Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Ada Orang yang Begitu Ambisius Hingga Punya 13 Gelar Akademik?

Audian Laili oleh Audian Laili
18 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang dosen Universitas Tarumanagara baru saja mendapatkan gelar akademiknya yang ke-13. Kira-kira apa alasan beliau semangat banget sekolah, ya?

Jika kita bangga secara berlebihan hanya karena baru saja lulus S-1, lantas bikin acara perayaan yang terlalu hura-hura, mungkin kita perlu merasa malu karena hal tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan salah satu dosen Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta bernama Yenita. Tidak tanggung-tanggung, beliau memiliki 13 gelar akademik sekaligus.

Beliau baru saja mendapatkan gelar doktor kedua di bidang hukum dari Universitas Pelita Harapan, pada Juli lalu. Tiga belas gelar tersebut di antaranya, satu gelar sarjana, sepuluh gelar master, dan dua gelar doktor. Jadi, kalau namanya disebutkan dengan seluruh gelar akademik yang dia miliki, kira-kira akan seperti ini, Dr. Dr. Yenita, S.E., M.M., M.B.A., M.Si., M.T., M.H., M.Pd., MAK., M.E., M.Ikom., M.M.S.I.

Btw, kira-kira, Bu Yenita inget nggak ya, sama gelarnya tersebut? Atau malah punya catatan khusus dan dibuka pas lagi dibutuhkan? Hehehe.

Mungkin, tidak semua orang menganggap memiliki gelar akademik yang banyak adalah sebuah kebutuhan. Maksudnya, ya, ngapain sih, harus punya gelar akademik double-double? Kok ya, ambisius amat~

Akan tetapi, mungkin bagi beliau, ini tuh sudah dipikirkan baik-baik. Maksudnya begini, ya gelar yang beraneka ragam itu diperlukan untuk berjaga-jaga. Jadi, kalau ada lowongan pekerjaan yang hanya mengkhususkan gelar tertentu, beliau sudah siap sedia. Dan nggak perlu ribet harus kuliah dulu.

Bukankah di zaman yang serba cepat ini, menjadi multitalent adalah hal yang begitu penting? Jadi, ketika bisa menjadi pribadi yang punya kemampuan akan banyak hal, bakal aman-aman saja. Lha wong punya banyak alternatif cara untuk bertahan hidup.

Atau misalnya, hal ini dikarenakan keinginan lain. Beliau memperjuangkan gelar akademiknya sampai segitu banyaknya itu, ya memang karena pengin aja. Beliau memang senang belajar tentang berbagai hal. Jadi, soal gelar akademik yang didapatkan, sebetulnya itu sekadar bonus.

Banyak yang menganggap bahwa pencapaian tersebut karena Bu Yenita adalah sosok yang ambisius. Lha, memangnya apa yang salah dengan menjadi sosok yang ambisius? Selama yang sedang diperjuangkan Bu Yenita selama ini nggak merugikan orang lain, terus urusannya sama mereka apa?

Ya, begitulah. Terkadang keinginan untuk mengkritik dan iri memang beda tipis. Padahal kan, tinggal diapresiasi aja beres. Lha wong, setiap orang itu beda-beda. Jadi, passion satu orang ke orang yang lain, itu nggak bisa disamakan begitu saja.

Udahlah, kalau kita-kita memang lulusnya kuliahnya lama karena memang nggak passion belajar di kelas-kelas akademik, ya diakui aja. Nggak perlu malah nyinyirin sosok yang seneng belajar di kelas akademik. Kalau nyinyir sih, itu iri namanya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2019 oleh

Tags: ambisiusgelar akademikkuliah
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja MOJOK.CO
Sekolahan

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.