Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Suzuki Jimny Katana: Enak Dipandang, Nyiksa di Pinggang

Wahyu Ade Pramana oleh Wahyu Ade Pramana
22 Juni 2020
A A
suzuki jimny katana MOJOK.CO

suzuki jimny katana MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Suzuki Jimny Katana milik ayah saya AC-nya sudah mati, jok tipis, suspense keras. Sebuah mobil yang cocok jadi sauna berjalan dan uji ketahanan pinggang.

Mari kali ini kita bahas Jimny. Mobil ini sudah 40 tahun lebih mengaspal di jalanan Nusantara. Jimny, yang kali pertama masuk adalah jimny jangkrik 800cc tahun 1979. Kebanyakan dari kita mengenal perbedaan Jimny dari nama-nama unik, misalnya Jimny Jangkrik, Jimny Trepes, atau Jimny Katana.

Kebetulan, pada 2013 sampai 2016, ayah saya pernah punya Jimny Katana tahun 1990. Saat itu, saya masih SMP. Bagi kami, mobil seperti itu sudah lumayan daripada naik Honda Karisma.

Jimny Katana ini dipakai setiap hari dan untuk semua keperluan. Mau usung-usung sembako, antar simbah berobat ke mantri, atau setia mengantar ayah bekerja jadi guru. Jadi harus memilih mobil yang irit disesuaikan keuangan guru pada saat itu.

Selain irit, tampilan gagah dan mudah dirawat menjadi alasan ayah membeli mobil ini. Cocok untuk kantong PNS seperti ayah saya. Selain itu, paling tidak, mobil ini ada bonnet-nya, sehingga tidak membuat kaki sopir dan penumpang depan jadi jaminan kalau terjadi tabrakan. Dengan pertimbangan itu, bermodalkan mahar Rp40 juta, kami bawa pulang si Jimny katana yang saya beri nama Mbah Jimin.

Yang mengherankan, justru sekarang pasaran Jimny bisa mahal. Katana bekas yang mulus harganya bisa diatas Rp50 jutaan. Bahkan saking populernya, Jimny generasi terbaru harga barunya Rp380 jutaan. Karena permintaan yang tinggi, calon pembeli harus inden bertahun-tahun. Sampai banyak pemilik jimny baru yang menjual mobilnya dengan harga sampai setengah miliar, dan masih ada yang beli juga.

Kembali ke Mbah Jimin. Soal penampilan, jelas mobil ini sudah keliatan kuno. Meskipun begitu, mobil ini tetap enak dipandang asal bersih dan terawat. Apalagi kalau dikasih ban lumpur dan ditinggikan sedikit. Gagah sekali.

Modelnya yang seperti Jip kecil menggendong ban konde, membuat mobil ini sudah gagah sejak generasi lawas. Bentuk khasnya yang ringkas namun keren itulah yang membuat Jimny dicintai banyak orang sampai sekarang.

Jimny, dari fitrahnya lahir sebagai Jip kecil besutan Suzuki. Ada yang 4×4 atau 4×2. Kebetulan, Mbah Jimin yang 4×2. Jimny Katana termasuk pelan, tapi masih ada tenaganya. Ya, ada saja, bukan jenis yang enak banget buat tarikan.

Mesinnya sendiri pakai mesin legenda Suzuki berkode F10A, cuma 970cc berteknologi karburator dan masih platina. Karena teknologinya kuno, alhasil tenaganya cuma bisa keluar 50 horsepower. Itu pun kalau kondisinya masih baru, kalau sudah puluhan tahun jelas turun tenaganya.

Mesin ini paling terkenal pernah dipakai sama angkot Carry 1000 dan Karimun kotak. Jadi bisa dibuktikan kalau mesin ini irit. Konsumsinya, 1 liter bisa menempuh 12 kilometer di jalanan Jogja. Bensinnya cukup yang Pertalite.

Bisa dibilang, mesin ini bandel dan awet. Asal perawatannya benar dan rajin cek platinanya. Tapi namanya mobil sudah berumur, pasti ada saja masalahnya. Misalnya, kaki-kaki sudah glodakan, body keropos, sering mogok karena setelan platinanya tidak pas, dan masih banyak lagi.

Keadaan seperti itu membuat ayah saya banyak akal seperti orang Indonesia pada umunya. Mobilnya boleh Jimny Katana, tapi karbunya pakai punya Kijang, extra fan pakai punya Karimun. Suku cadangnya banyak tersedia, murah pula. Bengkel resmi atau bengkel di bawah pohon pun bisa menangani karena kesederhanaannya.

Soal performa, mesin ini karakternya punya torsi kuat di rpm bawah. Jadi enak buat jalan-jalan di medan pegunungan. Tapi akselerasinya di jalan lurus menyedihkan, jangan harap menang dari Daihatsu Ayla.

Iklan

Untuk top speed, Mbah Jimin yang tua cukup sampai 100 kilometer per jam saja. Bisa lebih kalau jalannya menurun. Tapi ya sudah, yang penting utamakan selamat. Toh, wheelbase-nya yang pendek dan body relatif tinggi membuat mobil ini jadi sangat limbung kalau diajak manuver di kecepatan tinggi.

Karena kebanyakan dipakai untuk off-road, jangan terlalu berharap sama kenyamanan Jimny Katana. Kabinnya sempit, terutama bagian penumpang. Suspensinya keras mirip naik batu. Lingkar kemudinya belum dilengkapi power steering, ditambah rodanya berukuran besar.

Jadi, mobil ini memang lebih cocok untuk olahraga, deh. Belum lagi joknya tipis dan super keras, cocok unuk ngetes ketahanan pinggang. AC yang mati juga menghiasi fitrah Jimny Katana ini sebagai mobil tua. Jadi, naik mobil ini di siang bolong bisa terasa seperti di dalam sauna berjalan.

Meskipun banyak derita seperti itu, saya tetap berusaha menghargai jasa Mbah Jimin dengan cara menulis artikel ini. Semoga awet sama juragan yang baru ya, Mbah. Salam dari mantan pemilikmu.

BACA JUGA Berburu Mobil Bekas di Bawah 25 Jutaan untuk Kaum Low Budget atau ulasan mobil tua lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2020 oleh

Tags: Daihatsu Aylahonda karismaJimny KatanaSuzuki Baleno
Wahyu Ade Pramana

Wahyu Ade Pramana

Artikel Terkait

Daihatsu Ayla Terlalu Kecil untuk Kasih Makan Gengsi Kamu MOJOK.CO
Otomojok

Daihatsu Ayla: Mobil Kecil dengan Manfaat Besar bagi Mereka yang Tak Kenal Gengsi

21 Agustus 2024
Motor Honda Karisma Milik Ibu yang Harganya Lebih Mahal dari Rumah Rp1 Miliar MOJOK.CO
Otomojok

Motor Honda Karisma Milik Ibu yang Harganya Lebih Mahal dari Rumah Rp1 Miliar

8 Agustus 2023
Ayla Agya 2023 Malah Seperti Meniru Strategi Honda Brio Satya MOJOK.CO
Otomojok

Ayla-Agya 2023 Malah Seperti Meniru Strategi Honda Brio Satya

17 Februari 2023
Pertarungan Gengsi Modernitas Honda Supra X 125 vs Honda Karisma yang Pantatnya Menggoda untuk Ditampar MOJOK.CO
Otomojok

Pertarungan Gengsi Modernitas Honda Supra X 125 vs Honda Karisma yang Pantatnya Menggoda untuk Ditampar

25 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.