MOJOK.CO – Anies Baswedan serius garap Formula E dan mengabaikan penanganan banjir yang terjadi sekarang karena solusi banjir yang sesungguhnya akan datang setelah perhelatan acara Formula E di bulan Juni nanti.

Anies Baswedan dalam beberapa hari ini kembali menjadi bulan-bulanan warga Jakarta (dan non Jakarta yang punya dendam terselubung sama dia) karena dinilai tidak serius menangani banjir yang terjadi. Anies dinilai lebih sibuk mengurusi persiapan Formula E dibandingkan dengan menyelesaikan masalah banjir.

Kenyinyiran publik ini terjadi karena anggaran formula E lebih besar dari anggaran banjir DKI Jakarta. Di tahun 2020 ini, alokasi APBD untuk penanganan banjir hanya 1,48 triliun saja. Angka yang jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Di jaman Anies, anggaran banjir turun separuhnya dari sebelumnya mencapai Rp3,12 triliun.

Sementara itu, anggaran penyelenggaraan Formula E di RAPBD Jakarta disiapkan hingga Rp1,6 triliun. Angka itu didapatkan setelah menjumlahkan komponen pengeluaran untuk penyelenggaraan acara sebanyak Rp360 miliar untuk commitment fee, Rp305 miliar persiapan, dan Rp934 miliar untuk penyelenggaraan dan asuransi. Ada juga dana khusus yang disiapkan untuk sosialisasi dan pre-event yaitu 600 juta.

Konon, demi penyelenggaraan formula E ini, pemprov DKI sampai memotong anggaran untuk normalisasi kali Ciliwung yang semua dianggarkan Rp850 miliar jadi Rp350 miliar karena APBD mengalami defisit pada sisi realisasi pendapatan di tahun 2019.

Alig, alig, alig. Sungguh sebuah (((dedikasi))) yang tinggi untuk acara yang menjadi kontroversi.

Yha nggak kontroversial gimana, selain banyak yang menentang acara ini karena dianggap nggak etis—warga Jakarta lagi kebanjiran, tapi pemerintahnya malah fokus bikin acara. Acara ini juga bikin Monas sebagai Kawasan cagar budaya jadi harus direnovasi dengan menebang 191 pohon. Dan yang paling mengherankan, kalau main hitung-hitungan, penyelenggaraan Formula E ini diprediksi nggak mendatangkan keuntungan.

Baca juga:  Anies Baswedan Populer Jelang Pilpres, tapi Bukan Karena Jokowi

Anies bilang dampak ekonomi acara ini bisa mencapai 1,2 triliun. Artinya, meskipun sukses, acara ini tetap bikin rugi bandar sampai 400 miliar. Dari laporan khusus yang diterbitkan Malajah Tempo pun dijelaskan bahwa pihak penyelenggara selalu mengalami kerugian di tiap tahunnya.

Hmm terus kenapa dong Anies Baswedan pengin tetep menyelenggarakan acara ini?

Apa benar kalau ini adalah akal-akalan Anies Baswedan biar dapat panggung? Apa iya dia melakukan itu agar terlihat punya pencapaian besar ketika memimpin Jakarta buat dijadiin portofolio kalo doi ngelamar buat jadi Presiden—atau sejelek-jeleknya Menpora?

Ooo tidak kawan, tidak seperti itu. Tolong jangan terjemahkan kebijakan yang dikeluarkan Anies Baswedan dengan kebijakan yang dikeluarkan Gubernur lain.

Anies itu ya, Jenius. Jadii, untuk kebijakannya tidak bisa dibaca secara literal saja. Perlu kemampuan reading behind the line untuk membaca setiap keputusan yang dia lakukan.

Kalian pernah kepikiran nggak sih kalau kengototan Anies menyelenggarakan Formula E itu karena dia merancang acara Formula E untuk menyelesaikan masalah banjir Jakarta? Nggak pernah kepikiran kan?

Anies Baswedan serius bikin acara ini dan mengabaikan penanganan banjir yang terjadi sekarang karena solusi yang sesungguhnya akan datang setelah perhelatan acara Formula E di bulan Juni nanti.

Gini deh, biar saya jelaskan maksud Anies Baswedan yang sebenarnya kalau otak kalian nggak bisa mencerna ide besarnya.

Baca juga:  FPI Tuntut Anies Baswedan Batalkan Izin Acara yang ‘Maksiat Friendly’

Dengan menyelenggarakan acara Formula E nanti, Jakarta pasti akan jadi sorotan dunia ya. Ketika mereka datang ke Jakarta, atau melihat kondisi Jakarta dalam tayangan televisi, mereka akan melihat kota yang sedang mengalami banjir parah (iya, banjirnya makin parah sampai bulan Juni karena emang nggak ditangani dari sebelum-sebelumnya) lalu masyarakat dunia akan iba dengan apa yang dialami oleh Jakarta.

Keibaannya itu akan mendatangkan banyak bantuan. Lembaga Bank Dunia kemudian akan mencairkan sejumlah dana kemanusiaan dan dana hibah karena merasa berduka atas bencana yang terjadi di Jakarta.

Para ahli tata ruang dan penanggulangan bencana di seluruh dunia juga akan tergerak hatinya untuk mencari metode yang bisa menyelesaikan banjir Jakarta karena mereka beranggapan bahwa pemerintahnya tidak becus menangani itu semua.

Nah loh, Jakarta emang nggak akan dapat banyak cuan dari acara ini, tapi, satu yang tidak dipikirkan para ahli di mana pun, Jakarta akan dapat banyak bantuan dan uang tambahan yang dikirimkan warga dunia karena tidak tega melihat penderitaan yang dialami warga Jakarta.

WOW WOW WOW, sungguh mind bloon eh mind blowing!

BACA JUGA Jakarta Terendam Lagi, Anies Baswedan Dinilai Tak Serius Antisipasi Banjir dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.