Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jika PAN Gabung Jokowi, Begini Kebenaran Milik Amien Rais Atas Sejumlah Diksi Kreatifnya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
27 April 2019
A A
Jokowi, amien rais, dan PAN MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beredar rumor yang menyebutkan bahwa PAN akan bergabung dengan koalisi Jokowi. lalu, bagaimana posisi Ki Amien Rais atas Jokowi sebenarnya?

Namanya juga politik. Sudah jamak terjadi, ketika subuh masih menjadi lawan sengit, menjelang maghrib, berpelukan dan udud bareng. Lawan jadi kawan, begitu pula sebaliknya. Tidak ada yang abadi di politik selain lobi dan perubahan itu sendiri. Terakhir, PAN, Jokowi, Amien Rais, dan Moeldoko berpusar dalam narasi yang menarik.

Kamis, 25 April 2019 yang lalu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menegaskan, partainya tetap konsisten berada di Koalisi Adil Makmur atau Koalisi Pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno. “Kami tetap konsisten berada di Koalisi Adil Makmur. Jangan percaya rumor,” tegasnya!

Eddy Soeparno sampai harus bikin penegasan lantaran muncul rumor yang kencang menyebut bahwa PAN akan hengkang dari barisan partai pendukung Prabowo untuk hijrah ke koalisi Jokowi. Rumor ini lahir setelah Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, bertemu dengan Jokowi di Istana Negara beberapa hari yang lalu.

Menurut Eddy, pertemuan Zulkifli dengan Jokowi dilaksanakan dalam rangka pelantikan Gubernur Maluku, Murad Ismail. Sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kata Eddy, Zulkifli juga wajar bertemu Presiden Jokowi.

Nah, yang betul-betul menggugah adalah, satu hari kemudian, atau pada Jumat, 26 April 2019, Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN), Moeldoko, menilai PAN sangat mungkin kembali berkoalisi dengan parpol pendukung Jokowi. Menurutnya, politik itu dinamis dan tidak ada yang stagnan. Perlu kamu ketahui, PAN pernah empat tahun menjadi pendukung petahana.

Ada dua hal menarik dari situasi ini. Pertama, Moeldoko menggunakan istilah “sangat mungkin”, seakan-akan jalan bergabungnya PAN sudah sangat terbuka. Meskipun kita ketahui, politik adalah soal diksi dan lip service. Kedua, bagaimana jadinya pujaan kita bersama, guru bangsa, panutan, guru yang digugu dan dituru, Ki Amien Rais?

Ketika partainya akhirnya memutuskan bergabung ke gerbong petahana, bagaimana nasib Ki Amien Rais yang saat ini memegang jabatan sebagai Ketua Dewan Kehormatan? Apakah blio harus mundur? Toh tahun lalu, lima pendiri PAN sempat mendesak Ki Amien Rais untuk mundur.

Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin pernah meminta Ki Amien Rais mundur. Ada lima alasan para pendiri PAN meminta blio mundur.

Pertama, dianggap semakin eksklusif dan tidak menumbuhkan kerukunan bangsa. Kedua, sebagai tokoh reformasi, Ki Amien dianggap bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan Orde Baru. Ketiga, menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.

Keempat, gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di Indonesia. Kelima, terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai.

Apakah Ki Amien Rais memang begitu? Hmm…kok saya nggak yakin. Nggak mungkin, tokoh yang revolusioner dalam membuat istilah-istilah menggigit bisa berlaku negatif begitu. Sebagai tokoh yang dekat dengan Allah, tidak mungkin Ki Amien ingin merusak tatanan bangsa ini. Apakah kalian tidak memikirkannya secara mendalam dan curiga, jangan-jangan, Ki Amien tengah mendorong Jokowi untuk menang Pilpres 2019 dengan segala petunjuknya?

Mojok Institute sih yakin dengan alasan itu. Sebagai Bapak Reformasi, pemikiran Ki Amien sudah jauh meninggalkan zamannya. Kita begitu tertinggal dengan segala pemikiran-pemikirannya. Blio adalah legenda, patut dibikinkan patung di Bundaran UGM atau di perempatan Jalan Kaliurang.

Kalian tidak percaya? Begini alasannya:

Iklan

Soal Nawacita dan Nawasengsara

Ki Amien Rais pernah menyebut program Nawacita Jokowi sebagai program yang gagal. Blio menciptakan isitilah “Nawasengsara”. Cakep betul. Kalau dibikin desain kaos pasti laku keras.

