Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Apresiasi untuk Musisi Dunia yang Menghibur Jutaan Manusia lewat Dunia Maya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
19 Maret 2020
A A
musik, konser, corona virus, instagram mojok.co

musik, konser, corona virus, instagram mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika manusia di dunia terpaksa mengurung diri dalam rumah, beberapa musisi dunia membersihkan alat musik mereka dan menghibur jutaan manusia lewat dunia maya

2004 adalah masa di mana saya sedang seneng-senengnya belajar musik. Berbekal gitar Rockwell Telecaster yang akhirnya saya jual karena kalah judi, saya mulai menapaki dunia yang hingga sekarang masih saya tekuni, yaitu dunia musik.

Tentu saja dulu saya bermimpi jadi musisi, dan tidak didukung orang tua saya meski sama sekali tidak melarang saya ngeband. Masalahnya hanya satu, saya mencintai musik punk, dan bagi keluarga saya musik itu nggak akan membawa saya kemana-mana. Tapi ayolah, apa yang lebih seksi daripada musik punk ketika kamu adalah seorang remaja yang baru tumbuh bulu ketiak, melewati hari dengan dibully dan juga sendirian di rumah?

Pelan dan pasti, saya belajar apa itu musik. Saya belajar bahwa bermain musik itu bukanlah masalah memainkan nada, tapi mengirimkan energi kehidupan ke orang yang menikmati musikmu. Bahkan pada satu titik yang ekstrem, kau bisa menyelamatkan dirimu dan orang lain di sekitarmu dengan musik.

Inilah alasan kenapa kita harus memberi apresiasi bagi para musisi dunia yang menghibur kita lewat konser yang mereka lakukan secara sukarela.

Ketika dunia sedang bersedih dan harus menerima fakta bahwa ada wabah yang mengharuskan mereka berdiam diri di rumah, musisi melaksanakan misi kemanusiaan mereka. Beberapa musisi dunia membersihkan debu di alat musik mereka, menghidupkan kamera, dan menyanyikan lagu untuk menghibur jutaan manusia di dunia yang terkurung di rumah.

Anthony Green, vokalis Saosin dan Circa Survive menayangkan konser akustik di platform Twitch. Chris Martin, vokalis Coldplay dan juga John Legend membuat konser mini di Instagram dan menayangkannya langsung sembari mengkampanyekan tagar #TogetherAtHome. NOFX merilis lagu baru tentang situasi dunia terkini untuk para fansnya. Itu hanya contoh kecil dari artis yang tergerak untuk menggunakan apa yang mereka miliki untuk kepentingan yang lebih besar.

Ketika Anda menjadi musisi atau mencintai musik, Anda harus memperjuangkan kemanusiaan. Ketika Anda menjadi musisi, suara manusia di sekitarmu harus kau dengar. Musisi, secara tidak langsung adalah para harapan manusia yang suaranya tidak didengar. Dan ketika kau jadi musisi, menghapus kesedihan orang adalah prioritas utama.

Kau punya tanggung jawab moral yang harus kau tunaikan. Happiness meant to be shared, dan ini saatmu menciptakan kebahagian untuk jiwa-jiwa putus asa. Dan inilah arti musik yang saya pelajari selama ini, bahwa tidak ada artinya mereplikasi nada jika tanpa makna.

Musisi dunia menunaikan tugas kemanusiaan mereka dengan menghidupkan kamera dan menyanyikan nada indah untuk menghibur pedih hati orang yang harus terjebak dalam ruangan sempit. Di saat pemerintah gagap merespon masalah, para artis itu menggunakan kekuatan yang ada di tangan mereka dengan bijak, yaitu membuat orang duduk manis di depan layar sembari menikmati nomor-nomor yang didendangkan.

Di masa-masa yang suram, akan muncul beberapa orang yang menyalakan api agar dunia terlihat lebih terang. Kita tidak bisa melihat apapun dalam kegelapan, dan itu membuat kita dicekam ketakutan. Dan jika kamu bisa menciptakan nada, segera bersihkan debu yang menempel di instrumenmu, minum air putih , lalu sebarkan nadamu. Kita tidak akan pernah tahu berapa jiwa yang bahagia karena hal kecil yang kau lakukan. Dan sebaiknya kita mengirimkan doa terbaik bagi para manusia-manusia yang menciptakan sepercik kebahagiaan untuk kita di masa-masa kelam ini.

“Apalah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan?”

BACA JUGA Andai Saya Jadi Tim PR-nya Arie Untung untuk Bikin Klarifikasi dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

 

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2020 oleh

Tags: coldplaycorona virusInstagramKonserMusik
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.