Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Anies yang Bujuk Kejar Paket C Susi Pudjiastuti, Sudjiwo yang Mengritik

Redaksi oleh Redaksi
15 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO –Kejar Paket C setara Ijazah SMA milik Susi Pudjiastuti ada andil juga dari Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Meski begitu, tidak semua senang dengan gelar ini, salah satunya Sudjiwo Tedjo.

Setelah dinyatakan lulus ujian kejar Paket C, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berhak mendapatkan ijazah setingkat SMA. Di balik keberhasilan Susi ini, ternyata ada andil juga dari Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Anies yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ternyata jadi salah satu sosok yang mendorong Susi untuk menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Diceritakan seperti yang diberitakan detik.com, himbauan kepada Susi ini disampaikan Anies pada tanggal 16 Juni 2015.

Apa yang dicapai Susi Pudjiastuti ini jelas membanggakan bagi Anies Baswedan. Meski saat ini sudah tidak lagi menjadi sosok yang punya pengaruh dalam kebijakan pendidikan di negeri ini, Anies merasa perlu mengapresiasi langkah Susi yang dulu pernah terdaftar sebagai siswa SMAN 1 Yogyakarta meski tidak sampai tamat.

“Saya bangga betul Bu Susi,” kata Anies Baswedan.

Pada 2015 itu, Anies menceritakan bagaimana upayanya membujuk Susi. “Bu, Ibu Susi daftar kejar Paket C. Saya dukung. Siap nggak tahun depan ujian?”

Susi yang dibujuk begitu hanya tertawa. Saat itu Menteri yang lekat dengan idiom “tenggelamkan!” ini tidak langsung menerima dorongan dari Anies. Meski pada praktiknya kemudian, tiga tahun setelah bujukan ini Susi benar-benar ujian dan dinyatakan lulus. Bahkan mendapat peringkat terbaik.

Menurut Anies, kemauan Susi untuk melanjutkan Kejar Paket C ini bisa jadi contoh untuk orang lain. “Lihat tuh, Bu Susi saja mau,” kata Anies.

Dengan capaian ini, Susi Pudjiastuti menunjukkan bahwa setinggi apa pun jabatan seseorang tidak membuat orang jadi merasa perlu berhenti belajar. Hal yang dilakukan Susi justru jadi citra yang membanggakan. Mau kembali direpotkan dengan administrasi dan harus kembali memanggil ingatan-ingatan lama mengenai materi-materi saat dulu di bangku sekolah.

Meski begitu, tidak semua orang merasa senang sepenuhnya dengan gelar ijazah setara SMA milik Susi ini. Salah satu yang tidak sependapat adalah seniman nyeleneh Sudjiwo Tejdo. Hal disampaikannya melalui akun twitternya @sudjiwotedjo.

Dgn segala hormat, aku ndak setuju Bu Susi dibikin lulus SMA baik oleh dirinya sendiri maupun oleh pihak2 lain. Langkah ini akan membuat bangsamu terus tak henti2 memberhalakan dunia sekolah/perguruan tinggi. Pdhl tanpa ijazah2 itu Bu Susi ud terbukti.

— Jack Separo Gendeng (@sudjiwotedjo) 14 Juli 2018

Barangkali menurut Sudjiwo Tedjo, citra Menteri yang “tidak sekolah” malah merupakan bentuk kritik yang bagus terhadap pendidikan di negeri ini. Seperti sebuah tamparan telak, bahwa sekolah tidak menjamin seseorang bisa menjadi sukses. Bahkan tidak juga bisa menjamin seorang Menteri bisa bekerja dengan baik.

Akan tetapi, Susi membalas ketidaksepakatan Sudjiwo Tedjo ini:

Sa jane nggeh kedahe ngaten.. neng menungso takabur anggeoe nek wing mboten due kertas mboten due rego..saiki kabeh ribut jalaran taturuti ????

— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) 14 Juli 2018

Iklan

Susi membalas dengan menggunakan Bahasa Jawa halus, yang kurang lebih artinya, “Sebenarnya ya ingin seperti itu… tapi manusia akan takabur jika tidak punya kertas yang tidak berharga (ijazah).. sekarang semua ribut setelah semuanya aku turuti (menyelesaikan SMA).”

Tanggapan ini sebenarnya sama-sama baik. Sudjiwo dengan nalar senimannya mungkin berharap Susi bisa jadi contoh bagaimana belajar itu tidak harus dari bangku sekolah, tapi bisa dari mana saja. Sedangkan bagi Susi Pudjiastuti dan orang-orang yang bangga dengan capaiannya, merasa bahwa hal ini juga jadi preseden baik. Bahwa orang boleh sukses sampai mana-mana, tapi tetap tidak boleh meninggalkan kewajibannya yang tertinggal di masa lalu.

Justru dengan berani mengambil ujian Kejar Paket C, padahal yang bersangkutan sudah menjadi Menteri, menunjukkan bahwa Susi Pudjiastuti adalah orang yang layak dijadikan contoh untuk mengakui apa yang kurang dari dirinya kemudian dengan berani memperbaikinya.

Selamat ya Bu Susi Pudjiastuti, kami tunggu traktirannya. Uwuwuwuwu~

(K/A)

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2018 oleh

Tags: Anies BaswedanGubernur DKI Jakartamenteri kelautan dan perikananSudjiwo TedjoSusi Pudjiastutiujian paket c
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Kabar

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Anies Baswedan.MOJOK.CO
Kabar

Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

12 Desember 2023
Debat Capres 2024 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres
Politik

Debat Capres 2024: 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.