Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ironi PA 212 yang Sebut Pengkritik Anies Tak Bisa Move On tapi Tetep Demo Ahok

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
26 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PA 212 sebut pengkritik Anies udah hilang akal sehat karena nggak bisa move on. Padahal beberapa hari sebelumnya, mereka juga masih suka aja demo Ahok.

Wajar rasanya kalau banyak pihak melempar kritik ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, karena masalah banjir Jakarta jilid dua belakangan ini.

Bukan, bukan semata-mata karena perbedaan pilihan politik aja, melainkan karena banjir yang terjadi dari 25-26 Februari di beberapa titik di Jakarta itu seharusnya bisa lebih diantisipasi karena banjir yang sama udah terjadi dua bulan sebelumnya.

Kesibukan Anies yang malah berkutat soal pemugaran kompleks Monas dan kengototan menyelenggarakan Formule E benar-benar jauh panggang dari api.

Saat musim hujan dan laporan BMKG yang sudah mewanti-wanti curah hujan bakalan tinggi, lah kok Anies malah memugar beberapa pohon-pohon di taman Monas. Ibarat fardhu kifayah di depan mata tampak, tapi fardhu ‘ain di pelupuk mata tak tampak.

Namun, bisa jadi sebenarnya bukannya Anies nggak antisipatif dengan banjir, melainkan barangkali beliau cuma ingin mempertontonkan balapan mobil Formula E juga bisa lho tetap melaju meski berada di atas genangan air.

Masalahnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 tidak melihat kritik bertubi-tubi itu sebagai sesuatu yang penting untuk kinerja Anies Baswedan ke depan. Dengan sikap yang berapi-api, Novel Bamukmin, Ketua Media Center PA 212 menilai kalau para pengkritik Anies itu udah kehilangan akal sehatnya.

(((KEHILANGAN AKAL SEHATNYA)))

Kata Novel Bamukmin ketika diwawancarai Tagar.id, “Saya melihat mereka yang menyerang Anies Baswedan dalam masalah banjir sudah hilang akal sehatnya. Sakit hati yang sangat mendalam. Sampai saat ini belum move on.”

Tentu saja pernyataan ini tak salah-salah amat. Sebagai salah satu kelompok yang sangat mendukung Anies Baswedan dalam Pilgub DKI 2017 sampai dengan—mungkin—Pilpres 2024 nanti, PA 212 pantas merasa gerah dengan berbagai kritik tajam yang dialamatkan ke gubernur pilihan mereka.

Apalagi hasil survei Media Survei Nasional (Median) menyebutkan bahwa pendukung Gerakan 212 atau PA 212 lebih memilih Anies Baswedan ketimbang Prabowo Subianto untuk jadi presiden selanjutnya.

Alasannya, karena Anies dinilai lebih bisa dekat dengan ulama dan tutur katanya jauh lebih santun ketimbang Pak Prabowo. Meski ya kita semua tahu, hal ini sebenarnya lebih disebabkan karena Pak Prabowo udah jadi fren sama media Pak Jokowi aja sih.

Selain itu, kalau mau dilihat-lihat lagi, beberapa pengkritik Anies memang muncul dari kelompok yang dianggap “musuh” oleh PA 212.

Kritik dari Menteri PUPR misalnya, kan jelas itu menterinya Pak Jokowi. Lawan politik dong jelas. Atau kritik dari Ketua DPRD DKI Jakarta, yang menyesalkan pengurangan anggaran untuk pasukan oranye dan pasukan biru. Sosok yang merupakan politisi dari PDIP. Lawan politik juga.

Iklan

Artinya, kalau tuduhan “mereka yang menyerang Anies Baswedan” ini adalah soal beda kubu politik dan tak murni benar-benar mengkritik dengan tulus, ya tudingan ini nggak salah-salah amat dong.

Cuma ini yang rada bingung masyarakat. Kalau bener-bener PA 212 menyalahkan hanya-pihak-yang-belum-bisa-move-on-yang-mengkritik-Anies lalu ketika massa aksi PA 212 bikin demo menuntut Ahok mundur dari kursi Komisaris Utama Pertama itu namanya apa dong? CLBK?

“Kami minta dalam satu bulan, Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina,” kata Marwan Batubara, salah satu orator aksi massa PA 212 pada Jumat, 21 Februari lalu.

Alasan Marwan, PA 212 tak rela Ahok menjabat sebagai komisaris karena Pertamina itu adalah perusahaan rakyat. Padahal menurut Marwan, Ahok ini terlibat banyak korupsi ketika menjabat sebagai gubernur.

Weleh, weleh, tudingan yang sangat serius ini.

Mungkin PA 212 bukan bermaksud untuk nggak move on dari Ahok. Meski kesan yang muncul kayak gitu. Kayak mau di mana pun Ahok berada, dikejar-kejar aja terus. Kayak maling jemuran yang belum ketangkep gitu kesannya.

Diadili udah, didemo berjilid-jilid udah, dipenjara udah, mau jadi komisaris BUMN pun masih aja disuruh mundur. Dendam soal kasus penistaan agama untuk Ahok kok kayak nggak ada kelar-kelarnya yak?

Namun, sebagai kelompok murni yang menjunjung agama dengan cara lemah lembut nan santun, anti-SARA, dan anti-kekerasan, tak mungkin dong PA 212 juga sama-sama nggak bisa move on. Masak iya, sekelas mereka nggak bisa move on sih?

Kan nggak mungkin Novel Bamukmin bilang pengkritik Anies itu kehilangan akal sehatnya karena nggak move on dari Pilgub 2017, sedangkan kelompoknya sendiri jebul jauh lebih tidak move on karena masih aja doyan demo Ahok?

Walah, bakal jadi terpercik air kencing kena muka sendiri alias jarkoni dong namanya.

Soalnya kalimat Novel Bamukmin ini bisa saja dibalik dengan cara yang sangat paripurna oleh lawan politiknya. Misalnya…

“Saya melihat mereka yang menyerang Ahok sebagai Komisaris Utama itu sudah hilang akal sehatnya. Sakit hati yang sangat mendalam. Sampai saat ini belum move on.”

Ealah, kalau dibalik gitu kok jadi kelihatan kalau ternyata PA 212 dan pengkritik Anies sama-sama nggak bisa move on. Ya udah deh, mending kalian jadian aja napa sih? Pake kode berjilid-jilid segala lagi.

BACA JUGA Kejeniusan Anies Baswedan di Balik Anggaran Formula E Lebih Besar dari Anggaran Banjir Jakarta atau tulisan rubrik Pojokan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2020 oleh

Tags: ahokAnies Baswedanbanjir jakartaPA 212
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Esai

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Kabar

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Anies Baswedan.MOJOK.CO
Kabar

Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.