Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Sertifikat Seminar, Syarat Kelulusan Mahasiswa yang Paling Tidak Berguna dan Contoh Kampus Lepas Tangan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
24 Juni 2024
A A
Sertifikat Seminar, Syarat Kelulusan Mahasiswa yang Paling Tidak Berguna dan Contoh Kampus Lepas Tangan

Sertifikat Seminar, Syarat Kelulusan Mahasiswa yang Paling Tidak Berguna dan Contoh Kampus Lepas Tangan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sertifikat seminar dianggap salah satu syarat kelulusan mahasiswa yang tak ada faedahnya. Syarat tersebut mempersulit mahasiswa dalam menyiapkan kelulusan, dan tak berpengaruh banyak dalam kehidupan.

***

Ikhsan (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Surabaya, dengan mantap bilang kalau sertifikat seminar adalah salah satu syarat kelulusan paling aneh baginya. Selain tidak memberi keuntungan nanti pada saat mencari kerja, syarat ini bikin seminar tak menarik karena ilmunya, tapi sertifikatnya.

“Aku merasa ini nggak penting-penting amat. Soalnya kebutuhannya cuma buat pendamping ijazah aja, Mas. Nggak bisa jadi bukti kompetensi juga. Jadi, ya buat apa diwajibkan? Seakan-akan biar mahasiswa dipaksa biar kelihatan aktif tok.”

Ikhsan menjelaskan sertifikat seminar itu nanti dikonversi jadi poin. Per sertifikat, 10 poin. Yang dibutuhkan sebagai syarat kelulusan adalah 450 poin. Jadinya butuh 45 sertifikat, atau bisa dibilang mahasiswa diminta minimal ikut seminar sebanyak 45 kali selama  4 tahun kuliahnya. Tentu ini bukan jumlah yang sedikit. Jika memang kampus mengadakan banyak seminar dan gratis, tentu ini mudah dicapai. Tapi kalau tidak, dan andai separuhnya berbayar, tentu memberatkan mahasiswa.

Gara-gara ini, Ikhsan menyoroti orang-orang jadi ngasal dalam ngambil seminar. Seminar apa pun diikuti, yang penting kuota terpenuhi. Bahkan ada yang terang-terangan jadi pemburu sertifikat gratisan.

“Jadi ada sertif dari India, Pakistan, aneh-aneh pokoke,” ungkap Ikhsan.

Ikhsan menduga, kewajiban sertifikat seminar ini muncul agar mahasiswa mengikuti seminar semasa kuliah dan dapat ilmu di luar kelas. Niatnya bagus, tapi ketika diwajibkan, orang-orang jadi mengusahakan untuk cari sertifikatnya, bukan ilmunya. Tujuan asli jadi hilang dan berubah esensi.

“Nggak tahu, ya, Mas. Mungkin biar mahasiswanya kalau lulus minimal nggak kelihatan kosong banget. Jadi, bukti sertifikat seminar itu buat semacam bukti kalau mahasiswanya aktif selama kuliah.”

Toh, menurut Ikhsan, hal ini belum tentu membantunya jadi lebih mudah untuk mencari kerja.

Sertifikat seminar itu nggak perlu

Fani (22, bukan nama sebenarnya), mahasiswa asal Surabaya, menyarankan tak perlu ada syarat menyertakan sertifikat seminar sebagai syarat. Syaratnya udah banyak dan susah, menambahkan hal ini hanya akan mempersulit, pun seminar, baginya nggak berguna.

“Soalnya kan kita juga ikut seminar ujungnya ditinggal tidur. Wong kita cuma butuh sertifikatnya aja. Nggak nambah ilmu juga. Ya, mungkin nambah ilmu buat yang dengerin, tapi kan aku sendiri nggak dengerin, yang penting dapet sertifikatnya aja.”

Fani sendiri juta tak tahu fungsi seminar ini buat apa. Baginya, cari ilmu itu kebutuhan. Jika nggak butuh, nggak akan nyari juga sekalipun disuruh. Maka dari itu, sertifikat ini malah jadi syarat yang memberatkan dan nggak memberikan manfaat.

“Kalau fungsinya sendiri aku nggak ngerti, ya. Mungkin biar mahasiswanya bisa belajar di luar kuliah. Tapi, kalau emang niatnya kayak gitu, metode ini jelas nggak efektif karena tujuan mahasiswa ikut seminar bukan buat belajar, tapi buat nyari sertif.”

Iklan

Fani berkata, kalau bisa jangan mempersulit mahasiswa buat lulus. Soalnya syarat buat lulus itu udah banyak dan ribet. Mosok harus nyari sertifikat lagi, itu juga nggak penting-penting amat.

Kampus harusnya turun tangan

Ikhsan berkata bahwa kalau memang agar mahasiswa tidak kosong saat lulus nanti, yang harusnya dilakukan bukan mewajibkan sertifikat. Sepakat dengan Fani, dia menganggap orang-orang tak melihat seminar sebagai hal yang membantu, tapi justru bikin mahasiswa terbebani. Kampus harusnya juga tak lepas tangan. Kampus lah yang harusnya menyediakan pelatihan, bukan melepas mahasiswanya begitu saja untuk mencari ilmu, dan menjadikan sertifikat seminar sebagai syarat kelulusan.

“Buat kampus, daripada mewajibkan sesuatu yang kurang manfaat kayak gini, mending bikin pelatihan atau apa gitu yang emang bener-bener mengasah skill dan pengetahuan mahasiswa soal dunia kerja.”

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Hammam Izzudin

BACA JUGA Tipe-tipe Orang Saat Ikut Seminar

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: Mahasiswasertifikat seminarskripsisyarat kelulusan mahasiswawisuda
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO
Tajuk

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO
Sekolahan

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Situasi Horor Tiap Awal Bulan di Kehidupan Dewasa: Kalkulator HP hingga Telepon dari Rumah yang Bikin Gaji Ludes Seketika

1 Juni 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.