Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

Nabillah Ilham Affandy oleh Nabillah Ilham Affandy
2 Juni 2026
A A
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Astrea Grand adalah motor yang “berbahaya”. Motor Honda satu itu akan memikatmu dalam kebahagiaan selamanya.

Motor pertama yang paling saya ingat bukan motor mahal. Ia berasal dari pabrikan sejuta umat. Motor yang saya maksud adalah Honda Astrea Grand milik bapak.

Motor Honda ini sangat bermakna buat saya. Bersama motor ini, bapak bekerja keras untuk membesarkan anak-anaknya. Setelah anak-anaknya beranjak remaja dan mulai dewasa, beliau mewariskan Astrea Grand legendaris itu. Dan sejak saat itu, nasibnya berubah.

BACA JUGA: Awalnya Ikut-ikutan, tapi Lama-kelamaan Saya Jatuh Cinta dengan Honda Astrea Grand

Astrea Grand, motor Honda yang sangat tangguh

Di rumah saya, motor punya perjalanan hidupnya sendiri. Astrea Grand milik bapak adalah motor dengan daya tempur luar biasa. Banyak sekali aksi di dalam rumah yang melibatkan motor Honda satu itu. Mulai dari mengantar sekolah, belanja ke pasar, hingga mengangkut barang-barang.

Dulu, ketika masih kecil, saya berpikir bapak pasti orang penting. Setiap berangkat kerja naik Astrea Grand dengan suara mesin yang paling halus ketimbang motor-motor tetangga, semua orang akan menyapa. Seakan-akan motor ini punya daya tarik sendiri.

Saya juga masih ingat, motor Honda ini kuat membawa keluarga kecil kami untuk jalan-jalan ke kota. Saya yang masih bocah, duduk di depan. Kaki saya menginjak dashboard tengah dan tangan kecil saya memegang kedua spion. 

Ibu dan kakak saya duduk di belakang. Bau bensin, hawa panas, suara rantai seperti menjadi aroma yang khas untuk menemani keluarga kami yang sampai sekarang masih teringat jelas. Begitulah. Mungkin, Astrea Grand adalah benda paling berharga kami saat itu.

Beli Astrea Grand lagi untuk ibu

Saya dan Astrea Grand memang sedekat itu. Setiap pagi, ketika bapak memanaskan motor, saya pasti ikut. Entah kenapa saya suka banget mendengarkan suara mesin motor tersebut. Suaranya menenangkan. 

Kadang saya duduk di motor sambil melihat ayah mengotak-atik choke karburator sebelum memanaskan motor itu. Sesekali bapak mengusap bodi agar terlihat bersih sebelum memakainya berangkat kerja.

Nah, suatu ketika, bapak membeli lagi Astrea Grand untuk ibu. Itu sebuah wujud cinta bapak kepada motor Honda yang sekarang sudah menjadi benda koleksi.

Sayang, hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ketika saya mulai remaja, bapak harus menjual salah satu Astrea Grand di rumah. Saya tidak terlalu mengingat alasan bapak. Yang jelas, saat itu, tersisa satu motor di rumah. Oleh sebab itu, keberadaan motor Honda itu jadi makin penting.

Motor warisan

Tidak lama setelah menjual satu Astrea Grand, bapak bilang kalau saya boleh menggunakan yang satunya lagi. Sejak saat itu, motor Honda itu jadi “korban kreativitas remaja.”

Awalnya, motor warisan bapak adalah kendaraan saya untuk sekolah. Saat itu, saya masih SMP.

Iklan

Kebetulan, teman-teman saya di tongkrongan punya hobi motor. Karena pergaulan, saya jadi tertular hobi tersebut. Saya mulai kenal ban kecil, stiker motor, hingga spion modif untuk awalan. Modif kecil-kecilan kayak gitu saja saya sudah merasa Astrea Grand saya adalah yang paling kencang. Nah, dari situ, saya semakin suka dunia otomotif.

Modifikasi yang mengubah motor warisan bapak

Semakin sering nongkrong, semakin dalam saya mengenal dunia otomotif. Salah satunya saya berkenalan dengan knalpot balap. Cuma karena pasang knalpot itu, lagi-lagi saya merasa motor Honda saya adalah motor paling kencang. Padahal yang mencolok cuma suara knalpot yang bisa membangunkan warga satu RT.

Kalau saya ingat lagi, rasanya kok malah lucu. Dari mana bisa Astrea Grand dengan CC kecil itu jadi paling kencang. Desain motor ini adalah motor keluarga yang irit dan bersahaja. Namun dari sana, keinginan saya untuk mengubah motor ini jadi makin besar.

Astrea Grand semi balap

Saya semakin banyak melakukan modifikasi. Saya melepas spion, mencopot striping, mengubah warna, sampai ganti knalpot yang lebih bising. Saat itu, saya sudah merasa paling keren. Seperti sedang naik motor dengan style balap ala Thailand.

