MOJOK.COBerita terbaru soal polemik keberadaan Kim Jong Un mulai terbuka. Kabarnya Supreme Leader Korea Utara itu sebenarnya sehat walafiat.

Gengsinya seseorang yang lagi sayang dan jatuh cinta terhadap orang lain itu memang aneh. Waktu ada orang yang disayang sok cuek, sok benci, sok menghina. Eh pas orang disayangnya menghilang. Malah nyariin, bilang kangen, bilang yang baik-baik.

Huh, begitulah yang saya lihat saat seorang Kim Jong Un mendadak menghilang. Tampak jelas bahwa ternyata banyak sekali yang sayang dengan blio.

Pria subur berusia 36 tahun itu memang sedang bikin heboh dunia belakangan ini. Semua orang dibuat bertanya-tanya mengenai keberadaannya yang seolah hilang ditelan nuklir.

Muncul spekulasi yang mengatakan bahwa blio telah meninggal dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa Mas Kim terkena virus corona. Bahkan nih ya, ada yang mengatakan bahwa Mas Kim sedang ngegojek di sekitaran Depok.

Hadeh, saya jadi bingung harus percaya sama berita yang valid atau teori konspirasi yang menarik.

Syukurlah berita terbaru menyoal polemik keberadaan Mas Kim mulai terbuka. Konon kabarnya Supreme Leader Korea Utara itu sebenarnya sehat walafiat.

Menghilangnya seorang Kim Jong Un karena dikabarkan sedang menjalani isolasi diri. Hal tersebut dilakukan karena tersiar kabar bahwa pengawalnya Mas Kim ada yang terpapar corona.

Nah, coba gitu dari awal. Jadi orang-orang yang kangen sama sampeyan nggak dibuat bimbang, Mas Kim.

Sebagai salah seorang yang cukup mengidolakan Mas Kim berkat hobinya yang senang mainin rudal sambil ketawa-ketawa. Saya bisa menangkap gelagat rasa sayang dan cinta orang-orang di luar sana saat Mas Kim menghilang.

Baca juga:  Donald Trump Bisa Menjadi Presiden Amerika

Ketika Mas Kim menghilang, Pemerintah Cina sampai turun tangan dan menerjunkan dokternya buat menemukan kepastian soal keberadaan dan kondisi Mas Kim.

Itu Cina, lho. Negara yang katanya selevel dengan Amerika Serikat dan Rusia. Sampai harus ngirim orang buat memastikan kondisi Kim Jong Un. Itu bukti kuat bahwa Mas Kim disayang. Kalau nggak sayang, ngapain coba nyariin?

Cie, Cina cieee.

Berikutnya ada Amerika Serikat. Lewat seorang Donald Trump, tampak memang kalau Amerika Serikat ini sayang nggak ketulungan sama Mas Kim.

Nggak percaya?

Coba pantengin tweet demi tweetnya Donald Trump di Twitter. Cukup sering Papa Donald Trump nyebut Mas Kim dalam cuitannya. Itu bisa dijadikan indikasi bahwa sebenarnya Donald Trump yang mewakili Amerika Serikat sebenarnya punya rasa sayang dan cinta yang cukup dalam sama Mas Kim.

Kalau nggak sayang ngapain sih sampai nulis-nulis nama Kim Jong Un di cuitannya sendiri? Ngapain sampai harus ketemuan tiga kali di tempat yang beda-beda? Jelas, kan, Donald Trump dan Amerika Serikat sayang Mas Kim.

Cie, Papa Donald cieee.

Selain Cina dan Amerika Serikat, tetangga Korea Utara alias saudara sebangsa yang terpisah ideologi juga turut dibuat nggak tenang. Korea Selatan sampai-sampai bertindak layaknya jubir Korea Utara saat Mas Kim ngilang beberapa hari yang lalu.

Saking sayangnya Korsel, yang mengatakan Mas Kim “Alhamdulillah sehat walafiat” adalah Moon Chung-in, penasihat kebijakan luar negeri utama Presiden Korea Selatan.

Korea Utara yang notabene negara yang dipimpin Kim Jong Un aja nggak mau ngasih tahu kondisi Mas Kim, ini Korsel sampai sukarela nyari tahu dan ngasih tahu ke kita semua soal Mas Kim. Bukan main sayangnya Korsel.

Baca juga:  Selip Lidah: Mengundang Tawa, Memancing Marabahaya

Cie, drama korut ciee.

Kalau Korea Selatan nggak sayang Kim Jong Un, nggak mungkin Korea Selatan mau jadi jubir yang repot-repot nerangin ke banyak orang soal keberadaan dan kondisi Mas Kim.

Sampai sini paham? Banyak to yang sayang sama Mas Kim.

Lagipula sebrutal-brutalnya Kim Jong Un. Bagi masyarakat dunia dan khususnya masyarakat Indonesia, Mas Kim adalah salah satu sosok yang berjasa melepas rasa penat dan kesuntukan yang haqiqi.

Kemarin saja saat kondisi Kim Jong Un simpang siur, banyak masyarakat Indonesia yang sampai bikin-bikin meme tentang blio. Ngapain coba bikin begituan kalau bukan karena rasa sayang dan cinta yang besar?

Kim Jong Un memang sering dianggap layaknya seorang Luca Brasi dalam buku The Godfather oleh masyarakat dunia. Manusia kejam, dingin, tak kenal ampun, dan beringas. Reputasi itu memang diperkuat lewat kelakuannya sendiri yang sering menampilkan tawa unyu di tengah uji coba rudal.

Namun walaupun begitu, Mas Kim juga manusia. Walau sarat kontroversi, nyatanya lewat menghilangnya dirinya kemarin menjadi bukti sahih bahwa kita semua sebenarnya gengsi ngaku sayang dan cinta sama blio.

Layaknya cewek yang sayang ke cowok tapi malu-malu ngungkapinnya. Rasa sayang kita ke Kim Jong Un juga seringkali malu-malu diungkapinnya. Pas Mas Kim ada dan lagi mainin nuklir, marah-marah, sewot. Pas Mas Kim menghilang, heboh nyariin. Cari link berita di sana-sini.

Cie, kangen cie.

BACA JUGA Ada Apa dengan Kim Jong Un atau tulisan Muhammad Farid lainnya.