Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jomplang Penghasilan Tukang Parkir Legal dan Ilegal di Jogja: Jukir Resmi Dapat Duit Tak Seberapa, yang Abal-abal Bisa 2 Kali UMR Meski Kerjaannya Nggak Niat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 April 2024
A A
Jomplang Penghasilan Tukang Parkir Legal dan Ilegal di Jogja: Jukir Resmi Dapat Duit Tak Seberapa, yang Abal-abal Bisa 2 Kali UMR Meski Kerjaannya Nggak Niat.mojok.co

Ilustrasi Jomplang Penghasilan Tukang Parkir Legal dan Ilegal di Jogja: Jukir Resmi Dapat Duit Tak Seberapa, yang Abal-abal Bisa 2 Kali UMR Meski Kerjaannya Nggak Niat (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak hal yang membedakan antara tukang parkir resmi dan tukang parkir ilegal di Jogja. Salah satunya adalah penghasilannya. Karena mematok tarif sesuai regulasi, ada kalanya penghasilan tukang parkir legal sangat pas-pasan. Sementara yang ilegal justru bisa panen cuan. Dalam sebulan, duit yang masuk ke kantong pribadi mereka bisa mencapai dua kali UMR Jogja.

Sarwo Sukendro Putro (53), salah satu tukang parkir resmi di Jogja, mengaku cukup geram dengan praktik tukang parkir ilegal di Jogja. Khususnya di tempat-tempat wisata, seperti Malioboro dan sekitarnya.

Iklan

Pasalnya, selain kadang tak memberikan “servis” dengan semestinya, tukang parkir abal-abal tadi juga kerap nuthuk harga. Ada yang Rp5.000 per motor, bahkan kalau malam hari tak jarang mematok tarif Rp10.000. Belakangan, yang lebih tak masuk akal lagi adalah tarif tambahan buat titip helm.

“Tak masuk akal itu. Markir itu ya sekaligus jagain motor sama helmnya,” kata Sarwo, yang Mojok temui di sela-sela shift kerjanya di depan Pasar Kranggan, Minggu (21/4/2024) pagi.

“Setahu saya yang kayak begitu sudah dilaporkan, cuma memang belum ditindak,” sambungnya.

HAHAHAHA mah pie iki
saiki parkir nambah titip helm ki jane masuk akal ora e 🤣🤌 |@tidaksukaduren pic.twitter.com/oxU7TpwRcs

— Merapi Uncover (@merapi_uncover) April 1, 2024

Sebagai tukang parkir resmi, nama Sarwo sendiri terdaftar dalam data Dishub Kota Jogja. Jam kerja, lahan parkir, bagi hasil, hingga izin kerjanya pun diatur secara tetap dalam aturan. Untuk izin kerja sendiri, tiap 6 bulan sekali ia wajib memperbaruinya. Inilah yang membedakan tukang parkir resmi dengan yang ilegal.

Tukang parkir resmi dapat uang tak pasti, tapi tetap disyukuri

Sebagai tukang parkir resmi, Sarwo terikat dengan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Perparkiran (Perda DIY Nomor 2 Tahun 2019). Dalam hal penghasilan, misalnya, ada kewajiban bagi hasil antara tukang parkir dengan Dishub Kota Jogja.

Di tempat Sarwo bekerja, mengingat Jalan Diponegoro masuk kategori II (tepi jalan ramai), bagi hasilnya adalah 25 persen bagi Dishub dan 75 persen bagi tukang parkir. Sarwo mengaku, rata-rata tiap bulan ia menyetor Rp1 juta. Itu pun jika kondisi Pasar Kranggan sedang ramai.

“Kalau lagi ramai, setoran 1 juta. Tapi ya bisa kurang, tergantung kita dapatnya berapa,” jelasnya.

