Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda CBR 150R Motor 150 CC Terbaik, Katanya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 Juli 2017
A A
cbr mojok

cbr mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Honda CBR 150R Facelift yang keluar April 2016 menjadi penantang serius bagi Yamaha R15 … katanya. Dengan harga yang kurang lebih, CBR hadir dengan ergonomi yang lebih enak, tampilan yahud, jok penumpang yang lebih nyaman, dan nama besar yang lebih melegenda … juga katanya. (Btw CBR sudah muncul lagi nih, WIN 100 kapan?)

Bapak saya adalah salah satu yang kepincut dengan motor ini beserta katanya-katanya itu.

Iklan

“Nak, gagah nih. Sikat ya?” Ya sudah pasti jiwa anak kuliahan yang masih mengglorifikasi masa muda ideal ala Crows Zero ini langsung mengiyakan. Itu Juni 2016. Bulan itu pula saya dan Bapak berangkat ke dealer untuk menerima fakta bahwa unit CBR 150R yang tersisa tidak boleh dibeli tunai. Hanya bisa dikredit. Sungguh dealer yang aneh.

Singkat cerita, CBR 150R bisa dibawa pulang dan saya menatap hari depan yang indah bahwa saya akan berangkat dan putar-putar Yogya dengan motor ini. Hari jadi semakin indah setelah melihat ulasan superpositif bertebaran di internet.

Kemudian saya buktikan ulasan-ulasan memuji CBR 150R itu banyak benarnya. Seri baru CBR ini memang menawarkan banyak hal baru. Speedometer digital yang memberi indikator gear dan ada jamnya, misalnya. Sumpah, fitur jam ini membantu saya mengestimasi berapa waktu tersisa untuk melaju dari Janti ke kampus FBS Universitas Negeri Yogyakarta, lalu ngopi sebelum masuk kelas (yang akhirnya tetap saja tidak boleh masuk kelas karena telat).

Untuk motor berpenampilan racing, CBR 150R juga lumayan nyaman karena selain tak perlu membungkuk ekstrem, gerak motor lumayan lincah untuk menyempil di kemacetan jalan Solo yang terkenal dengan keberingasan para pengendara mobil berjiwa motornya. Tenaga 150 cc motor ini tak perlu diragukan untuk mengejar lampu hijau yang tersisa 10 detik dan melibas Jalan Dlingo yang terkenal dengan tikungan menanjak.

Pengereman juga ciamik, Jalan Dlingo yang menurun tidak jadi masalah dan tidak pernah membuat saya hampir menabrak para pedagang dan ibu-ibu di Pasar Demangan yang sering tiba-tiba muncul ke jalan tanpa dosa. Konsumsi BBM yang irit benar-benar cocok untuk anak kos macam saya yang butuh budget khusus untuk ngantor (baca: main DOTA di warnet selama belasan jam).

Konsumsi BBM yang irit merupakan nilai plus sekaligus yang terbaik untuk ukuran motor kelas 150 cc. Bahwa 30 ribu Pertalite cukup untuk menempuh rute Yogya—Wonogiri—Yogya (65 km) dan 50 ribu Pertamax untuk rute Wonogiri—Purwantoro—Wonogiri—Yogya (95 km), inilah pertanda betapa irit motor tersebut. Kebutuhan bahan bakar segitu jika berlaku pada Supra atau Vario sih saya tidak kaget, tapi ini motor besar lo. CBR ini berhasil mematahkan mitos bahwa motor besar boros BBM. Di situ saya ingin benar memeluk pegawai Honda.

Untuk desain, saat itu ia memang meninggalkan kompetitornya. Melihat bodi berlekuk tajam dengan mata sipit mengintimidasi dan pelat depan yang ditaruh di bawah semenyenangkan melihat dedek sipit bergingsul. Dilihat dari samping, CBR 150R punya kesan ramping nan padat.

