Taklukkan 17 gunung hanya dengan ijazah SD
Menariknya, pengalaman berharga justru Akbar dapatkan bukan saat mendaki melainkan dari orang-orang yang dia temui selama perjalanan. Di awal kariernya sebagai konten kreator perjalanan, Akbar bercerita bahwa dia hanya punya modal Rp500 ribu.
Meski terbilang nekat, Akbar berusaha menepis keraguannya. Kalau menunggu siap, kata dia, sampai kapan? Beruntung, selama perjalanan Indonesia, Akbar selalu dapat bantuan yang tidak dia sangka-sangka.
“Ada yang memberiku tempat istirahat, kasih makan, atau hal-hal kecil lain yang membantuku selama perjalanan. Dan di antara banyak berita buruk yang aku lihat setiap hari, ternyata masih ada orang baik di sekitar kita,” ucapnya tersenyum.
Tak sampai setahun, Akbar yang hanya lulusan SD mampu menaklukkan 27 destinasi alam yang terdiri dari gunung, bukit, dan lembah, yaitu:
- Gunung Sagara, Garut, Jawa Barat
- Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat
- Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat
- Gunung Canar, Garut, Jawa Barat
- Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat
- Gunung Galunggung, Tasik, Jawa Barat
- Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah
- Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah
- Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah
- Gunung Prau, Dieng, Jawa Tengah
- Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah
- Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur
- Gunung Buthak, Batu, Jawa Timur
- Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur
- Ranu Kumbolo, Lumajang, Jawa Timur
- Bukit Baodaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Bukit Pergasingan, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Bukit Sempana, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Bukit Kondo, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Bukit Gedong, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Bukit Anak Dara, Nusa Tenggara Barat
- Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Gunung Inerie, Bajawa, Nusa Tenggara Timur
- Gunung Latimojong, Enrekang, Sulawesi Selatan
- Bulu Baria, Gowa, Sulawesi Selatan
- Lembah Lohe, Gowa, Sulawesi Selatan
- Lembah Ramma, Gowa, Sulawesi Selatan
Pelajaran berharga yang tak didapatkan di bangku sekolah
Walaupun terlihat mudah dan bahagia, Akbar berujar perjalanannya tak terlepas dari berbagai tantangan. Di antara ribuan viewers yang dia dapatkan dari beberapa video buatannya, ada banyak pula karyanya yang sepi penonton. Beberapa komentar negatif juga seringkali menguras tenaganya hingga ragu dengan diri sendiri.
Alih-alih berhenti, Akbar berusaha tetap konsisten sembari mengevaluasi tiap konten yang dia buat. Sampai kemudian, dia menemukan formula yang tepat dan yang disukai banyak penonton, yakni cerita soal proses, perjuangan, dan pengalaman jujurnya selama perjalanan.
“Sebagai konten kreator perjalanan, Aku berusaha jujur, tanpa berpura-pura bahwa semuanya selalu menyenangkan di video yang kubuat. Mungkin karena kejujuran itulah banyak orang yang akhirnya merasa dekat dengan cerita yang aku bagikan,” ucap laki-laki lulusan SD tersebut.
“Dari perjalanan ini aku juga belajar, kalau kadang yang paling penting bukan seberapa besar modal yang kita punya tapi seberapa kuat kita bertahan ketika prosesnya nggak mudah,” lanjutnya.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Menaklukkan Gunung Rinjani yang Punya Trek Maut hingga Bertemu Babi Ganas atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