Melihat perubahan kepada motor warisannya, bapak berkomentar:

“Motor bukannya makin bagus, malah makin rusak.”

Kalau mengingatnya sekarang, kok rasanya kasihan sama bapak. Dia sudah lama sekali merawat Astrea Grand hitam itu dengan sepenuh hati. Eh, perlahan berubah menjadi bahan eksperimen anak remaja yang terlalu banyak menonton balapan liar.

Setelah lulus SMP, dengan keinginan cita-cita menjadi pembalap, saya berpindah ke motor kencang di kelasnya, Suzuki Satria FU.

Beralih ke motor lain, untuk kemudian kembali ke Astrea Grand

Setelah memakai Suzuki Satria FU, Astrea Grand berpindah tangan ke kakak. Dia memakainya untuk pergi kuliah. 

Nah, saat kakak memakai motor Honda ini, nasibnya berubah lagi. Dari semi balap, menjadi motor custom jadul khas anak tongkrongan kampus. Knalpotnya lebih sopan, spion bulat, jok hanya untuk satu orang, lampu bulat, ban kotak-kotak.

Kakak juga mengembalikan suara khas Astrea Grand. Suara yang sering saya dengarkan ketika bapak memanasi motor Honda ini. Iya, suara yang menenangkan itu kembali.

Saat kuliah, saya sempat motor sendiri, yaitu Yamaha V75 keluaran 1976. Motor tua juga, tetapi saya tidak benar-benar akrab dengan motor ini. Ada rasa berbeda ketika menggunakan Yamaha V75. Seperti merasa nggak berjodoh saja.

Maka, setelah bekerja, saya tidak mau ikut-ikutan kebanyakan teman yang memutuskan kredit motor matik. Saya membeli Astrea Grand bulus dengan tahun 1993. 

Motor itu unik karena pemilik pertamanya di STNK dan BPKB adalah Bapak Joko Widodo. Bukan mantan presiden itu tentu saja, tapi seorang karyawan pabrik di kota saya. Hanya kebetulan namanya sama. Tetapi ketika melihat STNK dan BPKB motor itu terasa sedikit lebih bergengsi.

Saat teman-teman sibuk memikirkan cicilan kredit motor, saya sibuk mencari sparepart original. Seperti hoki-hokian untuk mendapatkan sparepart original di zaman sekarang ini.

BACA JUGA: Barang Kolektor Motor Honda Astrea Grand Tahun 1991 Kini Harganya Mencapai Rp15 Juta dan Saya Menyesal Sudah Menjualnya

Menua bersama motor Honda

Kini saya sudah menikah. Motor Astrea Grand masih setia ada di rumah. Ia menemani saya dan istri untuk pergi dan pulang kerja. Yah, walau istri sendiri lebih suka karena terbiasa pakai matik. Mungkin anak saya yang akan lebih akrab dengan motor Honda itu seperti saya dulu.

Bagi saya, motor memang bukan sebatas transportasi. Ia adalah entitas yang tumbuh bersama, menemani saya di banyak fase kehidupan. Dari dibonceng bapak waktu kecil, jadi anak racing saat remaja, sampai akhirnya bekerja dan menikah.

Hingga saat ini, motor Astrea Grand milik bapak saya masih tersimpan di garasi rumah sebagai kenang-kenangan. Saya tidak mungkin membuang bagian-bagian hidup saya yang tumbuh bersama motor Honda satu itu.

Penulis: Nabillah Ilham Affandy

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan dan kisah mengharukan lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2026 oleh

Tags: astrea grandastrea grand modifharga astrea grandhondahonda astrea grandmodif astrea grandmotor astrea grandMotor Honda
Nabillah Ilham Affandy

Nabillah Ilham Affandy

Saya bekerja di bidang teknik. Isu yang saya ikuti tentang perjalanan hidup dan lingkungan sosial. Menyukai seni, nostalgia, dan cerita-cerita kecil yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

Artikel Terkait

Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Supra X 125, Motor Honda yang Menderita dan Nggak Masuk Akal MOJOK.CO
Otomojok

Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

14 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Pelatihan keterampilan kerja bagi orang miskin dan disabilitas di Jawa Tengah MOJOK.CO

Sebuah Lembaga Tempat Orang Miskin dan Disabilitas Jateng Dapat Pelatihan Kerja Gratis, Dilatih 10-20 Hari Langsung Jadi Kartap Perusahaan

26 Mei 2026
Pentingnya keamanan siber di dunia digital. MOJOK.CO

Idul Adha: Refleksi untuk Kita yang Rela Mengorbankan Data Pribadi Dijual Secara Bebas Tanpa Tahu Kefatalannya

28 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beri hadiah sapi kurban usai salat Iduladha bersama warga penghuni Huntara di Tegal MOJOK.CO

Salat Iduladha di Huntara Jatinegara Tegal: Hadiah Sapi 906 Kg dan Kebahagiaan di Tengah Situasi Sulit

27 Mei 2026
Frugal Living, healing, MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik

26 Mei 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.