Jomplang Penghasilan Tukang Parkir Legal dan Ilegal di Jogja: Jukir Resmi Dapat Duit Tak Seberapa, yang Abal-abal Bisa 2 Kali UMR Meski Kerjaannya Nggak Niat.mojok.co

Dengan demikian, jika nominal 1 juta merupakan 25 persen dari total pemasukan selama sebulan, lahan tempat Sarwo bekerja menghasilkan uang Rp4 juta. Setelah terpotong bagi hasil, sisa uang Rp3 juta kemudian masih ia bagi dengan tukang parkir lain yang menjaga lahan yang sama.

“Ya karena kami nggak boleh nuthuk harga. Beda sama tukang parkir ilegal di Jogja lainnya. Pol mentok kami cuma boleh narik tarif maksimal 2.000 buat motor dan 2.500 buat mobil. Itu hitungannya per jam,” jelasnya.

Sehari dapat membawa pulang Rp100 ribu pun sudah jadi pencapaian yang luar biasa bagi Sarwo. Kendati demikian, ia mengaku bersyukur dengan penghasilannya yang tak seberapa ini. Terkadang, ia dapat tambahan penghasilan dari tips pengendara yang mungkin merasa senang dengan kinerjanya.

“Kalau dibilang cukup, ya dicukup-cukupin saja, Mas. Yang penting kerjanya nggak ngerugiin orang lain. Halal.”

Yang ilegal sering nuthuk, sebulan bisa dapat 2 kali UMR

Mojok sendiri pernah menemui Suryo*, salah satu tukang parkir ilegal di Jogja yang menjaga lahan parkir sebuah apotek di Condongcatur. Kepada Mojok, Suryo mengaku mendapat uang bersih Rp150 ribu sehari. Ini sudah termasuk terpotong uang makan dan uang rokok.

“Rp150 itu bersih, Mas. Nggak termasuk makan sama rokok,” tegasnya.

Dalam sehari, Suryo bekerja selama hampir 12 jam. Datang pagi, pulang sore. Mengingat lahan apotek tempatnya “bekerja” tak buka 24 jam, di sisa beberapa jam pada malam hari, dia menyerahkan kerjaannya ke orang lain yang mau berjaga.

Mojok sempat mencoba memverifikasi pernyataan Suryo mengenai penghasilan hariannya. Caranya dengan mendatangi rumah makan tempatnya biasa mengisi perut sekaligus menukar uang receh. Kata Ening*, salah satu penjaga warung, Suryo bisa menukar uang 2-3 kali sehari. Nominalnya adalah Rp100 ribu untuk sekali tukar.

Iklan

Anggaplah dalam sehari Suryo mendapat penghasilan rata-rata Rp200 ribu, maka dalam sebulan duit yang masuk ke kantongnya adalah Rp6 juta. Dengan demikian, tukang parkir ilegal ini berpenghasilan lebih dari 2 kali UMR Jogja yang per 2024 ditetapkan sebesar Rp2,49 juta.

Mojok juga pernah mengangkat kisah Julian (24), alumnus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang pernah menjadi tukang parkir dadakan di sebuah tempat futsal. Julian, yang kisahnya saya tulis dalam liputan “Pengalaman Mahasiswa UST Jogja Jadi Tukang Parkir, Seminggu Hasilnya Bisa Beli HP Baru” mengaku bisa mengantongi Rp300 ribu sehari atau nyaris Rp2 juta dalam seminggu.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Perantau Surabaya Kaget dengan Perlakuan Tukang Parkir Jogja, Sama-Sama Dibayar Rp2000 tapi Niat Kerja Nggak Kayak Tukang Parkir Surabaya yang Nggak Ngapa-Ngapain Minta Duit

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 22 April 2024 oleh

Tags: kota jogjapenghasilan tukang parkir ilegal di jogjatukang parkirtukang parkir ilegaltukang parkir ilegal di jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, sebut inflasi di Kota Jogja pada Juni 2026 disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi MOJOK.CO

Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di Kota Jogja: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Penyebab Utama dan Wanti-wanti Naiknya Biaya Pendidikan

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.