah laku, karena, siapa yang punya uang di masa sekarang?

Di pikiran saya yang sederhana ini, bank justru butuh orang-orang seperti saya. Orang-orang yang kendel berjudi dengan ekonomi. Utang besar ini harusnya memutar ekonomi. Singkatnya, saya, harusnya, dipermudah dan diberi kepastian yang jelas.

Tapi tidak. Semuanya begitu buram. Mau KPR rumah, rasanya mengerikan karena ketika ekonomi memburuk, biasanya bunga-bunga dinaikkan, dan orang-orang menengah meh kere kayak saya ini yang jadi korban. Padahal justru orang-orang kayak saya ini yang punya keberanian dan jadi penggerak ekonomi.

Orang-orang seperti saya yang butuh dibantu. Bukan orang yang kelewat kaya. Bukan orang yang bahkan kau potong setengah hartanya, masih punya kekayaan yang tak habis 20 tahun ke depan.

Bisnis pun menurun

Akui saja, mayoritas orang menahan uang, atau memang tak punya uang. Efek tersebut jelas: konsumsi menurun, uang tertahan, ekonomi tidak berputar. Pedagang mengeluh dagangan mereka tak laku, karena uang-uang tidak pernah sampai ke para konsumen.

Celakanya, bisnis sampingan saya, yang selama ini menghidupi saya dengan nyaman, ikut menurun. Sekarang bagaimana saya mau dapat pemasukan, jika orang-orang tidak bisa mengisi dapur mereka?

Iklan

Inilah yang bikin KPR rumah mungkin akan jadi keputusan terburuk yang saya ambil. Pada akhirnya, saya harus menerima untuk hidup di rumah yang sebenarnya tak ingin saya tinggali barang satu hari lebih lama. Rumah ideal untuk anak saya bisa jadi tak pernah terwujud.

Sayangnya, yang di atas sana, tak akan pernah merasakan seperti ini. Selama kursi mereka tak digoyang, selama kepala mereka masih diisi kabar baik dan pujian yang jelas tidak nyata itu, orang-orang menengah mepet kere macam saya, akan jadi korban.

Dan sayangnya, masa depan makin buram. Berharap hidup lebih baik, kini, mulai berangsur-angsur jadi mitos.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2026 oleh

Tags: bankekonomi makrokpr rumahkredit rumahutang bank
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Utang bank jadi penyakit kronis yang menjerat pemuda desa karena cicilan MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyakit Kronis Pemuda di Desa: Gampang Utang Bank untuk Hal Tak Penting, Cicilan Pikir Keri buat Ortu Terbebani

25 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking! promo paylater
Liputan

Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking!

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.