Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
8 Januari 2024
A A
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO

Ilustrasi Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Calon Presiden Prabowo Subianto membuat perangkap dengan cara pura-pura goblok agar mudah untuk bicara kepada masyarakat biasa. Sedangkan Anies Baswedan tampak masuk perangkap karena tidak bisa menurunkan gaya bahasanya.

Hal tersebut Made Supriatma sampaikan saat menjadi pembicara di Nobar Debat Capres 2024 dengan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik di Tjondrogeni Resto, Sleman, Minggu (7/01/2024).

Menurut Made Supriatma, mungkin banyak yang tertawa dengan apa yang Prabowo sampaikan sebagai sesuatu yang dangkal dan sebagainya. Sebagai seorang peneliti, Bli Made menyatakan memiliki banyak pengalaman dalam peristiwa politik elektoral. Menurutnya apa yang sedang Prabowo lakukan adalah cara untuk bicara ke masyarakat biasa. Bukan kepada orang-orang intelektual. 

“Prabowo sedang bicara beneran ke rakyat biasa, bukan kepada orang seperti kita. Sebab, untuk orang biasa ini menarik, pura-pura goblok,” kata Made Supriatma. Menurutnya, apa yang Prabowo tampilkan seperti yang ia lihat persis di debat calon presiden Filipina.

Kalau mau maju, militer dulu 

“Poin utama dari Prabowo pada malam ini adalah, ‘Lu cuma ngomong tok’, dan itu disampaikan ke Anies berkali-kali. Dan Anies sangat-sangat intelektual, dan dia sudah masuk ke dalam perangkap Prabowo. Tidak bisa menurunkan bahasanya supaya bisa dimengerti oleh orang kebanyakan,” kata Made Supriatma memberikan analisisnya.

Menurut Bli Made, secara substantif, apa yang mau Prabowo sampaikan sudah jelas. “Kalau mau maju, militer dulu, perang dulu kita. Prabowo seorang yang sangat realis dalam perspektif nasional,” kata Bli Made. 

Ia menambahkan, pasangan cawapres Gibran ini menomor duakan sektor-sektor lain di luar keamanan. “Yang penting kita kuat dulu, karena kalau kita kuat, nggak ada orang yang berani sama kita,” kata Bli Made. 

Sastrawan dan akademisi Okky Madasari menanggapi apa yang Made Supriatma sampaikan, bahwa capres nomor urut dua ini sedang bicara pada masyarakat umum, masyarakat kebanyakan. Okky justru tidak melihat Prabowo sedang dengan sengaja sedang pura-pura bego atau pura-pura untuk tidak bicara hal yang berat agar masyarakat biasa mudah mengerti.  

“Prabowo ingin bicara dengan orang kebanyakan dengan cara menegaskan bahwa yang paling penting untuk isu hubungan internasional, geopolitik, pertahanan itu adalah kepentingan nasional. Titik. Yang penting ekonomi kita, yang penting adalah keamanan kita,” kata Okky Madasari.

Baca halaman selanjutnya..

Waspada, Prabowo bisa tumbuhkan nasionalisme sempit

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2024 oleh

Tags: Anies Baswedankotak suaraPemilu 2024prabowo
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.