“Nawacita jadi nawasengsara, kemudian revolusi mental itu sampai kemana? mental yang kayak apa? jadi itu yang menyebabkan bahwa kita harus berani menerobos ke pemikiran yang lebih baru,” ungkap Ki Amin seperti dilansir oleh Tirto.

Banyak yang merundung Ki Amien karena kritikan tersebut. Banyak yang tidak bisa memahami makna tersirat dari ungkapan “Nawasengsara”. Kalian tidak tahu bukan kalau Ki Amien itu sebetulnya bukan mengkritik Jokowi tapi kita semua!

Salah satu poin dari sembilan program Jokowi yang disebut Nawacita berbunyi demikian: “Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.”

Buat kalian yang malas, kalian lah yang sedang dikritik oleh Ki Amien. Bangun pagi saja susah, apalagi mau bekerja keras. Mencuci gelas dan piring yang sudah digunakan saja berat. Bagaimana mau maju bangsa ini? Jokowi sih jelas bekerja keras, tapi kalau rakyatnya nggak mendukung ya nggak bisa dong. Itu!

Soal jin dan genderuwo

Ki Amien Rais pernah mengungkapkan bahwa di Hotel Borobudur itu banyak jin dan genderuwo. “Selain DPT harus segera dibenahi, besok penghitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin banyak genderuwo di sana,” kata Ki Amien memberikan early warning. Ini juga dianggap imajinasi belaka. Seorang yang linuwih memang selalu dianggap sok tahu dan sok bijak. Dasar kalian mamalia nggak peka.

Ini adalah pesan yang sungguh bijaksana dari Ki Amien. Blio memperingatkan para petugas KPU, sekaligus Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin bahwa ada banyak jin dan genderuwo. Kita harus banyak-banyak berdoa, berzikir, ingat kepada Tuhan supaya iman selalu kuat. Subhanallah, indahnya. Bukankah semua pemuka agama pasti mengingatkan kalian akan godaan jin? Kalau Ki Amin saja yang bilang langsung kalian serang.

Soal doa malaikat supaya Jokowi kalah

“Ya Allah, Indonesia itu punya potensi bagus, tapi pimpinannya ugal-ugalan. Tolong ya Allah, kalahkan, tentukan kalah.” Kalimat tersebut adalah usaha Ki Amien Rais meniru doa malaikat kepada Allah SWT.

“Insyaallah yang menang ditentukan Allah. Jadi malaikat-malaikat sudah lapor tiap hari, Allah sudah tahu, tanpa mereka lapor sudah tahu itu. Tiap malam (malaikat) lapor kepada Allah,” tambahnya.

Bagaimana Ki Amien tahu isi doa malaikat kepada Allah? Ya itulah bagian dari karomah dirinya. Itu hasil dari perenungan yang panjang dan lantunan doa-doa Ki Amien di sepertiga malam yang dijawab oleh Allah.

Lagipula, “guru kebatinan” tidak akan memberikan petunjuk begitu saja kepada murid-muridnya. Para murid harus mencari sendiri jawabannya, lewat proses yang panjang, lewat jalan kedewasaan batin untuk menemukan jawaban paling paripurna.

Perlu kalian ketahui, doa yang ditirukan oleh Ki Amien itu belum selesai. Begini lengkapnya:

“Ya Allah, Indonesia itu punya potensi bagus, tapi pimpinannya ugal-ugalan. Tolong ya Allah, kalahkan, tentukan kalah…”

Lanjutannya: “…Tentukan kalah, Jokowi kalah. Kalahkan sifat-sifat sombong, iri hari, dengki, dan kalahkan sifat lalai dengan kesejahteraan rakyat. Ya Allah, biarkan Jokowi kalahkan godaan untuk korupsi dan kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif. Ahh, maaf ya Allah, kalau itu untuk Pak Prabowo. Dekatkanlah persahabatan Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Demi kedamaian nusa dan bangsa. Amin.”

Mengalir deras air mata saya mendengar doa itu. Sungguh, Ki Amien Rais ini saya rasa sangat sayang kepada Pak Jokowi.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2019 oleh

Tags: Amien RaisjokowipanPilpres 2019prabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.