Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
26 Agustus 2026
A A
budidaya kenari

ilustrasi-budidaya kenari (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari merawat dan budidaya kenari, seorang bapak dapat menghantarkan anaknya lulus menjadi sarjana Manajemen dengan predikat Cumlaude di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

***

Iklan

Della Deswita, mahasiswa UNY baru saja resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M) usai menjalani prosesi wisuda pada Minggu (23/08/2026) lalu.

Bagi Della, momen wisuda tersebut bukan hanya momen seremoni kelulusan saja. Momen itu menjadi salah satu bukti bahwa ia bisa menjadi sarjana pertama di keluarganya yang berlatar belakang budidaya kenari. 

“Bangga sekali bisa menjadi sarjana pertama di keluarga saya. Keluarga saya memang hidup sederhana, dari keluarga bapak maupun ibu saya, kebetulan saya yang menjadi sarjana pertama.” ujarnya ketika ditemui Mojok Minggu lalu.

Bapak hobi kicau mania jadi jalan rejeki anaknya

Perjuangan Della tentu tidak lepas dari peran serta orang tuanya. Bagi Marno (44), warga Mlati, Sleman, hobi itu berubah menjadi salah satu cara untuk membiayai keluarganya. 

Dari sebuah ruangan berukuran sekitar 3×4 meter, Marno merintis budidaya kenari. Burung-burung itu ia rawat, dikembangbiakkan, lalu dijual. Uangnya tidak berhenti sebagai tambahan penghasilan. Sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah, membiayai sekolah anak, sampai mengantarkan Della menyelesaikan kuliah dan meraih gelar sarjana. 

“Awalnya ya cuma hobi, namun ternyata banyak yang minat buat saya ternak,” katanya ketika ditemui Mojok saat wisuda Della pada Minggu (23/08/2026).

Della yang duduk di sampingnya kemudian bercerita tentang bagaimana perjalanan kuliahnya tidak bisa dilepaskan dari burung-burung yang setiap hari dirawat bapaknya.

“Bapak yang banyak membiayai kuliah saya dari kenari,” ujar Della.

Dari budidaya kenari menjadi pintu gelar sarjana

Marno menjelaskan, budidaya kenari di rumah itu mudah. Ia tidak membutuhkan lahan yang luas. Yang penting adalah ketelatenan merawat, menjaga kondisi burung, memilih indukan, serta memahami karakter dan jenis kenari yang diternakkan.

Ruangan 3×4 meter miliknya pun menjadi semacam tempat kerja kecil. Sangkar-sangkar kenari berjajar di sana. Ukurannya memang tidak seberapa, tetapi dari ruangan itulah Marno memutar uang untuk kebutuhan keluarganya.

Kenari juga bukan sekadar burung kecil dengan suara merdu. Harganya bisa berbeda jauh tergantung jenis, kualitas, karakter suara, hingga spek burung.

Bagi orang awam seperti saya, burung kenari mungkin terlihat hampir sama.

Ia menjelaskan bahwa penghobi biasanya memperhatikan jenis dan kualitas burung sebelum membeli. Ada kenari yang dibeli untuk dipelihara, ada pula yang dicari karena dianggap punya kualitas tertentu untuk diternakkan kembali.

Pasar burung kenari pun ikut berubah seiring ramainya dunia kicau mania

Demam kicau mania yang semakin populer, termasuk setelah lagu-lagu bertema kicau mania seperti milik Ndarboy Genk ikut ramai, membuat burung kicauan semakin akrab dengan percakapan sehari-hari. 

Namun Marno tidak menjadikan tren sebagai satu-satunya alasan bertahan.

Sebab budidaya kenari juga membutuhkan kesabaran. Burung tidak bisa dipaksa menghasilkan uang setiap hari.

Iklan

“Kalau ditanya gampang atau tidak, ya tidak gampang,” kata Marno.

Della paham betul soal itu. Ia tahu gelar sarjana yang akhirnya ia kenakan tidak muncul begitu saja. Ada uang dari hasil penjualan kenari yang ikut membayar biaya kuliah, ada kebutuhan rumah yang harus tetap berjalan, dan ada adiknya yang juga membutuhkan biaya sekolah.

Bukan hanya sekadar perjuangan orang tua, namun ada doa yang dititipkan dari kicau burung kenari

Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, gelar sarjana juga bukan tiket otomatis menuju pekerjaan. Lowongan kerja terbatas, persyaratan semakin beragam, sementara lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Setelah lulus, Della masih harus menghadapi persoalan berikutnya yakni mencari pekerjaan.

Di titik ini, cerita Marno terasa lebih luas daripada sekadar kisah bapak yang sukses beternak kenari.

Banyak orang tua masih memandang pendidikan tinggi sebagai salah satu jalan untuk memperbesar kesempatan hidup anak. Mereka bekerja, berdagang, bertani, menjadi buruh, atau menjalankan usaha kecil-kecilan sambil memutar otak agar anaknya bisa sekolah setinggi mungkin.

Kini tugas itu berganti tangan.

Marno sudah mengantarkan Della sampai gerbang kelulusan. Setelah ini, Della yang harus mencari jalan sendiri di dunia kerja.

Saya kemudian bertanya kepada Della, apakah setelah menjadi sarjana ia punya target tertentu?

Ia tersenyum dan menjawab bahwa ia ingin segera bekerja dan membuktikan bahwa perjuangan bapaknya tidak sia-sia.

Karena dari burung yang digemari para kicau mania tersebut, gelar sarjana itu benar-benar Della dapatkan. Dan bagi Marno, budidaya kenari tersebut yang menghantarkan anak pertamanya masuk ke dunia yang sesungguhnya.

Penulis: Janu Wisnanto

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: 300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard” Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2026 oleh

Tags: budidaya burungbudidaya kenariburung kenarikicau maniakuliahsarjana
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Tinggal di Sleman.

Artikel Terkait

pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.