Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
13 April 2026
A A
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Ilustrasi - Bekerja di Jakarta vs Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fatimah (23) meninggalkan Jogja untuk bekerja di Jakarta selama lebih dari satu tahun. Kini, ia memang mendapatkan gaji yang lebih besar di Jakarta, tetapi harus mengorbankan kesehatan mental sebagai penggantinya.

***

Agustus 2024 lalu, Fatimah dinyatakan lulus dari perkuliahan di salah satu PTN di Jogja. Ia yang sebelumnya bekerja secara work from anywhere (WFA) ditawarkan untuk bekerja di Jakarta dengan sistem work from office (WFO).

Bukan kali pertama ke Jakarta, Fatimah menyetujui penawaran itu. Ia berpindah dari Jogja ke Jakarta. 

Dalam bayangannya, Jakarta mungkin akan mengerikan seperti yang dikatakan sebagian orang. Namun di lain sisi, ia tahu, Jakarta juga mempunyai penawaran yang lebih baik daripada bekerja di perusahaan yang sama dengan lokasi Jogja. 

Gaji bekerja dari dua tempat berbeda itu juga jauh berbeda.

Memilih Jakarta daripada Jogja untuk mencapai financial freedom

Pertimbangan pertama menyangkut gaji langsung dirasakan Fatimah ketika pindah ke Jakarta. Ia mendapatkan kenaikan gaji mengikuti tempatnya bekerja, setidaknya melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta yang mencapai Rp5 juta pada tahun 2024,

Nominal ini dua kali lipat dari UMP Jogja pada 2024 yang hanya sebesar Rp2,1 juta.

“Gaji sih, lagi lagi tergantung tempat, lebih menjanjikan aja. Gaji dan benefit,” kata dia kepada Mojok, Rabu (8/4/2026).

Survei Jakpat pada tahun 2024 menemukan bahwa gaji menjadi prioritas generasi Z (gen Z) dalam mencari pekerjaan. Survei yang dilakukan terhadap 1.155 responden ini menunjukkan mayoritas gen Z dengan persentase 69 persen menjadikan upah atau gaji dalam tolok ukur utama mencari kerja.

Keputusan ini didasarkan pada harga berbagai kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Menurut Fatimah, hal ini ada benarnya. Hal lainnya, kenaikan gaji juga menyangkut rencana dirinya untuk mengumpulkan pundi-pundi dalam mencapai financial freedom.

Jenjang karier di Jakarta lebih baik

Selain gaji, Fatimah bilang, jenjang karier pekerjaan di Jakarta jauh lebih baik daripada menjadi remote worker di Jogja. Dibandingkan dengan pekerjaan yang dijalaninya secara WFA sebelumnya, Fatimah mengatakan dirinya lebih “bekerja” dalam artian sebenarnya karena pulang-pergi kantor sebagaimana pekerja kantoran.

Hal ini tidak dapat ia lakukan sebelumnya mengingat pusat kantornya yang berlokasi di Jakarta. Alih-alih pergi ke kantor, Fatimah justru akan duduk sendirian dan mengerjakan tugas-tugas secara online.

Iklan

“Jenjang karier pasti ya, kayak kalau di sini tuh berasa lebih kerja aja,” kata dia.

Menurut dia, bekerja di Jakarta menawarkan peluang membangun karier dan nilai diri. Peluang ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan mendapatkan pekerjaan yang sesuai passion atau bahkan lebih baik pada kemudian hari.

“Kayak di sini tuh bisa semacam bangun karier dan value dulu kalau di tempat yang tepat,” kata dia.

“Kalau udah kebentuk, bisa bebas cari kerja di mana,” tambahnya.

Berdasarkan survei yang sama, alasan ini juga menjadi pertimbangan gen Z lain sepantaran Fatimah dalam menentukan pekerjaan. Sebanyak 59 persen gen Z mengatakan bahwa peluang karier jangka panjang dinilai penting, sebab membangun karier yang kokoh akan memakan waktu lama. 

Baca halaman selanjutnya…

Kerja di Jakarta lebih baik, tapi dibayar ketenangan mental

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 April 2026 oleh

Tags: financial freedomgaji kerja di tvkerja di jakartakerja di jakarta vs jogjakerja di jogjapekerja gen zpekerja jakartapekerja jakarta vs jogjapekerja jogja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
papua.MOJOK.CO

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.