Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Maret 2026
A A
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

ilustrasi - profesi tukang cukur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dunia Akbar Guritno seolah runtuh usai hubungannya dengan kekasih berakhir. Namun siapa sangka, momen itu justru menjadi titik balik dirinya dalam meniti karier ke luar negeri. 6 bulan yang lalu, pemuda asal Kediri itu diterima kerja di luar negeri sebagai tukang cukur. Tepatnya di Selandia Baru dan memutuskan slow living di sana. 

Kirim 200 lebih lamaran kerja

Perjumpaan Akbar dengan negara Selandia Baru bermula dari kesedihannya yang baru putus cinta hingga berakhir melancong ke luar negeri. Belum pulih dari masa lalunya, Akbar masih harus kelimpungan mencari kerja. 

Ia kemudian mencari lowongan kerja di beberapa aplikasi. Salah satu situs yang Akbar kunjungi adalah SEEK. Pasar lowongan kerja online yang tersebar di Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina. Sejak didirikan tahun 1997, perusahaan asal Melbourne, Australia ini telah berkembang menjadi perusahaan teknologi multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Australia.

“Setidaknya, aku daftar ke 200 lowongan berbeda termasuk di situs Indeed. Terus aku cari lowongan di grup Facebook khusus profesi yang aku minati (barber),” kata Akbar saat dihubungi Mojok, Kamis (5/3/2026).

Tanpa diduga, dari ratusan lamaran itu, Akbar mendapat kabar di salah satu tempat potong rambut pria untuk wawancara secara online. Hingga akhirnya Akbar lolos sebagai tukang cukur alias barber di New Plymouth, Selandia Baru. 

Tak perlu waktu lama bagi Akbar untuk memutuskan kerja di luar negeri guna menata hati dan pikirannya. Ia pun bergegas mengurus visa sponsorship di website resmi Imigrasi Selandia Baru.

“Aku langsung urus paspor, SKCK, sertifikat profesi, surat pengalaman kerja (CV), medical check up dan beberapa berkas lain,” ucapnya. 

Menemukan titik terang di Selandia Baru

Beruntung bagi Akbar sebab keputusan itu tak pernah ia sesali. Kerja di luar negeri terutama di Selandia Baru justru membuatnya perlahan pulih dari masa lalu. Alih-alih galau, Akbar memutuskan bangkit sembari mempelajari banyak hal.

Tak pelak, ada banyak pengalaman baru yang Akbar temui saat di Selandia Baru. Salah satunya soal budaya kerja di luar negeri. Berdasarkan cerita teman-temannya dan pengalamannya kerja di Surabaya, Akbar sudah muak sebagai karyawan gaji imut (karjimut) yang selalu dituntut lembur.

Baca Halaman Selanjutnya

Lebih cocok kerja budaya barat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2026 oleh

Tags: cari kerjakerja di LNkerja di luar negerimelamar kerjaNew ZealandSelandia Baruslow livingwork-life balance
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO
Urban

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO
Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang tua lebih rela jual tanah dan keluarkan biaya puluhan juta untuk anak LPK kerja di Jepang daripada lanjut kuliah di perguruan tinggi MOJOK.CO

Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

6 Mei 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa? MOJOK.CO

Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa?

6 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Lulusan UNJ berkebun di Bogor. MOJOK.CO

Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

8 Mei 2026
Tangis haru Valentina di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi karena bisa sekolah gratis lewat program Sekolah Kemitraan Pemprov Jawa Tengah MOJOK.CO

Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi

8 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.