Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

DayTrans Adalah Travel Paling Ajaib: Fasilitas Jelek, Joknya Keras, Berjamur, tapi Malah Terasa Istimewa dan Selalu Penuh Penumpang!

M. Mujib oleh M. Mujib
2 Januari 2024
A A
DayTrans: Versi Mini Sugeng Rahayu, Travel Paling Ajaib di Dunia MOJOK.CO

Ilustrasi DayTrans: Versi Mini Sugeng Rahayu, Travel Paling Ajaib di Dunia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Diam berdebu, bergerak seperti alap-alap berburu

Sepanjang pengalaman saya menjadi penumpang DayTrans, sepanjang itu pula saya belum pernah menemui sebuah unit mereka yang bersih, mengilap, dan bebas dari debu. Pada 2021, saya pernah naik dari pool Majapahit, Semarang. Jadwal keberangkatan pukul 07:00. 

Unit yang terparkir di depan pool adalah Hiace Commuter. Kondisinya? Diam berdebu bergerak menangkap bandar sabu. Seperti habis melewati gempuran artileri! Penuh debu dan kotoran, mungkin sisa perjalanan semalam. Interiornya kumuh, dengan plafon penuh bercak air berwarna kegelapan. Seperti air liur yang jadi bahan karya seni pada bantal. 

Beberapa kali saya berangkat dari Jombor, yang waktu itu kantornya masih di dekat fly over. Saya berangkat pukul 19:00 tujuan Semarang via Seturan, Jatinom, Boyolali, Salatiga. Kondisinya ya nggak jauh berbeda dengan yang ada di Semarang itu. Bahkan, kaca depan penuh jamur dan baret halus bekas wiper. Dengan kondisi seperti itu saja, kendaraan tetap jalan. Jangan ditanya berapa jumlah penumpangnya, ya, karena penuh!

Pengalaman gila, tapi entah kenapa terasa menyenangkan

Saya sebagai penumpang, yang punya kerjaan sampingan sebagai sopir juga, sebenarnya agak was-was saat DayTrans ini berpapasan dengan kendaraan lain. Sebab, kondisi kaca yang seperti itu membuat pandangan jadi ambyar karena cahaya menyebar ke mana-mana.

Tapi, entah bagaimana ceritanya, pengemudi bisa bekerja dengan kondisi kendaraan yang seperti itu. Apalagi saat itu sedang musim hujan. Edan! 

Tak hanya itu saja, lepas Seturan, masuk Ring Road Maguwo, Jalan Jogja-Solo, hingga agen Ngangkruk, Klaten, mobil ini nggak pernah jalan pelan meski dalam kondisi hujan lebat. Setelah Ngangkruk, menuju Jatinom, sama saja. Nggak ada pelan-pelannya juga. Ini sopir super. Ini menarik dan seru. Hahaha. 

Puncaknya, setelah Pasar Jatinom menuju arah timur, mobil ini justru semakin menjadi-jadi. Ini jalur yang nggak begitu lebar, yang hanya pas untuk papasan 2 kendaraan sedang dan sedikit besar. Dalam kondisi kaca depan DayTrans yang kotor dan menyebarkan cahaya, pengemudi tetap bergerak cepat zig-zag mencari kesempatan untuk bisa keluar dari deretan truk-truk pasir bermuatan yang sudah memakai mode kura-kura menuju arah yang sama. 

Kalau bukan mobil yang sehat dan sopir yang berpengalaman, nggak akan sanggup begini. Mesin 2KD Toyota Hiace memang luar biasa kalau untuk hal-hal beginian. Tenaganya terasa dari putaran bawah sampai atas. 

Jujur saja, Hiace Commuter bukan mobil yang nyaman-nyaman banget. Apalagi dengan jok standar bawaan pabrik yang cenderung keras, sudah pasti guncangan makin jelas. 

Melihat kondisi jalanan Jatinom yang nggronjal-nggronjal seperti itu, pengemudi yang mosak-masik berusaha keluar dari keruwetan jalan, yang saya heran, semua penumpang bisa tidur nyaman. Ini hanya ada 2 kemungkinan; tidur pasrah, atau tidur memang karena lelah. Saya termasuk golongan yang pasrah pada sopir DayTrans. Mau terjadi apa saja, ya sudahlah.

