Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Maret 2026
A A
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

ilustrasi - tinggal di Jakarta (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Gani (27), angka Rp5,2 juta di surat kontrak kerjanya pada tahun 2025 lalu terlihat seperti tiket menuju financial freedom. Saat itu, ia baru saja diterima bekerja sebagai staf gudang di sebuah perusahaan pengiriman di Jakarta.

Wajar saja Gani begitu kegirangan. Sejak lulus kuliah di Jogja pada tahun 2022, nasib karirnya tidak menentu. Ia banyak bekerja lepas (freelance) dengan penghasilan yang tidak pernah menyentuh Rp3 juta sebulan. 

Iklan

Ia bahkan sempat menyerah dan pulang kampung untuk menjadi staf honorer di kelurahan, di mana ia hanya diupah Rp900 ribu sebulan.

Maka, ketika tahu gajinya di Jakarta mencapai lima kali lipat dari upahnya di desa, bayangan Gani langsung melayang jauh. Di kepalanya, ia sudah bisa membayangkan hidup nyaman, makan enak, menabung banyak, dan membanggakan orang tua.

“Siapa coba yang tidak kaget diterima kerja dengan gaji 5 juta,” kata dia, Sabtu (14/3/2026).

Namun, euforia itu ternyata tak berumur panjang. Jakarta punya cara sendiri untuk menyadarkan para pendatang baru betapa keras dan mahalnya kota ini.

“Kalkulator” Jakarta jauh berbeda dengan di desa

Gani baru sadar bahwa angka Rp5,2 juta di Jakarta sama sekali bukan nominal yang besar. Pasalnya, gaji itu langsung menyusut drastis begitu dipotong biaya kos yang harganya Rp900 meski kamarnya sempit. 

Belum lagi uang bensin untuk menembus macetnya jalanan, biaya makan tiga kali sehari yang harganya dua kali lipat lebih mahal dari Jogja, serta printilan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Paling hemat sehari habis 50 ribu, tapi itu sudah pencapaian luar biasa. Soalnya normalnya ya 70 kalau nggak 80 ribu,” ungkapnya. “Dikali 30 sudah berapa?”

Alih-alih menabung, untuk bisa bertahan hidup sampai akhir bulan saja sudah menjadi prestasi tersendiri bagi Gani. 

Penderitaan paling terasa biasanya muncul di minggu ketiga. Sebab, Gani harus mentransfer uang agak banyak untuk kebutuhan orang tuanya di desa.

“Biasanya minggu ketiga itu sudah masuk mode bertahan hidup. Apa saja dimakan yang penting kenyang,” ujarnya sambil tertawa.

Pernah hidup dengan Rp60 ribu untuk seminggu

Pernah suatu ketika, persis seminggu sebelum tanggal gajian, ibunya menelepon mengabarkan bahwa atap dapur di rumahnya bocor parah dan butuh biaya perbaikan secepatnya. 

Sebagai anak laki-laki yang dianggap sudah mapan di Jakarta, Gani merasa punya beban moral. Ia pun nekat menguras sisa saldonya dan mentransfer uang sebesar satu juta ke kampung, menyisakan uang tunai yang tak seberapa di dompetnya.

“Tapi tololnya, sebelum transfer aku nggak ngecek saldo dulu. Ternyata tinggal 60 ribuan,” kata Gani.

Akibat keputusannya itu, ia pun harus bertahan hidup selama tujuh hari di Jakarta hanya dengan uang Rp60 ribu. Agar tidak mati kelaparan, ia harus memutar otak. 

Mislanya, sarapan tidak lagi masuk dalam jadwal hariannya. Untuk makan siang dan malam, Gani biasanya hanya membeli sebungkus mi instan yang ia rebus di magic com kosan, atau pergi ke warteg paling murah untuk membeli nasi putih dengan lauk sepotong tempe dan siraman kuah sayur gratisan.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Dianggap “sultan” di desa, sampai dikatai pelit kalau tak mau meminjami uang. Padahal, motor saja bertahun-tahun tak ganti.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2026 oleh

Tags: gaji 5 jutagaji di Jakartahidup di jakartajakartakerja di jakartamerantau ke jakartapilihan redaksistandard kesuksesan orang desa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.