Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kejeniusan Anies Baswedan Di Balik Anggaran Formula E Lebih Besar dari Anggaran Banjir Jakarta

Nia Lavinia oleh Nia Lavinia
26 Februari 2020
A A
anies baswedan formula E

anies baswedan formula E

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anies Baswedan serius garap Formula E dan mengabaikan penanganan banjir yang terjadi sekarang karena solusi banjir yang sesungguhnya akan datang setelah perhelatan acara Formula E di bulan Juni nanti.

Anies Baswedan dalam beberapa hari ini kembali menjadi bulan-bulanan warga Jakarta (dan non Jakarta yang punya dendam terselubung sama dia) karena dinilai tidak serius menangani banjir yang terjadi. Anies dinilai lebih sibuk mengurusi persiapan Formula E dibandingkan dengan menyelesaikan masalah banjir.

Iklan

Kenyinyiran publik ini terjadi karena anggaran formula E lebih besar dari anggaran banjir DKI Jakarta. Di tahun 2020 ini, alokasi APBD untuk penanganan banjir hanya 1,48 triliun saja. Angka yang jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Di jaman Anies, anggaran banjir turun separuhnya dari sebelumnya mencapai Rp3,12 triliun.

Sementara itu, anggaran penyelenggaraan Formula E di RAPBD Jakarta disiapkan hingga Rp1,6 triliun. Angka itu didapatkan setelah menjumlahkan komponen pengeluaran untuk penyelenggaraan acara sebanyak Rp360 miliar untuk commitment fee, Rp305 miliar persiapan, dan Rp934 miliar untuk penyelenggaraan dan asuransi. Ada juga dana khusus yang disiapkan untuk sosialisasi dan pre-event yaitu 600 juta.

Konon, demi penyelenggaraan formula E ini, pemprov DKI sampai memotong anggaran untuk normalisasi kali Ciliwung yang semua dianggarkan Rp850 miliar jadi Rp350 miliar karena APBD mengalami defisit pada sisi realisasi pendapatan di tahun 2019.

Alig, alig, alig. Sungguh sebuah (((dedikasi))) yang tinggi untuk acara yang menjadi kontroversi.

Yha nggak kontroversial gimana, selain banyak yang menentang acara ini karena dianggap nggak etis—warga Jakarta lagi kebanjiran, tapi pemerintahnya malah fokus bikin acara. Acara ini juga bikin Monas sebagai Kawasan cagar budaya jadi harus direnovasi dengan menebang 191 pohon. Dan yang paling mengherankan, kalau main hitung-hitungan, penyelenggaraan Formula E ini diprediksi nggak mendatangkan keuntungan.

Anies bilang dampak ekonomi acara ini bisa mencapai 1,2 triliun. Artinya, meskipun sukses, acara ini tetap bikin rugi bandar sampai 400 miliar. Dari laporan khusus yang diterbitkan Malajah Tempo pun dijelaskan bahwa pihak penyelenggara selalu mengalami kerugian di tiap tahunnya.

Hmm terus kenapa dong Anies Baswedan pengin tetep menyelenggarakan acara ini?

Apa benar kalau ini adalah akal-akalan Anies Baswedan biar dapat panggung? Apa iya dia melakukan itu agar terlihat punya pencapaian besar ketika memimpin Jakarta buat dijadiin portofolio kalo doi ngelamar buat jadi Presiden—atau sejelek-jeleknya Menpora?

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Ooo tidak kawan, tidak seperti itu. Tolong jangan terjemahkan kebijakan yang dikeluarkan Anies Baswedan dengan kebijakan yang dikeluarkan Gubernur lain.

Anies itu ya, Jenius. Jadii, untuk kebijakannya tidak bisa dibaca secara literal saja. Perlu kemampuan reading behind the line untuk membaca setiap keputusan yang dia lakukan.

Kalian pernah kepikiran nggak sih kalau kengototan Anies menyelenggarakan Formula E itu karena dia merancang acara Formula E untuk menyelesaikan masalah banjir Jakarta? Nggak pernah kepikiran kan?

Anies Baswedan serius bikin acara ini dan mengabaikan penanganan banjir yang terjadi sekarang karena solusi yang sesungguhnya akan datang setelah perhelatan acara Formula E di bulan Juni nanti.

Iklan

Gini deh, biar saya jelaskan maksud Anies Baswedan yang sebenarnya kalau otak kalian nggak bisa mencerna ide besarnya.

Dengan menyelenggarakan acara Formula E nanti, Jakarta pasti akan jadi sorotan dunia ya. Ketika mereka datang ke Jakarta, atau melihat kondisi Jakarta dalam tayangan televisi, mereka akan melihat kota yang sedang mengalami banjir parah (iya, banjirnya makin parah sampai bulan Juni karena emang nggak ditangani dari sebelum-sebelumnya) lalu masyarakat dunia akan iba dengan apa yang dialami oleh Jakarta.

Keibaannya itu akan mendatangkan banyak bantuan. Lembaga Bank Dunia kemudian akan mencairkan sejumlah dana kemanusiaan dan dana hibah karena merasa berduka atas bencana yang terjadi di Jakarta.

Para ahli tata ruang dan penanggulangan bencana di seluruh dunia juga akan tergerak hatinya untuk mencari metode yang bisa menyelesaikan banjir Jakarta karena mereka beranggapan bahwa pemerintahnya tidak becus menangani itu semua.

Nah loh, Jakarta emang nggak akan dapat banyak cuan dari acara ini, tapi, satu yang tidak dipikirkan para ahli di mana pun, Jakarta akan dapat banyak bantuan dan uang tambahan yang dikirimkan warga dunia karena tidak tega melihat penderitaan yang dialami warga Jakarta.

WOW WOW WOW, sungguh mind bloon eh mind blowing!

BACA JUGA Jakarta Terendam Lagi, Anies Baswedan Dinilai Tak Serius Antisipasi Banjir dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2020 oleh

Tags: Anies Baswedanbanjir jakartaformula e
Nia Lavinia

Nia Lavinia

Mahasiswa S2 Kajian Terorisme, Universitas Indonesia.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Kabar

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Anies Baswedan.MOJOK.CO
Kabar

Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

12 Desember 2023
Debat Capres 2024 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres
Politik

Debat Capres 2024: 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.