Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Jangan Bangun Pagi Biar Kamu Dikira Orang Pintar

Redaksi oleh Redaksi
14 Juli 2019
A A
bangun pagi MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bangun pagi itu konon memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, malas bangun pagi itu juga nggak buruk-buruk amat. Kamu bisa dianggap orang pintar, Lur.

Bangun pagi memang urusan yang rumit bagi sebagian orang. Apalagi kalau sudah punya kebiasaan tidur menjelang subuh dan bangun ketika jam makan siang sudah dekat. Padahal, konon, bangun pagi punya banyak manfaat untuk kesehatan. Ya kesehatan fisik, maupun kesehatan mental.

Ada banyak manfaat bangun pagi. Berikut di antaranya:

1. Bangun pagi bikin bahagia.

Dijauhi oleh calon gebetan, dibuat nangis karena ditolak, gagal lolos SBMPTN, solusinya gampang saja: bangun pagi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manula cenderung lebih bahagia daripada anak-anak muda karena mereka memiliki kebiasaan bangun di pagi hari. Sedangkan orang dewasa yang bermain atau bekerja hingga larut malam, memiliki suasana hati yang buruk.

Sudah bekerja sampai larut malam, nangis karena ditolak, UMR kecil padahal kebiasaan ngopi jalan terus, obati semuanya dengan bangun kala matahari mulai menyingsing. Niscaya…

2. Bisa merasakan manfaat matahari pagi.

Sinar matahari pagi sangat bermanfaat untuk tubuh. Paparan sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D. Produksinya akan meningkat ketika tubuhmu dimandikan oleh sinar mentari pagi yang syahdu nggak kalah sama senja-senjaan itu.

Vitamin D memang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan penyerapan fosfor dan kalsium di usus. Gigi, tulang, serta otot akan menjadi lebih kuat. Hmm…Gatotkaca itu pasti sering bangun pagi karena punya otot kawat, tulang besi. Selain itu, vitamin D dapat mencegah penyakit seperti hipertensi, multiple sclerosis, osteoporosis, rakitis, dan diabetes.

3. Jadi lebih “namaste”.

Bangun sebelum matahari terbit bakal ngasih kamu momen untuk menikmati “waktu”. Sebelum kamu dipusingkan dengan deadline, paper, atau bahan presentasi yang bisa menghabiskan waktu seharian tanpa kamu bisa “namaste”.

Kebiasaan ini seperti memberi tubuh “hadiah” untuk melepas lelah dan menghilangkan semua rangsangan mental ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Masa hening ini sangat bermanfaat bagi otak. Duduk diam juga meningkatkan oksigen ke otak karena Anda akan bernapas lebih dalam dan terkontrol. Dampak lanjutannya, hal ini membantu mengurangi migrain dan tekanan darah tinggi.

Nah, lumayan oke juga kan bangun sebelum matahari terbuit. Namun, tahukah kamu kalau malas bangun lebih awal pun bukan sebuah dosa. Bahkan, menurut sebuah penelitian, malas bangun pagi menjadi indikasi orang pintar.

Berdasarkan peneliti Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina, orang zaman dulu punya kebiasaan tidur cepat dan bangun juga cepat. Kebiasaan itu dipandang sebagai kebiasaan yang baik. Ciri norma orang rajin nan produktif.

Nah, terjadi perubahan di dunia modern ini di mana semakin banyak orang yang suka bangun siang. Tapi, fret not, melakukan sesuatu yang “menentang norma” dapat diartikan sebagai tanda kepintaran.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keengganan untuk bangun pagi justru menunjukkan inisiatif.

Enggan tunduk begitu saja dengan keinginan dan tidak mengizinkan tubuh untuk diperintah oleh sebuah alarm menunjukkan kemandirian. Artinya, kamu bisa selalu bisa tegas menentukan pilihan dan solusi akan sebuah permasalah bernama alarm yang kamu snooze tiap lima menit.

Iklan

Ingin tidur lebih lama pun, menurut studi, adalah sebuah logika dasar artinya kamu mengerti sebab dan akibat. Jadi kamu nggak akan menggerutu ketika dihukum berdiri sambil hormat di depan tiang bendera sambil angkat sebelah kaki karena sering terlambat masuk sekolah. Sudah paham sebab dan akibatnya kok. Dihukum pun rasanya tetap “namaste”.

Nah, kalau pingin terlihat pintar, mulai sekarang, bangun siang saja. Malas-masalah itu pilihan, broo. Yang penting tahu sebab dan akibatnya saja. Sering telat masuk kantor? Ahh, cuma dipecat ini. Sans…

(yms)

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: bangun pagimanfaat sinar mataharivitamin D
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

bangun siang
Pojokan

Kesuksesan Tak Ada Hubungannya dengan Bangun Pagi, dan Saya Berharap Itu Benar

4 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.