Fairing-nya juga tidak terlihat berlebihan seperti motor-motor lain. Tampilan anyar inilah yang memang menjadi kelebihan CBR di mata pasar. Buktinya, 87 ribu unit terjual ketika pasar 150 cc justru sedang lesu. Lampu motor ini yang seluruhnya sudah LED juga makin menancapkan identitas kekinian sebuah motor, walaupun buat lawan di jalan, cahayanya saat malam yang seperti Close Up (alias bikin silau tahu!) itu bisa menimbulkan makian tak terduga.

Walau begitu, tidak ada kecantikan yang tanpa cela, meski kadang celanya hanya karena si dia tidak cinta sama kamu. Ketika sudah cukup lama memakai CBR 150R, teman saya bertanya, “Ngapain sih kamu beli CBR?” Dan saya pikir, ada benarnya juga ya. Karena sesungguhnya motor ini tidak nyaman-nyaman banget.

Yang utama adalah ban dan peredam kejutnya. Ban memang tubeless, tapi entah kenapa ban seperti tidak pernah “menggigit” aspal sebagaimana ban pada umumnya. Alhasil, ketika melaju pada kecepatan tinggi, motor terasa melayang dalam artian yang buruk karena ban tidak menapak tanah.

Ban yang tidak menggigit secara maksimal ini mungkin untuk mengimbangi performa mesin yang bertenaga 17,1 PS (=17,1 HP) dan 9.000 rpm—kalah dengan Yamaha R15 dan Suzuki GSX R150. Namun, tetap saja ini minus yang menakutkan. Dan untuk peredam kejut, CBR 150R ini bisa dibilang payah. Ketika suatu kali saya tidak sengaja melewati lubang kecil, suara benturannya terdengar begitu keras. Melibas jalan bergelombang juga membuat tangan linu karena getarannya begitu terasa.

Untuk jok pembonceng, memang motor ini tidak didesain untuk berboncengan. Tapi, jok utamanya sendiri memang sudah tidak empuk. Pacar saya yang selalu mengeluh saban dibonceng suatu kali pernah bilang, “Ini motor apa bandoso sih?” membuat saya berpikir ulang untuk menjual motor ini lalu beli All New Civic. Namun, saya urungkan karena saya bukan Edi Mulyono.

Iklan

Lalu masalah keamanan. Saat beli, petugas dealer berkata bahwa sekarang motor Honda keamanannya terjamin. Selain fitur magnetic lock, katanya kuncinya pun tidak tidak bisa diduplikat tukang kunci mana pun. Sebagai mahasiswa dari kampus yang terkenal akan tingginya tingkat curanmor tapi tak pernah direspons serius, saya merasa lega. Namun, enam bulan setelah beli, motor itu berhasil dibawa maling yang gagal saya kejar.

Saya bingung, harga 34 juta untuk sebuah motor adalah angka yang tinggi, tapi tetap saja teknologi anti maling dari pabrikan tidak menjamin apa-apa. Memang bahwasanya kepergian itu adalah sesuatu yang tidak bisa dicegah, meski keduanya sudah saling cinta sekalipun.

Setelah kehilangan CBR 150R Facelift putih indah itu, sekarang saya naik Honda Beat putih. Kadang saya merindukan naik CBR. Tetapi, ketika merasakan pengereman dan kualitas ban Beat yang nyatanya nggak berbeda dengan CBR, niat jalan bareng dengan CBR saya urungkan dulu. Kalau cuma ngejar tampilan, lebih baik uang pembeli CBR ditabung untuk DP rumah, mengikuti jejak Mas Agus dan Mbak Kalis.

Oh iya, bagi cowok-cowok yang ingin membeli CBR 150R hanya untuk bergaya dan menggaet perempuan, urungkan saja niat itu. Perempuan sekarang cerdas-cerdas. Mending uangnya dibelikan buku, supaya ikut cerdas … katanya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2017 oleh

Tags: cbrcbr 150 rhondahonda win 100motor gedesuzuki gsx 150ryamaha r15
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO
Otomojok

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Supra X 125, Motor Honda yang Menderita dan Nggak Masuk Akal MOJOK.CO
Otomojok

Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.