MOJOK.CO – Di lapangan mereka berebut kemenangan, tetapi selepas pertandingan para pemain Timnas Putri dari berbagai negara yang berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026 justru bertukar kaos dan akun media sosial.
Kapten Timnas Putri U-16 Thailand, Kawinthida Kikuntod, mengaku telah berteman dengan salah seorang pemain Indonesia. Pemain yang akrab disapa Ying itu bahkan sudah bertukar akun media sosial dengannya.
“Saya bertukar media sosial dengan pemain Indonesia yang bermain di Filipina,” kata Kawinthida dalam konferensi pers menjelang pertandingan di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (22/8/2026).
Pemain Indonesia yang dimaksud Kawinthida adalah Nafeeza Ayasha Nori. Keduanya pernah bertemu dalam sebuah pertandingan di Filipina sebelum kembali berjumpa sebagai lawan di Srikandi Merdeka Cup 2026.
Nafeeza adalah pemain Indonesia yang memperkuat klub Filipina, Makati FC, setelah direkrut untuk mengikuti JSSL Singapura 2023 saat berusia 11 tahun. Pemain asal Bandung tersebut sebelumnya mengasah kemampuan bersama SSB Uni Bandung dan Akademi Persib Bandung. Bersama Makati FC, ia juga mengikuti berbagai turnamen internasional di Swedia, Denmark, dan Finlandia.
Tak hanya berteman dengan Nafeeza, Kawinthida atau akrab dipanggil Ying ini juga terkesan dengan sambutan para penggemar selama berada di Kudus. Banyak penonton yang menunggunya seusai pertandingan hanya untuk meminta foto bersama.
“Saya sangat senang dengan sambutan fans di sini. Banyak yang meminta foto bersama. Saya juga jadi punya banyak teman di sini,” ujar Ying.
Bertukar kaos dengan pemain Timnas Putri Malaysia
Cerita serupa datang dari pemain Timnas Putri U-16 Indonesia, Ayla Dva Khala Ahisma. Sepanjang turnamen, Ayla berkenalan dengan sejumlah pemain dari negara lain. Ia bahkan bertukar kaos dengan salah seorang pemain Malaysia setelah kedua tim berjumpa pada fase grup.
Pertemanan tersebut tidak membuat persaingan di lapangan kehilangan keseruannya. Indonesia dan Thailand akan bertemu dalam final Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Minggu (23/8/2026) malam.
Ying Kawinthida dan Nafeeza menjadi andalan di lini tengah timnya masing-masing. Ying telah mencetak empat gol untuk Thailand, sedangkan Nafeeza mengoleksi dua gol bagi Garuda Pertiwi.
Salah satu gol Nafeeza tercipta melalui aksi yang istimewa yang disebut olympic goal. Tendangan sepak pojoknya melengkung langsung ke dalam gawang tanpa bisa dihalau pemain Malaysia.
Ayla menegaskan bahwa Garuda Pertiwi sudah mengevaluasi penampilannya sebelum menghadapi Thailand. Indonesia ingin tampil maksimal tanpa kehilangan ketenangan dalam pertandingan penentuan gelar juara tersebut.
“Kami tidak boleh sampai lengah. Tetap bermain simpel, tenang, dan fokus pada pertandingan,” kata Ayla.
Ying pun mengakui Indonesia sebagai tim yang hebat. Namun, Thailand tetap datang dengan ambisi mengangkat trofi. Artinya, pertemanan yang mereka bangun harus disimpan sementara ketika pertandingan dimulai.
Sepak bola untuk perdamaian dunia
Srikandi Merdeka Cup 2026 mempertemukan delapan tim dari tujuh negara. Selain menguji kemampuan para pemain muda di level internasional, turnamen ini membuka ruang bagi mereka untuk berkenalan dan membangun persahabatan lintas negara.
Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Timo Scheunemann, menilai pertemanan yang tumbuh di tengah persaingan tersebut memperlihatkan misi sepak bola yang lebih besar daripada sekadar menentukan pemenang.
“Salah satu fungsi sekaligus slogan FIFA adalah sepak bola untuk perdamaian dunia. Seperti dalam satu tim, semua harus bersatu padu. Di lapangan, mereka adalah atlet dan kami adalah lawan. Namun, di luar lapangan kita adalah kawan,” ujar Timo.
Menurut Timo, sepak bola mampu mempertemukan orang-orang tanpa memandang negara maupun latar belakang. Dukungan penonton dan penghormatan terhadap lagu kebangsaan masing-masing negara menjadi contoh bahwa persaingan dapat berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai.
“Di Indonesia, kita bisa melihat satu stadion penuh untuk mendukung timnas saat bertanding. Kita bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan dan saling menghargai satu sama lain. Inilah sejatinya sepak bola yang menyatukan kita semua,” katanya.
Malam nanti, Kawinthida dan Nafeeza akan kembali bertemu sebagai lawan. Namun, apa pun hasil pertandingan, pertemanan mereka tidak akan ikut berakhir ketika peluit panjang dibunyikan.
Penulis: Agung Purwandono
Editor: Muchamad Aly Reza















