Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Pijat dengan Injak-Injak Punggung, Apa Betul Aman Buat Tubuh?

Redaksi oleh Redaksi
28 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pijat dengan Injak-injak punggung sekilas memang terasa bikin rileks dan lega. Tapi, yakin nih, tindakan ini betul-betul aman buat tubuh kita?

Saat kecil, saya sering diminta tolong oleh bapak dan ibu untuk menginjak-injak punggungnya. Dengan bobot saya yang cenderung masih ringan itu, tentu aktivitas tersebut cukup bikin enak di badan mereka. Pasalnya, kalau saya diminta untuk memijat menggunakan tangan, pasti nggak bakal kerasa apa-apa. Kurang mantap rasanya. Oleh karenanya, injak-injak punggung dianggap sebagai solusinya.

Bagi ibu atau bapak saya, setelah saya injak-injak punggung mereka. Maka, rasa pegal-pegal dan lelah setelah melakukan aktivitas keseharian lumayan berkurang. Dampaknya, mereka bisa mendapatkan kesegaran badan dengan harga ekonomis. Hanya bermodalkan rayuan manis, supaya anaknya mau-mau aja diminta injak-injak punggungnya.

Nah, sebetulnya, apa iya, injak-injak punggung ini cukup aman untuk dilakukan? Dan betul-betul bisa merilekskan badan?

Ternyata nih, jika hal ini dilakukan dengan tepat oleh ahlinya, memang sanggup memberikan dampak relaksasi pada tubuh kita. Tapi, kalau injak-injak punggung ini dilakukan dengan orang awal dan melakukannya asal-asalan—seperti asal minta tolong anaknya sendiri—tanpa memedulikan soal teknik dan metodenya yang benar. Maka hal tersebut bisa berbahaya untuk tubuh si orang yang bersangkutan. Bahkan, bisa menyebabkan patah tulang, saraf kejepit, ataupun pergeseran tulang punggung yang siginifikan.

Hmmm, mau menjadi lebih rileks dan nyaman kok malah jadi nggak nyaman, ya. Hadeeeh~

Hal tersebut diamini oleh seorang pakar kesehatan Greg Kawchuk. Beliau adalah professor di departemen terapi fisik dari University of Alberta, Kanada. Kata beliau, nih, kalau pijatan dengan menginjak-injak punggung, sangat tidak aman dilakukan dan bisa berbahaya bagi tubuh kita. Lantaran, orang yang menginjak tubuh kita bisa jadi punya berat badan yang lebih berat daripada berat badan kita sendiri. Nah, kalau memaksa untuk tetap diinjak, hal tersebut bakal memicu tekanan yang lebih tinggi dari kekuatan ligamen dan buku-buku pada tulang punggung kita. Tentu saja, ini bakal berisiko terjadinya cedera pada tulang punggung. Wowww….

Tetapi, sebetulnya injak-injak punggung ini adalah salah satu terapi pijat shiatsu dari Jepang dan dilakukan sudah sejak lama oleh para biksu. Kalau dilihat sekilas, memang pijat shiatsu ini mirip dengan cara kita menginjak punggung seperti biasanya. Namun bedanya, pijat shiatsu hanya dilakukan oleh terapis yang sudah punya sertifikat dan dianggap legal. Plus, sudah terjamin kemampuannya.

Mereka-mereka ini, sudah mampu mengendalikan tekanan kakinya dan bisa menyesuaikan dengan keinginan kliennya. Nggak asal-asalan seperti yang biasa kita lakukan. Oleh karenanya, pijatan kaki mereka ini, tentu tidak terasa menyakitkan, dan keamanannya terjamin.

Lantas, bagaimana mereka mengendalikan gerakan kaki-kakinya tersebut? Jadi, cara injak-injak punggung yang dilakukan oleh terapis shiatsu, yakni dengan berjalan perlahan ke atas dan ke bawah punggung. Namun, hal itu dilakukan dengan meletakkan kedua kaki hati-hati pada kedua sisi tulang belakang. Bukan tepat di atas tulangnya, ya. Kemudian, kaki tersebut mendorong dan menarik otot supaya bisa melepaskan ketegangan, sehingga otot bisa lebih rileks. Jadi, sekali lagi, nggak asal injek-injek aja, ya, Maemunah?

Untuk memudahkan pergerakan tersebut, punggung bakal diolesi minyak terlebih dahulu. Nggak cuma itu, selama pemijatan berlangsung, terapis bakal memegang sebuah gagang besi yang berada di atas kepalanya supaya dia bisa berjalan dengan stabil. Hmmm, kurang luar biasa apa, coba? Cara untuk menyetabilkan pergerakan mereka ini?

Dengan gambaran tersebut, apa iya, kita masih berani aja ngasal minta orang lain untuk injak-injak punggung kita demi kerileksan yang hakiki? Jangan-jangan, bukannya terasa rileks dan nyaman, justru badan kita jadi sakit semua karena salah injek, lagi? Jadi, sebaiknya pikirkan dulu baik-baik. Sebelum memperbudak minta tolong, anak-anak kecil di sekitar kita. Gitu.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2019 oleh

Tags: injak-injak punggungpijatpijat shiatsurileks
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Atmosfer kompetitif di Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 MOJOK.CO

Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung

11 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.