Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Pertama Kali Dapat Gaji dari Perusahaan di Jakarta, Langsung Belikan Ibu Elektronik Termahal di Hartono agar Warung Kopinya Laris

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 November 2025
A A
Belikan ibu elektronik termahal di Hartono Surabaya dengan tabungan gaji Jakarta. MOJOK.CO

ilustrasi - kasih sayang ibu sepanjang masa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hidup di keluarga sederhana membuat Maulia (23) punya mimpi besar untuk membantu ekonomi keluarganya. Setelah kuliah dan dapat kerja di Jakarta, perempuan asal Surabaya itu mampu membelikan ibunya hadiah elektronik termahal di Hartono.

***

Sejak kecil, Maulia sudah terbiasa melihat ibunya meracik kopi untuk pelanggan yang datang. Warungnya itu tak terlalu megah. Berada tepat di pinggir jalan. Biasanya, Maulia sering mampir setelah sepulang sekolah untuk membantu.

Sementara itu, ayahnya adalah pekerja serabutan kala usianya sudah senja. Sebagian tetangga di sekitar rumah Maulia pasti mengenalnya. Namanya bakal dicari-cari saat mereka membutuhkan perbaikan rumah.

Meski hidup di keluarga sederhana, Maulia mengaku tangki cinta dari orang tuanya tak pernah kosong. Malahan, menumbuhkan semangat bagi anak-anaknya agar tak pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu pun memutuskan lanjut kuliah setelah SMA, demi membangun kariernya di bidang media. Selama kuliah itu, Maulia juga bekerja freelance untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Meski nyambi kuliah dan bekerja, Maulia tetap bisa menyelesaikan studinya tepat waktu.

Ia pun bersyukur tak perlu menunggu selama bertahun-tahun untuk dapat kerja di Jakarta setelah lulus kuliah. Berkat pekerjaan freelance-nya, ia bisa menambahkan banyak pengalaman di portofolianya hingga dapat kerja di Jakarta sesuai di bidang yang ia inginkan. 

“Nggak banyak yang aku sampaikan, intinya banyak terima kasih kepada keluarga kecilku karena doa-doa dari mereka aku bisa bertahan dan kuat di perantauan. Karena doa-doa dari mereka juga aku tumbuh dan merekah. Bukan aku yang hebat, tapi doa dari mereka yang hebat.” Kata Maulia kepada Mojok, Kamis (6/11/2025).

Mendengarkan curhatan ibu dari Jakarta yang menyesakkan hati

Bekerja di Jakarta bukanlah pengalaman pertama bagi Maulia. Semasa kuliah ia pernah magang selama beberapa bulan di sebuah perusahaan media. Maka dari itu, ia tak terlalu kaget saat di perantauan. 

Saban hari, kata Maulia, mereka selalu berkomunikasi lewat video call. Sesibuk apapun dirinya. Di suatu malam, ibunya curhat mengalami sakit perut dan diare karena makanan yang ada di kulkas lama mereka basi.

Baca Halaman Selanjutnya

Tak punya tabungan untuk memperbaiki atau beli baru

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: gaji jakartahadiah untuk orang tuahartonojakartakerja di jakartaSurabayatoko elektronik
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.