• 89
    Shares

MOJOK.COSetiap hari disuruh bekerja, otak lama-lama capek dan bisa meledak juga. Sekali-kali otak juga butuh berhenti dan nggak ngapa-ngapain dengan meditasi.

Kita hidup di zaman yang sangat sibuk. Semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu atas nama kapitalisme produktivitas. Karena semua orang sibuk seperti itu, kita merasa bersalah jika bersantai dan nggak ngapa-ngapain karena kita berpikir bahwa bersantai dan nggak ngapa-ngapain adalah bentuk kemalasan yang akan menghabiskan waktu produktif kita.

Produktivitas kemudian menjadi candu. Penginnya ketika sudah berhasil mengerjakan sesuatu, kita segera ingin mengerjakan hal baru karena ketika menyelesaikan sesuatu, kita mendapatkan perasaan bahagia. Akhirnya, hidup dihabiskan dengan kerja kerja kerja kayak Pak Jokowi. Padahal, tanpa kita sadari, dengan berpikir seperti itu kita sedang menyiksa diri kita sendiri.

Kerja terus itu bahaya lho. Selain kehilangan waktu untuk yang-yangan, kerja juga bikin badan kelelahan, pikiran nggak karuan, dan yang lebih parah adalah otak bisa meledak karena dipakai kelamaan.

HAH OTAK MELEDAK???

Stress, nggak bisa tidur, perasaan cemas, panik, dan pikiran-pikiran negatif (yang jika dibiarkan) berujung pada depresi adalah tanda otak sedang meledak!!11!

Hayoloh, sadar nggak kalau selama ini kita jahat sama otak kita?

Selain dipaksa mikirin kerjaan, kita juga sering bikin otak mikirin hal yang melelahkan kayak mikirin penyesalan-penyesalan di masa lalu, berandai-andai terhadap sesuatu, sampai mikirin masa depan yang entah kenapa selalu keliatan surem dan menyeramkan.

Baca juga:  6 Pedoman Menjaga Kewarasan bagi Para Pekerja Industri Kreatif

Dan gara-gara disuruh mikir terus kayak gitu, kita nggak pernah ngasih waktu untuk otak supaya bisa istirahat.

Buktinya, coba ingat-ingat kapan terakhir kali kalian nggak ngapa-ngapain? Yang beneran nggak ngapa-ngapain loh ya…

…..bukan chattingan, internetan, ngelamun, atau gogoleran.

Nggak ngapa-ngapain selain bernafas.

Bernafas juga bukan sembarang bernafas. Tapi bernafas yang benar-benar bernafas (???) Yang kita bisa merasakan udara masuk ke dalam hidung lalu keluar dari mulut. Ngerasain perut kita kembang kempis, otot-otot yang lebih rileks setiap menghembuskan nafas, dan ngerasain detak jantung dan suara-suara yang ada di sekitar kita.

Hah nggak pernah? Ya ampun kasihan banget otak kamu… Selama ini berarti dia nggak pernah dapat istirahat.

Dasar manusia jahat. Otak tuh butuh istirahat tahu!!1!

Sama kayak kita yang butuh tidur supaya bisa fresh lagi, otak juga butuh nggak ngapa-ngapain supaya bisa balikin energi, balikin focus, dan perasaan tenang ketika nanti disuruh kerja lagi. Kalau kamu suruh dia kerja kerja kerja mulu ya siap-siap aja otakmu bakal meledak! Hiii serem.

Emangnya gimana sih caranya bikin otak istirahat? Ya dengan meditasi dong~ IYAA MEDITASI~ IYAA KAMU BISA MEDITASI MESKIPUN KAMU BUKAN ORANG BUDDHA~

Emangnya ngapain sih meditasi itu?

Meditasi itu… ya “nggak ngapa-ngapain” itu tadi wqwq.

Kalau kamu pengin meditasi, kamu cuman perlu duduk dan bernafas aja. Duduknya nggak harus bersila kayak biksu-biksu di film China kok. Habis itu tutup mata dan bernafas seperti biasa. Dan untuk menjaga otak tetap sehat sentosa, kamu cuman perlu 10 menit dalam sehari untuk melakukan meditasi ini.

Baca juga:  Kalau Depresi, Harus Bagaimana?

Kalau kamu kesulitan buat duduk dan nggak ngapa-ngapain sendiri—dan bingung sebenarnya nggak ngapa-ngapain itu ngapain (??) atau malah udah coba meditasi tapi malah ngantuk dan ketiduran, kamu bisa coba meditasi dengan aplikasi yang akan membantu kamu melakukan meditasi yang baik dan benar.

Ada banyak penelitian yang menunjukan manfaat meditasi. Mulai dari bikin pikiran lebih tenang, sampai mengurangi stress dan kecemasan.

Dan kalau kamu melakukan meditasi secara berkala, meditasi juga bisa membantu kamu nggak merasa menderita ketika lagi kesakitan secara fisik.

Eh seriusan lho, banyak pasien kanker yang jadi baikan berkat meditasi. Meditasi juga terbukti jadi cara mengobati ketergantungan terhadap obat-obatan dan membantu orang-orang yang punya masalah kesehatan mental.

Dan bagian terbaik dari melakukan meditasi adalah kita jadi punya pengalaman “living in the present“. Merasakan semua hal yang terjadi saat ini—detik ini, tanpa diinterupsi pikiran-pikiran masa lalu atau masa depan.

Kalau kamu ngerasa kesulitan untuk lupain si mantan karena keingetan kenangan-kenangan indah yang dulu kalian lalui bersama, coba deh meditasi, siapa tahu kamu jadi bisa ngelupain kenangan indahnya—dan jadi keingetan hal hal jahat apa yang udah pernah dia lakukan. Kalau udah kayak gitu kan tanpa berusaha aja kita udah pengin lupa HAHAHAHA.

  • 89
    Shares


Loading...



No more articles