Biasa, namun istimewa

DayTrans Jogja-Semarang memang biasa-biasa saja dari sisi kenyamanan, fasilitas, juga layanan. Saya rasa kita sepakat soal ini. Kecuali kalau kamu hanya tahu travel DayTrans dan nggak pernah naik travel lain. Nggak masalah kalau nggak sepakat. Tapi, ada hal lain yang saya rasa ini menjadi hal yang istimewa.

Pertama, jadwalnya banyak dan ada setiap 1 jam. Kamu mau berangkat pagi buta atau hampir tengah malam sebelum kuntilanak keliaran, jadwalnya ada. Keberangkatan pertama mulai pukul 04:00 dan terakhir di 23:00.

Kedua, ketepatan waktu. Soal ini saya akui DayTrans luar biasa. Mau hujan badai tetap berangkat sesuai jadwal. Telat 5 menit masih okelah. Bahkan, mereka rela meninggalkan penumpang yang datang terlambat. Eh, ini bukan rela, sih. Tapi harus! Bonus yang sering saya dapat adalah tiba sampai tujuan masih jauh dari jam estimasi. Bayangkan saja, dari Seturan pukul 04:30 pagi, tiba di pool Karang Ayu Semarang di 06:59! Waktu perjalanan hanya 2,5 jam dari estimasi yang dijanjikan, yaitu 4 jam. 

Ketiga, jiwa raga lebih sehat. Ini masih berkaitan dengan yang pertama. Kalau kamu adalah penumpang setia garis keras DayTrans, intensitas sering bepergian akan membuat badanmu menjadi kebal dan biasa terhadap benturan kerasnya jok mereka. Kerasnya jok DayTrans akan membuat kamu terbiasa menjalani kerasnya hidup. 

Iklan

Keempat, membuatmu lebih religius. PO Rela, Sugeng Rahayu, juga DayTrans menjadi perusahaan transportasi yang ikut berpartisipasi membuat kita sadar dan selalu ingat, bahwa sebagai manusia, ada dzat Yang Maha Kuasa yang menguasai langit, bumi, dan seluruh alam semesta. 

Kelima, ini hal yang mungkin bagi saya, yang warga kabupaten agak sedikit terkejut, di mana biasanya perusahaan transportasi seperti ini melakukan penghematan, terutama pada penggunaan ban, DayTrans menggunakan ban Michelin untuk armadanya! Saya nggak mau heran, tapi saya terlanjur heran. Ya, sudah.

Penulis: M. Mujib

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Hal yang Bikin Saya Nggak Nyaman Saat Naik Mobil Travel dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2024 oleh

Tags: daytransdaytrans semarangharga tiket daytransjadwal daytranspool daytranssugeng rahayutravel daytrans
M. Mujib

M. Mujib

Artikel Terkait

Posisi duduk di bus Sumber Selamat PO Sugeng Rahayu menentukan rasa aman jika sopir ugal-ugalan MOJOK.CO
Ragam

Alasan Bus Sumber Selamat Tetap Jadi Andalan meski Ugal-ugalan, Orang yang Naik Punya Siasat biar “Aman” karena Celaka Mengancam Kapan Saja

24 April 2025
Alasan sendu para sopir bus Sumber Selamat dari PO Sugeng Rahayu nyopir ugal-ugalan MOJOK.CO
Ragam

Memahami Kondisi Sopir Bus Sumber Selamat, “Terpaksa” Ugal-ugalan di Jalan karena Terhimpit Banyak Persoalan

24 Maret 2025
Otomojok

Sugeng Rahayu Mercedes Benz OF 1623, Bus yang Terlalu Nyaman dan Mewah untuk Kelas Ekonomi

17 Oktober 2024
Sugeng Rahayu dan Sumber Kencono Sering Kecelakaan MOJOK.CO
Kilas

Sugeng Rahayu Sebelumnya Bernama Sumber Kencono, Sudah Ganti Nama Kok Masih Sering Kecelakaan?

2 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.