Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Saking Sepinya, Lippo Plaza Jogja Jadi Andalan Anak Muda Buat Nonton Film Horor karena Nuansa Mencekamnya Lebih Terasa

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
26 April 2024
A A
Saking Sepinya, Lippo Plaza Jogja Jadi Andalan Anak Muda Buat Nonton Film Horor karena Nuansa Mencekamnya Lebih Terasa.mojok.co

Ilustrasi Saking Sepinya, Lippo Plaza Jogja Jadi Andalan Anak Muda Buat Nonton Film Horor karena Nuansa Mencekamnya Lebih Terasa (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak sedikit yang menyebut kalau Lippo Plaza Jogja sudah kehilangan “masanya”. Sempat ramai, mal itu kini seolah hidup segan mati tak mau saking sepinya. Namun, bagi anak-anak muda di Kota Jogja, Lippo tetap menjadi pilihan terbaik buat menikmati film horor kesayangan mereka. Katanya, sih, nuansa “mencekamnya” lebih kerasa kalau nonton di sini.

Lippo Plaza Jogja sendiri mulai beroperasi sejak Juni 2015 lalu. Terletak di Jalan Laksada Adisucipto Nomor 32, Gondokusuman, Kota Jogja, lokasi bangunannya boleh dibilang sangat strategis.

Iklan

Ia berada di tengah kota, dekat batas antara Kabupaten Sleman dengan Kota Jogja. Sehingga mudah diakses. Lokasinya juga dekat dengan beberapa kampus top di Jogja. Selain itu, tepat di samping Lippo juga terdapat Hotel Saphir, salah satu hotel elite di Jogja, dan RS Siloam.

Lima tahun ke belakang, Lippo Plaza Jogja sempat mencapai masa jayanya karena ada Seven Sky. Ia merupakan tempat nongkrong anak muda yang menawarkan wisata kuliner dengan view Kota Jogja. Letaknya ada di Rooftop Lippo.

Sayangnya, setelah pandemi Covid-19, baik Lippo maupun Seven Sky-nya menjadi sepi pengunjung. Tiap harinya, hanya sedikit orang yang datang. Bahkan, beberapa tenant pun juga tutup.

@richa_annisa Siapa yg ngira juga kalo sevensky tutup?! temen temenku juga pd ngira gituu ternyata org2 masih kesini loh😭 #sevenskyjogja ♬ FULL CEK YT MOCIL FVNKY – Mocil || 𝐉𝐚𝐰𝐚𝐏𝐫𝐢𝐝𝐞

Vero (23), salah satu mahasiswa PTS Jogja, misalnya, dulu amat senang nge-mall ke Lippo. Namun, belakangan ia sekadar menjadikan mal itu sebagai tempat COD, nyari baju thrifting, dan nonton film.

“Cinnepolis di Lippo masih yang terbaik sih kalau kataku  buat nonton. Harganya masih murah. Karena sepi juga, jadi ya mencekam, vibes-nya lebih kerasa pas nonton horor,” kata Vero, Sabtu (20/4/2024).

Nonton film horor di Lippo Plaza Jogja selalu bikin paranoid dan keringetan

Menurut Vero, tiap nonton di Cinnepolis Lippo Plaza Jogja, “filmnya sih biasa-biasa aja, tapi vibes-nya yang bikin jadi tambah horor”. Nyaris tiap ada film horor rilisan terbaru, ia dan teman-temannya selalu booking kursi di sini karena alasan tadi.

“Sejak datang sih sebenarnya udah parno duluan. Apalagi kalau jalan di parkiran udah bener-bener nggak ada orang. Itu rasanya kayak ada yang ngikut aja,” ujar Vero, menceritakan pengalamannya.

Sudah bulu kuduk dibikin bergidik di parkiran, ia dan teman-temannya masih harus nemuin situasi sepi di dalam mal. Apalagi selama menunggu film tayang, poster-poster film horor yang terpajang menambah kesan mencekam.

“Kebayang nggak tuh. Tiba-tiba setan dari poster keluar,” kelakarnya.

Saking Sepinya, Lippo Plaza Jogja Jadi Andalan Anak Muda Buat Nonton Film Horor karena Nuansa Mencekamnya Lebih Terasa.mojok
Situasi mencekam di Cinepolis Lippo Plaza Jogja pada malam hari (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Namun, hal paling mencekam jelas setelah selesai nonton. Saat isi kepalanya masih terbayang-bayang scene horor dalam film, ia harus berhadapan dengan ruang gelap dan sepi saat menuju parkiran Lippo Plaza Jogja. Apalagi jika dia selesai nonton di malam hari.

“Itu bener-bener nggak ada orang lain selain penonton Cinnepolis. Jadi nih, misalnya ada orang lain yang nyapa atau manggil, kita malah jadi takut, itu bener-bener manusia apa bukan hahaha,” ujarnya.

“Kelar nonton keringetan dah kita.”

Iklan

Beneran! Kalau ada orang lain, justru bikin semakin takut

Untuk merasakan pengalaman Vero, Mojok sendiri mencoba menonton di Cinnepolis Lippo Plaza Jogja pada Minggu (21/4/2024). Saat itu, saya melakukan maraton dengan memilih dua film, Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur, sekitar pukul 18.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB.

Sebenarnya, untuk film kedua tadi, saya sudah pernah menontonnya pada pemutaran hari pertama di Pakuwon Mall Jogja. Namun, saya memutuskan kembali menonton dan memilih di jam pemutaran pamungkas buat membuktikan vibes “mencekam” di Lippo Plaza.

Memasuki waktu Maghrib, suasana di Lippo sudah mulai sepi. Keramaian hanya terlihat di lantai dasar. Sementara ke atas, hanya ada beberapa pengunjung dan beberapa tenant yang kosong. 

Demikian juga di Cinnepolis, antrean tak begitu mengular. Saat menyaksikan film pertama pun, banyak kursi tak terisi. Kalau boleh jujur, situasi mencekam justru terjadi bukan saat menonton film, tapi sewaktu keluar studio dan menunggu penayangan film selanjutnya.

Saking Sepinya, Lippo Plaza Jogja Jadi Andalan Anak Muda Buat Nonton Film Horor karena Nuansa Mencekamnya Lebih Terasa.mojok.co
Hanya sedikit orang yang menunggu pemutaran film di malam hari. Menambah kesan horor di Lippo Plaza Jogja (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Saat itu waktu baru menunjukkan sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, saya nyaris tak menjumpai kerumunan di Lippo Plaza Jogja. Di lantai bawah mal ini pun keramaian mulai hilang. Di Cinnepolis, saya menghitung cuma ada 3 orang yang sedang menunggu film.

Situasi makin mencekam setelah selesai menonton Siksa Kubur. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 23.00. Suasana mal jadi semakin sepi. Nyaris di semua lantai tak terdengar lagi suara manusia. Perjalanan ke basement pun menjadi pengalaman yang menegangkan.

Saya jadi teringat kata Vero, seandainya saat itu ada orang memanggil, justru kita malah semakin takut.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Nonton di CGV J-Walk Mall Jogja Seperti Uji Nyali, Mal Hampir “Mati” yang Terasa Mencekam saat Malam

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 26 April 2024 oleh

Tags: Jogjalippolippo mallippo plazalippo plaza jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.