Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

KKN di Desa Penari Versi Ilham dan Pertanyaan di Mana Letak Desa Ini

Audian Laili oleh Audian Laili
30 Agustus 2019
A A
KKN di desa penari versi Ilham MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keutuhan cerita soal KKN di Desa Penari masih ditunggu-tunggu. Selain cerita versi Widya dan Nur, ada pula versi Ilham, kakak Ayu.

Lubang-lubang yang tidak disampaikan dalam cerita KKN di desa penari, masih memunculkan keingintahuan netizen atas sesuatu yang masih jadi pertanyaan. Banyak detektif dadakan—seperti saya—yang berusaha menemukan benang merah supaya dapat memahami cerita tersebut secara utuh.

Ah, andai semua sistem belajar-mengajar saat sekolah dulu dibikin semacam ini, tentu rasa ingin tahu setiap murid juga tinggi. Tak perlulah guru menerangkan hingga berbusa-busa. Cukup dengan sedikit sentilan, they follow their curiosity.

Selain diceritakan dengan versi Widya dan versi Nur, KKN di desa penari juga diceritakan dalam versi lain yang dianggap dapat membantu memahami keutuhan cerita ini. Karena katanya “menggambarkan secara gamblang semuanya”. Yakni cerita dari versi Ilham, Kakak Ayu. Hmmm, apa benar ia akan menggambarkan semuanya dengan lebih gamblang?

Seperti yang diceritakan di versi sebelumnya, Ilham-lah yang tahu soal tempat ini. Ia kenal dengan Pak Prabu. Lantaran Pak Prabu adalah teman dari ayah Ilham dan Ayu.

Singkat cerita dari versi ini, ternyata Ilham memang sengaja meminta adik dan teman-teman adiknya untuk KKN di desa yang sebetulnya tak terlihat oleh manusia itu. Pasalnya, ia tahu kalau Pak Prabu dan semua warga di desa tersebut jiwanya tersandera. Lantas, Ilham ingin menumbalkan Widya supaya bisa membebaskan jiwa Pak Prabu.

Akan tetapi, ternyata Widya disukai oleh penari. Akhirnya, malah Ayu yang menjadi sasaran. Hal ini bisa dilihat ketika Ayu keluar dari rumah Pak Prabu dengan selendangnya. Artinya, Ayu tidak hanya berhubungan seks dengan Bima tapi juga dengan Pak Prabu. Jadi semacam, pengin ngorbanin orang lain, tapi malah adiknya sendiri yang kena.

Kalau kamu belum membaca KKN di desa pernari dari versi Ilham, kamu bisa membacanya dengan detail di sini.

Dari cerita versi Ilham ini, bukannya merasa terpuaskan, saya justru semakin dibuat bingung. Ada beberapa pertanyaan yang muncul.

Pertama, kalau memang itu adalah cerita versi Ilham, itu artinya Ilham sudah tahu kalau desa tersebut memang tidak aman untuk manusia—khususnya manusia “tanggung” seperti usia anak-anak KKN tersebut. Namun, kenapa Ilham dari cerita versinya, ia malah seakan mengakui kalau sudah “menjerumuskan” adik dan teman-teman adiknya untuk KKN di desa penari tersebut? Apa betul hanya berniat untuk membantu Pak Prabu saja?

Kedua, kenapa Ilham bilang berniat menjadikan Widya sebagai tumbalnya? Apakah sebelumnya ia punya masalah dengan Widya?

Ketiga, ada hubungan sedekat apa antara Pak Prabu dan ayahnya Ilham? Sehingga ia sampai hati menumbalkan orang lain dan juga berpotensi menumbalkan adiknya sendiri?

Beberapa pertanyaan ini menunjukkan, kalau klaim “menggambarkan secara gamblang semuanya” dari versi Ilham, ternyata justru memunculkan semakin banyak kebingungan. Banyak plot twist yang menjadi pertanyaan baru. Tentu, plot twist tidak terduga lainnya, masih kita tunggu-tunggu.

Selain soal detail cerita yang sebenarnya terjadi, tidak sedikit yang berusaha mencari tahu soal di mana letak tempat ini sebenarnya.

Iklan

Pencarian netizen pun dimulai dengan bermodalkan inisial kota-kota yang disebutkan dalam cerita KKN di desa penari, perkiraan jarak tempuh kota ini dari kota asal, serta bahasa yang mereka digunakan. Hasilnya, ada dua kota yang menjadi perhatian, yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Ntah apakah itu memang betul, atau tidak.

Namun, tidak berhenti sampai di situ. Belum juga kota yang diperkirakan menemukan jawaban pasti, kemudian muncul banyak analisis di manakah desa yang dimaksud dengan melihat beberapa ciri yang ada di dalam cerita. Baik soal hutan, tempat pemandian sinden, petilasan, sejarah, dan mengait-ngaitkan soal kabar-kabar mistisnya sebuah daerah tertentu. Hingga kemudian, muncul beberapa “kandidat kuat” letak yang paling tepat dan paling rasional yang menjadi latar cerita ini.

Akan tetapi, sebetulnya ngapain sih kita—termasuk saya—harus mencari tahu tempat yang tepat dari asal cerita ini? Bahkan, sampai memunculkan perdebatan yang tidak perlu, hanya karena ingin menyampaikan bahwa analisisnyalah yang paling betul dan akurat untuk dipercayai.

Memangnya, kalau kita sudah tahu tepatnya desa tersebut, terus mau apa? Menghindari betul tempat tersebut? Atau malah mau datang ke sana untuk minta pesugihan? Atau hanya pengin memberi nutrisi otak yang sedang pengin tahu ini?

(((Semoga bisa kita renungkan bersama…)))

Lantaran keingitahuan yang besar dari netizen, selain muncul cerita dari versi Ilham—yang agak nggak jelas apa betul-betul cerita dari dia—netizen pun dihibur dengan cerita dari versi Badarawuhi. Mungkin, nggak lama lagi versi dari Kang Cilok, warga setempat, anak KKN lain yang nggak diceritakan di situ, atau justru DPL KKN mereka juga akan muncul.

Oke, mari kita tunggu saja~

BACA JUGA Cara Jitu Membuat Pocong Hengkang Bukan dengan Ayat Kursi atau tulisan Audian Laili lainnya

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2019 oleh

Tags: KKNkkn desa penaripenaritumbal
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Mahasiswa KKN.MOJOK.CO
Kampus

KKN Bikin Warga Muak Kalau Program Kerja Template dan Kelakuan Mahasiswanya Tak Beretika

17 Oktober 2025
KKN UMY Tidak Hanya Bisa Bikin Papan Nama MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa UMY Atasi Sampah di Laut Wakatobi dengan Stove Rocket, Bukti KKN Tidak Hanya Bikin Papan Nama

6 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana

21 April 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.